Liputan6.com, Jakarta - Doa agar dimudahkan bertemu jodoh menjadi ikhtiar batin seseorang yang sedang mencari pasangan hidup. Tak hanya tampan atau cantik, amalan ini penting bagi yang mendambakan pasangan yang saleh atau salehah.
Dalam perspektif Islam, jodoh adalah rahasia Allah yang telah tertulis di Lauh Mahfuz, namun manusia tetap harus berikhtiar dan berdoa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
Dr. Ahdar Djamaluddin dalam bukunya Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku menegaskan bahwa doa bukan sekadar ritual permintaan, melainkan bentuk komunikasi spiritual yang tulus dengan Sang Pemilik Cinta. Beliau menjelaskan bahwa doa dan salat adalah jalan terbaik untuk mengetahui apakah pilihan yang ada benar-benar sinyal kuat dari Allah untuk hidup bersama, karena hati yang tulus dan konsisten dalam berdoa akan lebih mudah menangkap sinyal-sinyal jodoh yang Allah tunjukkan.
Advertisement
Al-Qur'an telah mengabadikan sejumlah doa yang diajarkan para nabi dalam memohon pasangan hidup, salah satunya adalah doa Nabi Musa AS yang dipanjatkan ketika beliau berada dalam kondisi lemah, miskin, dan tanpa pasangan di Kota Madyan. Doa ini kemudian dikabulkan Allah dengan memberikan jodoh dari kalangan orang saleh, yaitu putri Nabi Syu'aib AS.
Uswatun Khasanah dalam skripsinya Jodoh dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik) menegaskan bahwa tujuan perjodohan dalam Al-Qur'an adalah menjalankan perintah Allah, menjalankan sunnah Rasulullah, melestarikan keturunan, dan untuk menentramkan hati.
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, sebagaimana dikutip Fauziyah dan Moh. Jufriyadi Sholeh dalam jurnal Pasangan Ideal dalam Al-Quran Perspektif Buya Hamka, menjelaskan bahwa kecenderungan suami untuk memiliki istri ideal berlandaskan mawaddah wa rahmah, begitu pula sebaliknya, sehingga mampu menjadikan satu haluan dalam keseimbangan keluarga.
Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini doa-doa agar dimudahkan bertemu jodoh, lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahannya.
Doa agar Dimudahkan Bertemu Jodoh
1. Doa Nabi Musa AS (QS. Al-Qasas [28] Ayat 24)
Arab: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku."
Doa ini dibaca Nabi Musa AS dalam kondisi lemah, miskin, dan tanpa pasangan. Namun dari doa yang tulus itu, Allah memberikan balasan luar biasa: jodoh dari kalangan orang saleh, yaitu putri Nabi Syu'aib. Sebagian ulama menyebut ayat ini sebagai salah satu doa meminta jodoh yang mujarab, terlebih jika diamalkan secara istiqamah disertai usaha nyata dan memperbaiki diri.
Syekh Majdy Ashour, Penasihat Ilmiah Mufti Mesir, menegaskan bahwa doa ini merupakan doa untuk seseorang yang menginginkan agar hajat-hajatnya diterima Allah SWT, termasuk dimudahkan dalam menikah.
Beliau juga menasihati agar seseorang beramal saleh sebelum berdoa dengan doa ini, sebagaimana yang dilakukan Nabi Musa AS yang terlebih dahulu membantu anak-anak perempuan Nabi Syu'aib sebelum memanjatkan doanya.
2. Doa Nabi Zakaria AS (QS. Al-Anbiya [21] Ayat 89)
Arab: رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Latin: Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik."
Doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria AS ketika beliau merasa sendiri dan mendambakan keturunan yang saleh. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, sebagaimana dikutip Bincang Syariah, ayat ini disebutkan sebagai doa dan sanjungan kepada Allah yang sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh Nabi Zakaria, yaitu meminta agar dikaruniakan seorang anak.
Dalam konteks memohon pasangan hidup, doa ini mengajarkan agar seseorang tidak merasa putus asa ketika belum menemukan jodoh, karena Allah adalah sebaik-baik waris yang akan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.
3. Doa Memohon Pasangan dan Keturunan yang Menyenangkan Hati (QS. Al-Furqan [25] Ayat 74)
Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yun waj'alnā lil-muttaqīna imāmā
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
KH Bisri Mustofa dalam Tafsir Al-Ibriz menjelaskan bahwa doa ini bukan sekadar permintaan duniawi untuk mendapatkan keluarga bahagia, tetapi permohonan spiritual agar keluarga menjadi jalan menuju surga.
Pasangan dan anak yang saleh adalah cermin dari amal dan iman seseorang, karena itu sebelum meminta keluarga yang baik, seseorang harus memperbaiki dirinya terlebih dahulu.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan pasangan sebagai qurrata a'yun atau penyejuk mata, penyejuk hati, dan kekasih hati; menjadi penyejuk mata untuk memandangnya, menjadi peredam amarah, dan menjadi teman beriringan dalam berjalan di dunia dan akhirat.
4. Doa Istikharah Memohon Jodoh Terbaik
Teks Arab (untuk laki-laki):
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانَةْ خَيْرٌ (وَسَمِّهَا بِاسْمِهَا) فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهَا لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهَا خَيْرًا لِي فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهَا وَقَدِّرْهَا لِي
Latin: Allāhumma anta taqdīru wa lā aqdiru wa ta'lamu wa lā a'lamu wa anta 'allāmul ghuyūb, Allāhumma in kāna lī fī fulānah (sebutkan nama calon istri) khairun fī dīnī wa dunyāya wa ākhiratī faqdirhā lī wa in kāna ghairahā khairal lī fī dīnī wa dunyāya wa ākhiratī faqdli lī bihā wa qaddirhā lī
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang gaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulanah (sebutkan nama calon istri) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku."
Imam Ath-Thabrani dalam Kitabub Du'a meriwayatkan doa ini sebagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW khusus bagi mereka yang menginginkan jodoh terbaik. Sebelum membaca doa ini, langkah yang harus dilakukan adalah menyucikan diri dengan wudu secara sempurna, melaksanakan salat, dan mengucapkan pujian kepada Allah.
Doa ini menekankan penyerahan penuh kepada Allah, dengan menyadari bahwa hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Jabatan Mufti Negeri Selangor menegaskan bahwa adalah diharuskan untuk berdoa memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam mendapatkan jodoh, atau memohon secara spesifik agar orang tertentu dijadikan jodoh kita, selama orang tersebut adalah orang yang saleh dan baik.
Adab dan Waktu Terbaik Doa agar Dimudahkan Bertemu Jodoh
1. Menyucikan Diri dengan Berwudu
Sebelum berdoa, dianjurkan untuk bersuci dengan berwudu. Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa berdoa dalam keadaan suci, terutama dengan wudu, adalah adab yang sangat dianjurkan. Dalam riwayat sahih Ibnu Khuzaimah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berwudu terlebih dahulu sebelum memanjatkan doa.
2. Menghadap Kiblat
Menghadap kiblat saat berdoa adalah adab yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menghadapkan dirinya ke arah kiblat sebelum berdoa. Adab ini menunjukkan penghormatan dan kekhusyukan seorang hamba di hadapan Allah.
3. Memuji Allah dan Bersholawat kepada Nabi SAW
Sebelum memanjatkan permohonan, dianjurkan untuk memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Syekh Majdy Ashour menekankan bahwa dua amalan ini adalah etika dasar dalam berdoa bagi seorang Muslim.
4. Beramal Saleh Sebelum Berdoa
Beramal saleh sebelum berdoa sangat dianjurkan, sebagaimana yang dilakukan Nabi Musa AS yang terlebih dahulu membantu anak-anak perempuan Nabi Syu'aib sebelum memanjatkan doanya. Amal saleh menjadi bukti kesungguhan dan ketulusan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.
5. Waktu Terbaik: Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk berdoa, termasuk doa memohon jodoh. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya".
6. Waktu Terbaik: Antara Azan dan Iqamah
Waktu antara azan dan iqamah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa tidak akan ditolak antara azan dan iqamah.
7. Waktu Terbaik: Hari Jumat
Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah. Waktu terbaik pada hari Jumat adalah setelah salat Asar hingga Maghrib. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu melainkan Allah akan mengabulkannya.
Hikmah Doa agar Dimudahkan Bertemu Jodoh
1. Menumbuhkan Kesadaran bahwa Jodoh adalah Takdir yang Harus Diikhtiarkan
Doa mengajarkan bahwa meskipun jodoh adalah takdir Allah, manusia tetap dituntut untuk berusaha dan berdoa.
Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku, Dr. Ahdar Djamaluddin menegaskan bahwa sabar, ikhtiar, dan istikharah adalah solusi tepat dalam menanti jodoh. Doa menjadi jembatan antara takdir dan ikhtiar, sehingga seorang Muslim tidak hanya pasrah menunggu tanpa usaha.
2. Memberikan Ketenangan Jiwa dan Kesehatan Mental
Berdoa kepada Allah memberikan ketenangan jiwa bagi mereka yang sedang menanti jodoh. Dalam buku yang sama, disebutkan bahwa doa dan salat adalah jalan terbaik untuk mengetahui apakah pilihan yang ada benar-benar sinyal kuat dari Allah untuk hidup bersama.
Ketenangan jiwa ini akan membantu seseorang untuk tidak mudah putus asa dan tetap optimis dalam menanti jodoh.
3. Mendorong Intropeksi Diri dan Perbaikan Kualitas Diri
Doa memohon pasangan yang baik agama dan akhlaknya secara tidak langsung mendorong seseorang untuk berintropeksi diri.
KH Bisri Mustofa dalam Tafsir Al-Ibriz menjelaskan bahwa sebelum meminta keluarga yang baik, seseorang harus memperbaiki dirinya terlebih dahulu. Doa menjadi sarana untuk memohon kepada Allah agar diberikan pasangan yang setara dengan kualitas diri yang telah diperbaiki.
4. Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Doa adalah intisari ibadah (ad-du'ā'u mukhkhul 'ibādah). Dengan rutin berdoa memohon jodoh, seseorang akan semakin dekat kepada Allah dan semakin memahami kehendak-Nya. Dalam konteks ini, doa bukan sekadar meminta, tetapi juga sarana untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan memperbaiki hubungan spiritual.
5. Menjadi Landasan Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
Doa memohon pasangan yang baik agama dan akhlaknya adalah langkah awal untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Dengan memohon pasangan yang tepat, seseorang telah berusaha membangun fondasi rumah tangga yang kokoh sejak sebelum pernikahan. Buya Hamka menegaskan bahwa pernikahan ideal akan menyatukan cara berpikir, nilai hidup, dan orientasi masa depan, sehingga terwujud keseimbangan dalam kehidupan keluarga.
Pertanyaan Seputar Doa Bertemu Jodoh
1. Apa doa yang paling mujarab untuk dimudahkan bertemu jodoh?
Doa Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qasas ayat 24, Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr, adalah salah satu doa yang paling mujarab. KH Sujadi menjelaskan bahwa doa ini dibaca Nabi Musa dalam kondisi lemah, miskin, dan tanpa pasangan, namun Allah memberikan jodoh dari kalangan orang saleh, yaitu putri Nabi Syu'aib. Doa ini sebaiknya diamalkan secara istiqamah disertai usaha nyata dan memperbaiki diri.
2. Kapan waktu terbaik untuk berdoa memohon jodoh?
Waktu terbaik untuk berdoa memohon jodoh adalah sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, serta pada hari Jumat. Sepertiga malam terakhir adalah waktu ketika Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Waktu antara azan dan iqamah juga mustajab, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim.
3. Apakah boleh berdoa memohon jodoh dengan menyebut nama seseorang?
Jabatan Mufti Negeri Selangor menegaskan bahwa adalah diharuskan untuk berdoa memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam mendapatkan jodoh, atau memohon secara spesifik agar orang tertentu dijadikan jodoh kita, selama orang tersebut adalah orang yang saleh dan baik.
Namun, sebaiknya mengambil pengajaran daripada doa istikharah yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu berdoa: seandainya lelaki pilihan itu baik untuk diriku, agamaku, serta kehidupanku maka permudahkanlah dan berkatilah; seandainya dia tidak baik untuk diriku, agamaku, serta kehidupanku maka jauhkanlah.
4. Apa adab berdoa agar dimudahkan bertemu jodoh?
Adab berdoa agar dimudahkan bertemu jodoh meliputi: menyucikan diri dengan berwudu, menghadap kiblat, memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi SAW, beramal saleh sebelum berdoa, serta berdoa dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa berdoa dalam keadaan suci, menghadap kiblat, dan merendahkan diri di hadirat Allah adalah adab yang sangat dianjurkan.
5. Apakah doa bisa mengubah takdir jodoh?
Jodoh adalah takdir Allah yang telah ditetapkan, namun doa dapat menjadi sarana untuk memohon yang terbaik. Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku dijelaskan bahwa doa bukan sekadar ritual permintaan, melainkan bentuk penyerahan diri dan pengakuan akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pemberi Jodoh.
Jabatan Mufti Negeri Selangor menegaskan bahwa jodoh merupakan antara takdir yang boleh diubah melalui usaha dan doa. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, sehingga doa yang dipanjatkan dengan tulus akan dikabulkan pada waktu yang tepat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376437/original/004738100_1792370901-IMG_20261017_140924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376433/original/081394100_1792368907-1001773746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376435/original/006142800_1792369117-1001186912.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376250/original/059578400_1792319519-IMG-20261018-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376423/original/002118700_1792361915-1000050427.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376426/original/001199500_1792362612-image_750x500_6ad4a2ef43692.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376247/original/084800500_1792318326-1001772123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376363/original/076562800_1792334112-1000137618.jpg)