Liputan6.com, Jakarta - Dalil berbuat baik pada hewan dalam Islam memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadis. Ajaran tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan moral atau kepedulian terhadap makhluk hidup, tetapi juga menjadi bagian dari prinsip ihsan, yakni berbuat baik dan memperlakukan makhluk Allah dengan penuh kasih sayang.
Al-Qur'an menyebut hewan sebagai umat sebagaimana manusia. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam QS Al-An'am ayat 38. Hewan merupakan bagian dari kehidupan yang berada dalam ciptaan dan ketetapan Allah SWT.
Karena itu, manusia tidak semestinya memperlakukan hewan secara sewenang-wenang. Sikap menjaga, merawat, dan tidak menyakiti hewan menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap makhluk ciptaan Allah.
Advertisement
Ajaran tentang kasih sayang kepada hewan juga tercermin dalam hadis Rasulullah SAW. Sebagai pembawa risalah yang mengajarkan rahmat bagi seluruh alam, Nabi Muhammad SAW memberikan perhatian terhadap perlakuan manusia kepada makhluk hidup, termasuk hewan.
Namun, ajaran tentang kasih sayang terhadap hewan masih menghadapi tantangan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Kasus penyiksaan dan kekejaman terhadap hewan masih ditemukan, termasuk dalam berbagai konten yang beredar di media sosial.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah dalil berbuat baik pada hewan dalam Islam sebagai landasan untuk memperlakukan hewan dengan baik dan penuh kasih sayang, sebagai bagian dari akhlak muslim.
Dalil-Dalil Berbuat Baik pada Hewan
Dalil Al-Qur'an tentang Berbuat Baik pada Hewan
1. QS Al-An'am: 38
Arab: وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Latin: Wa mā min dābbatin fil-arḍi wa lā ṭā'irin yaṭīru bijanāḥaihi illā umamun amṡālukum, mā farraṭnā fil-kitābi min syai'in ṡumma ilā rabbihim yuḥsyarūn
Artinya: "Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan."
Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibn Katsir (3:253) menjelaskan bahwa maksud "umat-umat seperti kamu" adalah makhluk-makhluk yang diciptakan seperti manusia juga, yang memiliki kehidupan dan akan dihisab.
2. QS Al-A'raf: 56
Arab: وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Latin: Wa lā tufsidū fil-arḍi ba'da iṣlāḥihā wad'ūhu khaufan wa ṭama'an, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn
Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan."
Dalil Hadis tentang Berbuat Baik pada Hewan
3. Hadis tentang Ihsan terhadap Segala Sesuatu
Arab: إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Latin: Innallāha kataba al-iḥsāna 'alā kulli syai'in, fa iżā qataltum fa aḥsinul qitlata, wa iżā żabaḥtum fa aḥsinuż żabḥa, walyuḥidda aḥadukum syafratahu fal yuriḥ żabīḥatahu
Artinya: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Tajamkanlah pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu." (HR. Muslim no. 1955)
Imam Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini mengandung perintah untuk berbuat ihsan kepada hewan yang dihormati (al-muḥtaram), yaitu hewan yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.
4. Hadis tentang Pahala Memberi Minum Hewan
Arab: بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ لَأَجْرًا فَقَالَ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Latin: Bainamā rajulun yamsyī biṭarīqin isytadda 'alaihil 'aṭasyu fa wajada bi'ran fa nazala fīhā fa syariba ṡumma kharaja fa iżā kalbun yalhaṡu ya'kulul ṡarā minal 'aṭasyi fa qālar rajulu laqad balaga hāżal kalba minal 'aṭasyi miṡlul lażī kāna balaga minnī fa nazalal bi'ra fa mala'a khuffahu mā'an ṡumma amsakahu bifīhi ḥattā raqiya fa saqal kalba fa syakarallāhu lahu fa gafara lahu. Qālū yā Rasūlallāhi wa inna lanā fī hāżihil bahā'imi la ajran? Fa qāla: fī kulli kabidin raṭbatin ajr.
Artinya: "Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di suatu jalan, ia merasa sangat kehausan, lalu ia menemukan sebuah sumur dan turun ke dalamnya dan minum. Kemudian ia keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya memakan tanah karena kehausan. Laki-laki itu berkata: 'Anjing ini telah merasakan apa yang aku rasakan.' Lalu ia turun ke sumur, memenuhi sepatunya dengan air, dan membawanya dengan mulutnya hingga ia naik, lalu memberi minum anjing tersebut. Allah pun bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah bagi kami dalam (berbuat baik pada) binatang ada pahala?' Rasulullah menjawab: 'Di setiap hati yang basah ada pahala.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "di setiap hati yang basah" adalah dalam berbuat baik kepada setiap hewan yang hidup, dengan memberinya minum dan sejenisnya, terdapat pahala. Ibnu Baththal menambahkan bahwa hadis ini sangat menekankan untuk menyayangi semua makhluk, termasuk binatang baik piaraan maupun liar.
5. Hadis tentang Azab Menyiksa Kucing
Arab: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ بْنُ أَسْمَاءَ حَدَّثَنَا نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا حِينَ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
Latin: 'Użżibat imra'atun fī hirratin sajanathā ḥattā mātat fa dakhalat fīhan nāra lā hiya aṭ'amathā wa lā saqathā ḥīna ḥabasathā wa lā hiya tarakathā ta'kulu min khasyāsyil arḍi
Artinya: "Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati, lalu wanita itu masuk neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak pula membiarkannya mencari makan sendiri dari serangga-serangga di tanah." (HR. Bukhari no. 3482)
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadis ini mengajarkan pentingnya memperlakukan hewan dengan baik. Menyiksa hewan tanpa alasan yang benar dapat mengakibatkan hukuman berat di akhirat.
6. Hadis tentang Anjuran Menyayangi Hewan Sembelihan
Arab: إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
Latin: Innallāha katabal iḥsāna 'alā kulli syai'
Artinya: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu." (HR. Muslim)
Makna Mendalam Dalil-Dalil Berbuat Baik pada Hewan
1. Pengakuan Kedudukan Hewan sebagai Umat
QS Al-An'am: 38 secara eksplisit menyebut hewan sebagai umamun amṡālukum (umat-umat seperti kamu). Ini bukan sekadar kiasan, melainkan pengakuan ontologis bahwa hewan memiliki eksistensi dan tujuan penciptaan tersendiri. Mereka bukan objek yang bisa diperlakukan sewenang-wenang, melainkan makhluk yang memiliki hak hidup dan kesejahteraan.
2. Ihsan sebagai Prinsip Universal
Hadis "innallāha kataba al-iḥsāna 'alā kulli syai'" menegaskan bahwa ihsan adalah prinsip yang berlaku universal, mencakup segala sesuatu termasuk hewan. Ini berarti berbuat baik kepada hewan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang telah ditetapkan Allah.
3. Kasih Sayang sebagai Jalan Mendapat Rahmat
Hadis tentang "orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman" menunjukkan bahwa kasih sayang kepada makhluk bumi, termasuk hewan, menjadi syarat untuk mendapatkan rahmat Allah. Kasih sayang kepada hewan adalah cerminan kasih sayang kepada Sang Pencipta.
4. Ampunan Dosa melalui Kebaikan kepada Hewan
Kisah pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Bahkan dosa besar dapat diampuni karena satu perbuatan baik kepada hewan. Ini menunjukkan bahwa kebaikan kepada hewan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.
5. Keseimbangan antara Pemanfaatan dan Tanggung Jawab
Islam mengizinkan manusia memanfaatkan hewan untuk berbagai keperluan, tetapi dengan tanggung jawab. Hadis tentang menyembelih dengan cara yang baik menunjukkan bahwa bahkan dalam proses pemanfaatan, hewan tetap harus diperlakukan dengan ihsan. Ini menciptakan keseimbangan antara hak manusia dan hak hewan.
Hikmah Memahami Dalil Berbuat Baik pada Hewan
1. Menumbuhkan Kesadaran Spiritual
Memahami dalil-dalil berbuat baik pada hewan menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan terhadap makhluk Allah memiliki konsekuensi spiritual. Memberi makan hewan yang kelaparan, memberi minum yang kehausan, dan menghindari penyiksaan bukan hanya perbuatan baik secara etis, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala dan ampunan dosa.
2. Membangun Karakter Ihsan yang Universal
Ihsan bukanlah sikap yang bisa diterapkan secara parsial. Dengan memahami bahwa ihsan berlaku atas segala sesuatu, seseorang dilatih untuk berbuat baik secara konsisten, tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada hewan dan lingkungan. Ini membentuk karakter yang utuh dan terintegrasi.
3. Mencegah Kerusakan Ekologis
Larangan berbuat kerusakan di bumi (QS Al-A'raf: 56) dan larangan menyiksa hewan merupakan fondasi etika lingkungan dalam Islam. Memahami dalil-dalil ini mendorong manusia untuk menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi spesies yang terancam punah, dan tidak merusak habitat hewan.
4. Menumbuhkan Empati dan Kelembutan Hati
Hadis-hadis tentang kasih sayang kepada hewan, seperti kisah burung yang kehilangan anaknya dan unta yang menangis karena kelaparan, mengajarkan empati. Kemampuan merasakan penderitaan makhluk lain adalah fondasi moral yang penting dalam Islam. Empati ini kemudian berkembang menjadi kelembutan hati dalam berinteraksi dengan semua makhluk.
5. Menjaga Keseimbangan Hak dan Kewajiban
Islam mengajarkan bahwa hewan memiliki hak-hak yang harus dihormati: hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan makanan dan minuman, hak untuk tidak disiksa, dan hak untuk hidup sesuai dengan fitrahnya. Memahami dalil-dalil ini membantu manusia menyadari bahwa pemanfaatan hewan harus disertai dengan pemenuhan hak-hak tersebut.
Pertanyaan Seputar Dalil Berbuat Baik Pada Hewan
1. Apakah berbuat baik kepada hewan mendapatkan pahala?
Ya, berbuat baik kepada hewan mendapatkan pahala. Rasulullah SAW bersabda: "Di setiap hati yang basah ada pahala" (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa memberi makan dan minum kepada hewan yang membutuhkan bernilai ibadah.
2. Apa hukum menyiksa hewan dalam Islam?
Menyiksa hewan hukumnya haram. Hadis tentang wanita yang diazab karena mengurung kucing hingga mati menunjukkan bahwa menyiksa hewan dapat mengakibatkan hukuman neraka. Islam mengajarkan kasih sayang dan kelembutan terhadap semua makhluk hidup.
3. Apakah boleh membunuh hewan dalam Islam?
Islam mengizinkan pembunuhan hewan untuk tujuan yang dibenarkan, seperti menyembelih untuk konsumsi, membunuh hewan yang berbahaya, atau hewan fasiq (seperti ular, gagak, tikus, anjing gila, dan burung elang). Namun, harus dilakukan dengan cara yang baik (ihsan).
4. Bagaimana etika menyembelih hewan dalam Islam?
Etika menyembelih hewan dalam Islam meliputi: menggunakan pisau yang tajam, mempercepat proses penyembelihan, tidak menyiksa hewan, tidak menyembelih di hadapan hewan lain, dan memastikan hewan dalam kondisi sehat. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu... jika kamu menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik." (HR. Muslim)
5. Apakah hewan juga akan dihisab di akhirat?
QS Al-An'am: 38 menyatakan bahwa hewan akan dikumpulkan kepada Tuhan mereka (ṡumma ilā rabbihim yuḥsyarūn). Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hewan akan dihisab sesuai dengan perlakuan yang mereka terima. Ini menunjukkan bahwa perlakuan manusia terhadap hewan memiliki konsekuensi di akhirat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376652/original/077229200_1792384373-1001774260.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234457/original/056637500_1748349449-images__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376549/original/016553400_1792379962-IMG-20261019-WA0036.jpg)