Doa-Doa Agar Anak Keterima jadi PNS, Ikhtiar Batin untuk Buah Hati

Doa agar anak keterima jadi PNS menjadi salah satu ikhtiar batin

Diterbitkan 19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa agar anak keterima jadi PNS menjadi salah satu ikhtiar batin yang dapat dilakukan orang tua ketika buah hati sedang mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di tengah persaingan mendapatkan pekerjaan, menjadi PNS masih dipandang banyak keluarga sebagai pilihan karier yang menawarkan kepastian sekaligus kesempatan untuk mengabdi kepada negara.

Di balik proses belajar, latihan soal, hingga persiapan menghadapi tahapan seleksi, ada doa orang tua yang menjadi bentuk dukungan bagi anak. Dalam Islam, doa orang tua untuk anak memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bersabda bahwa terdapat tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, salah satunya adalah doa orang tua untuk anaknya.

“Tiga doa yang mustajab, tidak diragukan lagi; doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ibnu Majah)

Dalam buku Fikih Bekerja dalam Islam, Dr. H. Idris Parakkasi, M.M. menjelaskan bahwa bekerja berkaitan dengan konsep imarah atau memakmurkan bumi serta tugas manusia sebagai khalifah. Karena itu, usaha mencari pekerjaan yang halal dapat menjadi bagian dari amal yang bernilai ibadah.

Pandangan tersebut sejalan dengan pembahasan Solihin dalam jurnal Etos Kerja dalam Perspektif Islam yang menempatkan pekerjaan sebagai salah satu bentuk aktualisasi keimanan dan amal saleh. Dalam konteks tersebut, keinginan seorang anak untuk mendapatkan pekerjaan bukan semata-mata mengejar penghasilan, tetapi juga dapat diarahkan untuk memperoleh rezeki yang halal dan memberikan manfaat.

Bagi orang tua, mendoakan anak agar mendapatkan pekerjaan yang baik menjadi salah satu bentuk dukungan spiritual. Doa tersebut dapat dipanjatkan bersamaan dengan dorongan agar anak terus belajar, mempersiapkan diri, dan menjalani seluruh proses seleksi dengan jujur.

Doa-Doa Agar Anak Keterima Jadi PNS

Berikut adalah kumpulan doa yang dapat diamalkan orang tua untuk anak yang sedang berjuang mengikuti seleksi CPNS. Setiap doa disertai teks Arab, latin, artinya, serta dalil dan penjelasan ulama.

1. Doa Nabi Musa AS untuk Kelapangan Hati dan Kemudahan Urusan

Doa ini bersumber dari Al-Qur’an surat Thaha ayat 25-28. Nabi Musa AS memanjatkannya ketika diperintahkan Allah menghadapi Fir’aun, tugas yang sangat berat. Doa ini sangat dianjurkan dibaca orang tua untuk anak yang menghadapi tes CPNS agar diberikan ketenangan hati dan kelancaran menjawab soal.

Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

Latin: Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqahuu qaulii.

Artinya: “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)

Dalam Tafsir Kemenag, Nabi Musa AS digambarkan menyadari beratnya tugas yang diemban sehingga memohon agar Allah melapangkan dadanya, memudahkan urusannya, dan melancarkan bicaranya.

Syekh As-Sa’di dalam Taisir Al-Karimir Rahman menjelaskan bahwa maksud “lapangkanlah dadaku” adalah janganlah hati dipersempit dan perkataan menyakiti, sedangkan “mudahkanlah urusanku” berarti memohon kemudahan dari berbagai pintu agar setiap langkah menjadi mudah dan diterima.

Doa ini dianjurkan untuk dibaca orang tua, terutama pada malam hari sebelum anak mengikuti tes, agar anak diberi ketenangan dan kemampuan menjawab dengan lancar.

2. Doa Memohon Kemudahan (Allahumma La Sahla)

Doa ini mengajarkan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah SWT. Orang tua dapat membacanya saat mendampingi anak belajar atau saat anak akan berangkat mengikuti seleksi.

Arab: اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaan, wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Sunni. Dalam Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kementerian Agama, doa memohon kemudahan ini termasuk amalan yang dianjurkan dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi ujian atau seleksi pekerjaan.

3. Doa Menjalani Ujian (Allahumma Inni As-aluka Bismikal Makhzuni)

Doa ini dianjurkan untuk dibaca orang tua maupun anak yang sedang menjalani ujian, termasuk seleksi CPNS.

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ اْلمَخْزُوْنِ وَاْلمَكْنُوْنِ يَا بَدِيْعَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَاْلِإكْرَامِ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ ذَنْبِيْ وَتَرْحَمَنِي وَأَنْ تَجْعَلَ لِيْ مِنْ أَمْرِيْ فَرْجًا وَمَخْرَجًا وَأَنْ تَرْزُقَنِيْ مِنْ حَيْثُ أَحْتَسِبُ وَمِنْ حَيْثُ لاَ أَحْتَسِبُ

Latin: Allahumma inni as-aluka bismikal makhzuni wal maknuni. Ya badi’as samawati wal ardli. Ya zaljalali wal ikram an taghfirali dzanbi wa tarhamani wa an taj’ala li min amri farjan wa makhrajan wa an tarzuqoni min haitsu ahtasibu wa min haitsu la yahtasibu.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu yang tersimpan dan tersembunyi, Wahai Pencipta langit dan bumi, Pemilik keagungan dan kemuliaan, ampunilah dosaku, sayangilah aku, jadikan dalam segala urusanku kebahagiaan dan jalan keluar, dan karuniakan padaku rizki dari yang aku perhitungkan dan rizki yang tidak aku perhitungkan.”

Doa ini mencakup permohonan ampunan, rahmat, jalan keluar dari kesulitan, dan rezeki dari arah yang tidak terduga. Orang tua dapat membacanya setiap hari selama masa seleksi CPNS berlangsung.

4. Doa Memohon Rezeki dan Pekerjaan yang Baik (Allahummaghfirli Dzambi)

Doa ini banyak diamalkan orang tua untuk anak yang sedang mencari pekerjaan.

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي ذَنْبِي، وَوَسِّعْ خُلُقِي، وَطَيِّبْ لِي كَسَبِي، وَقَنِّعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي، وَلَا تَذْهَبْ قَلْبِي إِلَى شَيْءٍ صَرَفْتَهُ عَنِّي

Latin: Allahummaghfirli dzanbi, wawassi’ khuluqi, wa thayyib li kasabi, wa qanni’ni bima razaqtani, wala tadzhab qalbi ila syai’in sharraftahu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, perluaslah akhlakku, berilah untukku pekerjaan yang baik, jadikan aku puas dengan apa yang Engkau karuniakan kepadaku, dan jangan Engkau palingkan hatiku kepada sesuatu yang Engkau singkirkan dariku.”

Doa ini memuat permohonan agar anak diberikan pekerjaan yang thayyib (baik dan halal), serta hati yang selalu ridha dengan ketetapan Allah. Orang tua dapat membacanya setelah shalat fardhu.

5. Doa Memohon Petunjuk dan Rahmat (Rabbana Atina Min Ladunka Rahmah)

Doa ini bersumber dari Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 10, dipanjatkan para pemuda Ashabul Kahfi ketika mencari perlindungan dan jalan keluar.

Arab: رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Latin: Robbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi’ lanaa min amrinaa rosyadaa.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS. Al-Kahfi: 10)

Doa ini memohon dua hal, yaitu rahmat dari sisi Allah dan petunjuk yang lurus (rasyada) dalam setiap urusan, termasuk urusan pekerjaan anak. Orang tua dapat membacanya pada sepertiga malam terakhir.

6. Doa Shalat Hajat Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menganjurkan shalat hajat bagi siapa pun yang sedang menghadapi kesulitan atau memiliki hajat tertentu, termasuk agar anak diterima menjadi PNS. Setelah shalat hajat, dianjurkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Latin: Lā ilāha illallāhul halīmul karīmu, ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhul ‘aliyyul ‘azhīmu. subhāna rabbil ‘arsyil ‘azhīmi, walhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīna.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Maha Suci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2002, halaman 104)

Syekh Nawawi Al-Bantani menegaskan bahwa shalat hajat sangat dianjurkan bagi orang yang mengalami kesempitan dan kesulitan. Orang tua dapat mengerjakan shalat hajat dua rakaat lalu membaca doa ini untuk memohon agar anak dimudahkan dalam seleksi CPNS.

Hikmah Mendoakan Anak

Mendoakan anak bukan sekadar kebiasaan yang dilakukan orang tua, tetapi juga bentuk kasih sayang dan dukungan spiritual. Dalam konteks perjuangan mendapatkan pekerjaan yang halal, termasuk mengikuti seleksi CPNS, doa orang tua memiliki sejumlah hikmah.

1. Doa Orang Tua Termasuk Doa yang Mustajab

Rasulullah SAW menyebut doa orang tua untuk anak sebagai salah satu doa yang mustajab. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

“Tiga doa yang mustajab, tidak diragukan lagi: doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Ibnu Majah)

Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’ (13/265) juga menuturkan kisah Salim bin Ayyub ar-Razi yang kesalehannya tidak lepas dari doa orang tuanya. Karena itu, mendoakan anak menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin yang dapat terus dilakukan orang tua ketika anak sedang berjuang meraih cita-citanya.

2. Memperkuat Ikatan Batin Orang Tua dan Anak

Doa juga dapat mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Ketika anak mengetahui bahwa orang tuanya selalu mendoakan dan mendukung perjuangannya, muncul rasa diperhatikan sekaligus dikuatkan.

Dukungan tersebut dapat menjadi motivasi tersendiri bagi anak untuk belajar dan berusaha lebih sungguh-sungguh. Terlebih ketika menghadapi tekanan selama proses seleksi, keyakinan bahwa ada orang tua yang terus memberikan dukungan dapat membantu menjaga semangat dan ketenangan.

3. Menjadi Bentuk Dukungan dalam Perjuangan Anak

Tidak semua orang tua dapat terlibat langsung dalam setiap tahapan perjuangan anak. Ketika anak harus menghadapi tes SKD, SKB, atau tahapan seleksi lainnya, orang tua mungkin tidak dapat ikut mengerjakan atau mendampingi setiap prosesnya.

Namun, orang tua tetap dapat mengambil bagian melalui doa. Dukungan spiritual tersebut menjadi bentuk keikutsertaan orang tua dalam perjuangan anak, meskipun dilakukan dengan cara yang berbeda. Doa menjadi pengingat bahwa perjuangan mendapatkan pekerjaan bukan hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga menjadi perhatian keluarga.

4. Menumbuhkan Sikap Tawakal dan Ridha

Mendoakan anak juga mengajarkan orang tua dan anak untuk menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Dalam Etos Kerja dalam Perspektif Islam, Solihin menjelaskan bahwa bekerja dapat menjadi bentuk aktualisasi keimanan dan amal saleh. Karena itu, perjuangan memperoleh pekerjaan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga dijalani dengan cara yang baik dan dilandasi keimanan.

Sikap tawakal membuat seseorang tetap tenang ketika menghadapi hasil yang belum sesuai harapan. Apa pun hasil seleksi, usaha dan doa yang telah dilakukan menjadi bagian dari proses untuk menerima ketetapan Allah dengan lapang.

5. Menjadi Wasilah Meraih Rezeki yang Berkah

Doa orang tua juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperoleh rezeki yang halal dan berkah. Pekerjaan yang didapatkan bukan hanya diharapkan memberikan penghasilan, tetapi juga menjadi jalan untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat.

Dalam Fikih Bekerja dalam Islam, Dr. H. Idris Parakkasi menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan niat ibadah, melalui cara yang halal, serta disertai etika yang baik dapat memberikan kemaslahatan dan bernilai ibadah di sisi Allah.

Karena itu, doa orang tua sebaiknya tidak hanya berisi permohonan agar anak diterima bekerja, tetapi juga agar pekerjaan yang diperoleh menjadi sumber rezeki yang halal, berkah, dan membawa kebaikan bagi kehidupan anak serta keluarganya.

 

Pertanyaan Seputar Doa Agar Anak Lulus CPNS

1. Apa doa agar anak lulus CPNS?

Doa yang dianjurkan antara lain doa Nabi Musa AS (Rabbisyrah lii shadrii...), doa memohon kemudahan (Allahumma la sahla illaa maa ja’altahu sahla...), doa menjalani ujian (Allahumma inni as-aluka bismikal makhzuni...), dan doa memohon rezeki pekerjaan yang baik. Doa-doa ini dapat dibaca orang tua setelah shalat fardhu dan pada waktu mustajab.

2. Apakah doa orang tua untuk anak pasti dikabulkan?

Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang tua kepada anaknya termasuk tiga doa yang mustajab, tidak diragukan lagi pengabulannya (HR. Ibnu Majah). Namun, pengabulan doa bisa dalam bentuk yang berbeda: dikabulkan sesuai permintaan, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik.

3. Kapan waktu terbaik mendoakan anak agar lulus CPNS?

Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, antara azan dan iqamat, waktu sahur, hari Jumat, saat turun hujan, dan saat berpuasa. Orang tua juga dianjurkan mendoakan anak setiap selesai shalat wajib.

4. Apakah ada doa khusus dari orang tua untuk anak yang ikut seleksi CPNS?

Tidak ada doa khusus yang disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur’an dan Sunnah untuk seleksi CPNS. Namun, doa-doa umum untuk memohon kemudahan, kelancaran ujian, dan rezeki halal dapat diamalkan, seperti doa Nabi Musa, doa Allahumma la sahla, dan doa shalat hajat menurut Syekh Nawawi Al-Bantani.

5. Bolehkah orang tua mendoakan anak agar menjadi PNS?

Boleh. Mendoakan anak agar mendapatkan pekerjaan yang halal dan berkah adalah bagian dari doa kebaikan. PNS adalah pekerjaan yang halal dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga mendoakan anak agar diterima menjadi PNS termasuk doa yang baik dan dianjurkan, selama tidak melupakan bahwa rezeki terbaik adalah yang membawa keberkahan.