4 Bacaan Doa untuk Anak agar Tumbuh Menjadi Pribadi Saleh, Bersumber dari Al-Qur’an

Bacaan doa untuk anak agar tumbuh menjadi pribadi saleh menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kedekatan dengan Allah SWT. Bacaan doa untuk anak agar tumbuh menjadi pribadi saleh menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.

Al-Qur'an mengabadikan doa-doa para nabi dan orang saleh yang memohon keturunan yang baik. Doa-doa ini dapat menjadi panduan bagi setiap orang tua Muslim.

Salah satu doa yang paling masyhur adalah doa Nabi Ibrahim AS yang termaktub dalam Surah Asy-Syaffat ayat 100, di mana beliau memohon kepada Allah agar dikaruniai anak yang termasuk dalam golongan orang-orang saleh.

Kedudukan doa orang tua sangatlah istimewa dalam pandangan Allah SWT. Siti Rachmah Amalia dalam Hermeneutika Doa Kepada Orang Tua menjelaskan bahwa doa kepada orang tua dan doa orang tua untuk anak memiliki keterkaitan erat dengan konsep birru al-walidain (berbakti kepada orang tua).

Kasih sayang orang tua kepada anak dapat diwujudkan dalam tiga bentuk utama; memenuhi kebutuhan anak, menasihati dan mendidik anak, serta mendoakan kebaikan bagi anak. Buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadhli (2014) menjadi salah satu rujukan populer yang mengulas secara lengkap tentang kekuatan doa orang tua, adab berdoa, waktu-waktu mustajab, serta doa-doa para nabi dan rasul untuk anaknya.

Bacaan Doa untuk Anak agar Tumbuh Menjadi Pribadi Saleh

Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid dalam buku Prophetic Parenting: Cara Nabi Mendidik Anak menjelaskan bahwa doa orang tua termasuk doa yang pasti dikabulkan, sehingga sudah sepatutnya orang tua senantiasa memanjatkan doa terbaik bagi buah hatinya.

Berikut ini adalah beberapa bacaan doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan diajarkan para nabi untuk memohon agar anak tumbuh menjadi pribadi saleh. Doa-doa ini dapat diamalkan oleh setiap orang tua Muslim.

1. Doa Nabi Ibrahim AS (Surah Asy-Syaffat: 100)

Ini adalah doa yang paling masyhur untuk memohon anak yang saleh. Nabi Ibrahim AS memanjatkan doa ini sebelum beliau dikaruniai Nabi Ismail AS.

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin: Rabbi hab lî minash shâlihîn

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih."

Dalam kitab Tafsir ath-Thabari, dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS berdoa dengan penuh kerendahan hati, memohon kepada Allah agar diberikan keturunan yang termasuk dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh.

2. Doa Nabi Zakaria AS (Surah Ali Imran: 38)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS ketika beliau sudah berusia lanjut dan belum dikaruniai keturunan. Beliau memohon kepada Allah agar diberikan anak yang baik.

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Latin: Rabbi hab lî mil ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî'ud-du'â'

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imran/3: 38)

Dalam kitab Shofwah at-Tafâsîr karya Muhammad Ali ash-Shabuni, dijelaskan bahwa makna dzurriyyatan thayyibah adalah keturunan yang suci, bersih, dan saleh.

3. Doa Nabi Ibrahim AS untuk Keturunannya (Surah Ibrahim: 40)

Doa ini merupakan permohonan Nabi Ibrahim AS agar dirinya dan anak cucunya senantiasa menjadi orang-orang yang mendirikan shalat.

Arab: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Latin: Rabbij 'alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du'â'

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim/14: 40)

Siti Rachmah Amalia dalam skripsinya menjelaskan bahwa doa Nabi Ibrahim AS ini menunjukkan betapa pentingnya mendidik anak untuk menjadi hamba yang taat beribadah. Dalam perspektif hermeneutika Gadamer, doa ini memiliki makna yang relevan bagi orang tua modern yang mendambakan anak-anak yang saleh dan menjaga ibadahnya.

4. Doa untuk Anak agar Menjadi Penyejuk Hati (Surah Al-Furqan: 74)

Doa ini mengajarkan orang tua untuk memohon agar anak dan pasangan menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan hati, serta menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a'yunin waj'alnâ lil muttaqîna imâmâ

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pandangan mata yang menyejukkan dari para istri dan anak keturunan kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan/25: 74)

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din menjelaskan bahwa keturunan yang saleh adalah salah satu dari tiga amal yang pahalanya tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.

Tata Cara dan Waktu Membaca Doa untuk Anak agar Tumbuh Menjadi Pribadi Saleh

Agar doa yang dipanjatkan dapat terkabul dengan sebaik-baiknya, orang tua dianjurkan untuk memperhatikan tata cara dan memilih waktu-waktu yang tepat. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Tata Cara Berdoa

• Memulai dengan Memuji Allah dan Bershalawat: Sebelum menyampaikan permohonan, hendaknya orang tua memulai dengan memuji Allah SWT, membaca hamdalah, istighfar, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaknya dia memulainya dengan memuji dan menyanjung Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi, kemudian setelah itu baru dia berdoa sesukanya." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

• Menghadap Kiblat: Berdoa dengan menghadap kiblat merupakan salah satu adab yang dianjurkan, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW ketika berdoa di Arafah dan ketika shalat Istisqa'.

• Mengangkat Kedua Tangan: Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah sunah yang menunjukkan penghambaan dan ketundukan kepada Allah SWT.

• Dengan Suara Lembut dan Penuh Rasa Takut serta Harap: Allah SWT berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut." (QS. Al-A'raf/7: 55). Berdoa dengan khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.

• Menyebut Nama Anak: Jika mendoakan anak secara spesifik, dianjurkan untuk menyebutkan nama anak dalam doa, agar doa lebih terarah dan terfokus.

• Mengulangi Doa Tiga Kali: Mengulangi doa sebanyak tiga kali merupakan amalan yang dianjurkan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

• Mengakhiri dengan Shalawat dan Doa yang Ma'tsur: Setelah menyampaikan permohonan, hendaknya menutup doa dengan shalawat kembali dan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan sunah.

Waktu-Waktu Terbaik untuk Berdoa

• Sepertiga Malam Terakhir: Waktu ini adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, karena Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Ku-kabulkan." (HR. Bukhari dan Muslim).

• Antara Azan dan Ikamah: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ditolak doa yang dipanjatkan antara azan dan ikamah." (HR. Ibnu Huzaimah).

• Saat Sujud dalam Shalat: Rasulullah SAW bersabda, "Saat paling dekat bagi seorang hamba kepada Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim).

• Setelah Shalat Fardhu: Berdoa setelah menyelesaikan shalat fardhu adalah waktu yang dianjurkan, terutama setelah membaca zikir dan doa-doa yang ma'tsur.

• Hari Jumat: Hari Jumat memiliki waktu-waktu khusus yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu yang tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkannya.

• Bulan Ramadan dan Hari Arafah: Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah di mana doa-doa dikabulkan, begitu pula hari Arafah yang merupakan waktu terbaik untuk berdoa.

• Ketika Turun Hujan: Rasulullah SAW bersabda bahwa doa ketika turun hujan adalah salah satu waktu yang mustajab.

Keutamaan Doa untuk Anak agar Tumbuh Menjadi Pribadi Saleh

Doa orang tua untuk anak memiliki keutamaan yang sangat besar, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Berikut ini lima keutamaan utamanya.

1. Doa yang Mustajab dan Tidak Tertolak

Doa orang tua kepada anaknya adalah salah satu dari tiga doa yang dijamin mustajab oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan al-Bukhari).

Dengan keutamaan ini, orang tua memiliki senjata spiritual yang sangat kuat untuk mengantarkan anaknya menjadi pribadi saleh.

2. Membentuk Karakter dan Akhlak Anak

Doa orang tua berperan besar dalam membentuk kepribadian anak. Dengan secara konsisten mendoakan kebaikan, kelembutan hati, dan kesalehan anak, orang tua menanamkan benih-benih positif dalam jiwa anak. Allah SWT Maha Kuasa untuk membalikkan keadaan hati manusia, dan doa adalah wasilah yang sangat efektif dalam proses pendidikan karakter anak.

3. Menjadi Wasilah Perlindungan dari Bahaya

Doa orang tua dapat menjadi perisai yang melindungi anak dari berbagai bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, seperti gangguan setan, penyakit 'ain, dan pengaruh lingkungan yang buruk. Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa-doa perlindungan untuk anak-anaknya.

4. Mendatangkan Keberkahan dan Rezeki

Doa orang tua yang tulus dapat mendatangkan keberkahan dalam hidup anak, termasuk dalam hal rezeki, ilmu, dan kesalehan. Hal ini sebagaimana doa Nabi Muhammad SAW untuk Anas bin Malik: "Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah selalu baginya apa yang telah Engkau berikan kepadanya." (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Menjadi Amal Jariyah yang Tidak Terputus

Anak yang saleh adalah salah satu dari tiga amal yang pahalanya tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya." (HR. Muslim). Dengan mendidik anak menjadi saleh, orang tua telah menanam investasi akhirat yang tiada henti.

 

 

Pertanyaan Seputar Doa Agar Anak Saleh

 1. Apa doa yang paling utama untuk memohon anak yang saleh?

Doa yang paling utama adalah doa Nabi Ibrahim AS yang termaktub dalam Surah Asy-Syaffat ayat 100: "Rabbi hab lî minash shâlihîn" (Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih). Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS sebelum beliau dikaruniai Nabi Ismail AS, dan merupakan doa yang paling masyhur di kalangan umat Islam untuk memohon keturunan yang saleh.

2. Kapan waktu yang paling tepat untuk mendoakan anak agar menjadi saleh?

Waktu yang paling tepat adalah pada sepertiga malam terakhir, antara azan dan ikamah, saat sujud dalam shalat, setelah shalat fardhu, hari Jumat, bulan Ramadan, dan ketika turun hujan. Waktu-waktu ini adalah waktu-waktu mustajab yang sangat dianjurkan untuk berdoa, terutama untuk mendoakan kebaikan anak.

3. Apakah doa orang tua bisa mengubah sifat buruk anak?

Ya, doa orang tua sangat berpotensi mengubah sifat dan perilaku anak, karena Allah Maha Kuasa untuk membalikkan keadaan hati manusia. Doa menjadi bentuk ikhtiar spiritual yang melengkapi usaha lahiriah. Dengan doa, orang tua menyerahkan segala keterbatasan diri kepada Allah yang Maha Membolak-balikkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam skripsi Mohamad Kholid Rohmatulloh, kasih sayang orang tua yang diwujudkan melalui doa dan pendidikan adalah kunci dalam membentuk karakter anak yang saleh.

4. Bolehkah mendoakan hal buruk untuk anak yang sedang nakal?

Tidak, sangat dilarang mendoakan keburukan untuk anak, bahkan dalam keadaan marah sekalipun. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis: "Janganlah kalian mendoakan kecelakaan atas diri kalian, janganlah kalian mendoakan kecelakaan bagi anak-anak kalian, dan janganlah kalian mendoakan kecelakaan atas harta kalian." (HR. Abu Daud). Doa buruk bisa saja dikabulkan karena doa orang tua itu mustajab, sehingga orang tua harus sangat berhati-hati dalam bertutur kata.

5. Apakah ada doa khusus untuk anak yang sudah dewasa agar tetap saleh?

Ya, doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah Ibrahim ayat 40 dapat diamalkan untuk anak yang sudah dewasa: "Rabbij 'alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du'â'" (Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat). Doa ini mencakup permohonan agar anak dan keturunan senantiasa menjaga ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, tidak hanya di masa kecil tetapi sepanjang hayat.