Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Status Siaga

Aktivitas vulkanik gunung Anak Krakatau tersebut masih berlangsung hingga sekarang.

Diterbitkan 20 Oktober 2026, 09:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026) pagi. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berlangsung, ditandai dengan terekamnya sejumlah jenis gempa selama periode pengamatan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan aktivitas erupsi tersebut.

“Iya, suplai terus,” kata Suwarno saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia untuk periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau didominasi gempa Hybrid atau Fase Banyak, dengan 21 kejadian.

Selain itu, petugas merekam tujuh gempa Vulkanik Dangkal, tiga gempa Low Frequency, dua gempa Hembusan, dan satu gempa Vulkanik Dalam. Laporan tersebut juga mencatat satu tremor menerus dengan amplitudo 1–10 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.

Sementara itu, pengamatan visual gunung api terkendala kabut dengan tingkat penghalang 0–III. Asap kawah tidak teramati secara langsung. Cuaca dilaporkan berawan dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut.

Keterbatasan pengamatan visual membuat kondisi asap kawah tidak dapat dipastikan melalui pengamatan langsung pada periode tersebut. Karena itu, pemantauan aktivitas vulkanik juga mengandalkan rekaman kegempaan dan parameter lainnya.

 

Anak Krakatau Siaga

Di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung, Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Suwarno mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar mematuhi ketentuan keselamatan serta mengikuti informasi resmi dari petugas.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Patuhi rekomendasi yang berlaku dan ikuti informasi resmi dari petugas,” katanya.