Liputan6.com, Jakarta - Hati manusia kerap dilanda kegelisahan, cemas dan lelah. Dalam kondisi ini, umat Islam perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam adalah dengan membaca sholawat. Sholawat bukan sekadar bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga penyejuk hati dan pembuka keberkahan hidup.
Perintah bersholawat telah ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).
Advertisement
Ustadz Mahmud Sami dalam kitab 70 Shalawat Pilihan menjelaskan bahwa sholawat pada hakikatnya adalah wujud pengagungan kepada Nabi sekaligus pengakuan atas kedudukan beliau di sisi Allah.
Sementara itu, dalam 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, sholawat disebut sebagai cahaya penerang sanubari, kekuatan bagi hati, ketenangan bagi jiwa, kesejukan bagi mata, dan wangi kesturi bagi majelis pertemuan. Berikut adalah kumpulan sholawat penyejuk hati yang dapat diamalkan sehari-hari.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan sholawat penyejuk hati.
Kumpulan Sholawat Penyejuk Hati Teks Arab, Latin dan Artinya
1. Sholawat Syifa (Tibbil Qulub), Obat Hati dan Penyejuk Jiwa
Sholawat Syifa, yang juga dikenal sebagai Sholawat Tibbil Qulub, secara bahasa berarti “obat hati”. Sholawat ini disebut pula dengan nama Sholawat Nurul Abshar yang berarti “cahaya mata hati”. NU Online menjelaskan bahwa shalawat ini memiliki faedah khusus untuk mengobati hati yang sempit dan pikiran yang bingung.
Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihâ wa ’alâ âlihî wa shahbihî wa sallim
Artinya: “Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan.”
2. Sholawat Syekh Hasan al-Ghazzi, Penghilang Kesulitan
Sholawat ini diijazahkan oleh Syekh Hasan Abi Halawah al-Ghazzi, seorang ulama yang menetap di Baitul Maqdis. Dalam kitab Sa’âdatud Dârain, Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani menuturkan bahwa ia pernah menghadapi kesulitan berat dan mendatangi Syekh Hasan untuk mengadukan keadaannya. Setelah mengamalkan sholawat ini secara rutin, Allah segera menghilangkan semua kesulitannya.
Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الحَبِيْبِ الْمَحْبُوْبِ شَافِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرُوْبِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidini Muhammadinil habibil mahbub, syafil ‘ilali wa mufarrijil kurub, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, kekasih yang dicintai, penyembuh penyakit, pelepas kesusahan, serta kepada keluarga dan sahabatnya. Dan berikanlah keselamatan.”
3. Sholawat Munjiyat, Penyelamat dari Kegelisahan
Sholawat Munjiyat dikenal sebagai sholawat pembuka jalan, penghilang gelisah, dan penarik rahmat Allah. Banyak ulama menganjurkan membacanya ketika hati diliputi keresahan, kegelisahan, atau kecemasan. Dalam kitab-kitab turats, sholawat ini disebut sebagai ash-shalâtul munjiyah yang berarti “sholawat penyelamat”.
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin shalātan tunjīnā bihā min jamī‘il ahwāli wal āfāt, wa taqḍī lanā bihā jamī‘al hājāt, wa tuṭahhirunā bihā min jamī‘is sayyiāt, wa tarfa‘unā bihā ‘indaka a‘lad darajāt, wa tuballighunā bihā aqshal ghāyāt min jamī‘il khairāti fil hayāti wa ba‘dal mamāt
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala bencana dan mara bahaya, dengannya Engkau penuhi segala hajat kami, dengannya Engkau sucikan kami dari segala kesalahan, dengannya Engkau angkat derajat kami di sisi-Mu setinggi-tingginya, dan dengannya Engkau sampaikan kami kepada puncak segala kebaikan di dalam kehidupan maupun setelah kematian.”
4. Sholawat Nariyah, Pembuka Kesulitan dan Penenang Jiwa
Sholawat Nariyah dikenal luas sebagai wasilah spiritual untuk membuka kesulitan dan menenangkan hati. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa barangsiapa membaca Sholawat Nariyah setiap hari sebanyak 41 kali, 100 kali, atau lebih, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dan kesedihannya, mempermudah segala urusannya, menerangi hatinya, dan memudahkan rezekinya.
Arab: اللّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muhammadinil-ladzi tanhallu bihil-‘uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-hawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa husnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lûmin lak
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”
5. Sholawat Nurul Anwar, Cahaya di Kala Gelap
Sholawat Nurul Anwar sangat mujarab untuk mencapai hajat dan menghilangkan berbagai kesusahan. Sayyid Ahmad Al Badawi menyatakan bahwa sholawat ini telah teruji coba dapat mengabulkan segala hajat, menepis setiap kesedihan, dan menolak kesulitan.
Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلاَنْوَارِ وَسِرِّ اْلاَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَآلِهِ اْلاَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ nûril anwâr, wa sirril asrâr, wa tiryâqil aghyâr, wa miftâhi bâbil yasâr, sayyidinâ wa maulânâ Muhammadinil mukhtâr, wa âlihil ath-hâr, wa ash-hâbihil akhyâr, ‘adada ni‘amillâhi wa ifdhâlih
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada cahaya segala cahaya, rahasia segala rahasia, penawar segala penyakit, dan pembuka pintu kemudahan, yaitu junjungan dan pemimpin kami Nabi Muhammad pilihan, serta keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia, sebanyak nikmat dan karunia Allah.”
Kandungan Mendalam Sholawat Penyejuk Hati
Kumpulan sholawat penyejuk hati ini memiliki kandungan makna yang sangat kaya dan mendalam.
Pertama, sholawat berfungsi sebagai syifâ’ (penyembuhan)—bukan hanya penyembuhan fisik, tetapi juga penyembuhan hati yang gelisah dan pikiran yang kacau. Sholawat Tibbil Qulub secara khusus menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai “obat hati dan penawarnya”.
Kedua, sholawat mengandung tafrîj (pembebasan dari kesulitan). Sholawat Munjiyat dan Nariyah secara spesifik memohon agar Allah melepaskan segala ikatan kesulitan, melenyapkan kesusahan, dan memenuhi segala hajat. Ini menunjukkan bahwa sholawat bukan sekadar pujian, melainkan doa yang sangat konkret untuk problem kehidupan.
Ketiga, sholawat menjadi nûr (cahaya) yang menerangi hati. Sholawat Nurul Anwar mengajarkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah “cahaya di atas segala cahaya,” sehingga siapa pun yang bersholawat akan mendapatkan pancaran cahaya tersebut dalam hatinya.
Keempat, sholawat mengandung thumânînah (ketenangan jiwa). Sayyid Muhammad ‘Alawi al-Maliki menegaskan bahwa sholawat adalah laku spiritual paling ampuh untuk mendapatkan ketenangan. Ini karena sholawat menghubungkan hati hamba dengan sumber segala ketenangan, yaitu Allah SWT.
Manfaat Membaca Sholawat Penyejuk Hati
Membaca sholawat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, sholawat juga menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut lima manfaat membaca sholawat penyejuk hati yang dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mendatangkan Ketenangan Hati dan Pikiran
Membaca sholawat secara rutin dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati ketika menghadapi kegelisahan, kesedihan, dan tekanan hidup. Dengan mengingat Allah dan memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW, seorang Muslim diharapkan dapat menumbuhkan sikap sabar, memperkuat harapan, serta menghadapi persoalan dengan pikiran yang lebih jernih.
2. Memohon Kemudahan dalam Menghadapi Kesulitan
Sholawat juga kerap diamalkan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual ketika seseorang menghadapi kesulitan atau urusan yang terasa berat. Dalam tradisi amalan umat Islam, Sholawat Nariyah dikenal sebagai salah satu bacaan yang dipanjatkan untuk memohon pertolongan dan kemudahan kepada Allah SWT. Namun, kemudahan tersebut tetap merupakan kehendak Allah, bukan hasil yang dapat dijamin hanya dengan membaca sholawat dalam jumlah tertentu.
3. Menjadi Sarana Memohon Kesembuhan
Sholawat Tibbil Qulub dikenal di kalangan umat Islam sebagai sholawat yang berisi doa memohon kesehatan, keselamatan, dan kesembuhan. Membacanya dapat menjadi bagian dari ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT, baik ketika menghadapi kegelisahan hati maupun saat mengalami sakit. Meski demikian, sholawat bukan pengganti pengobatan medis, melainkan dapat menyertai usaha pengobatan yang tepat.
4. Mengharapkan Ampunan dan Rahmat Allah SWT
Memperbanyak sholawat merupakan amalan yang memiliki keutamaan dalam Islam. Amalan ini menjadi bentuk ketaatan sekaligus ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW. Seorang Muslim yang membiasakan diri membaca sholawat juga diharapkan semakin terdorong untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, sholawat menjadi bagian dari ikhtiar untuk meraih ampunan dan rahmat-Nya.
5. Mendapatkan Keutamaan Sholawat dan Mengharapkan Syafaat Rasulullah SAW
Salah satu keutamaan membaca sholawat ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang bersholawat kepada beliau satu kali, Allah akan memberikan sholawat kepadanya sepuluh kali.
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan amalan ini. Membaca sholawat menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperoleh limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengharapkan syafaat beliau dengan izin Allah pada hari kiamat.
Pertanyaan Seputar Sholawat
1. Apa saja sholawat yang paling dianjurkan untuk menenangkan hati?
Sholawat Syifa (Tibbil Qulub), Sholawat Syekh Hasan al-Ghazzi, Sholawat Munjiyat, Sholawat Nariyah, dan Sholawat Nurul Anwar adalah yang paling dianjurkan. Masing-masing memiliki keutamaan khusus dalam menenangkan hati dan menghilangkan kesulitan.
2. Mengapa sholawat bisa menjadi penyejuk hati?
Karena sholawat menghubungkan hati hamba dengan sumber segala ketenangan, yaitu Allah SWT. Sayyid Muhammad ‘Alawi al-Maliki menegaskan bahwa sholawat adalah laku spiritual paling ampuh untuk mendapatkan ketenangan. Selain itu, sholawat mengandung doa yang secara spesifik memohon kelapangan hati dan penghilangan kesedihan.
3. Berapa kali sebaiknya membaca sholawat penyejuk hati?
Tidak ada ketentuan baku. Untuk Sholawat Nariyah, Imam Al-Qurthubi menganjurkan 41 kali atau 100 kali sehari. Sholawat Munjiyat dianjurkan 40 kali setelah salat fardhu. Yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan hati, bukan sekadar jumlah.
4. Apakah sholawat penyejuk hati bisa dibaca kapan saja?
Ya, sholawat dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, terutama saat hati sedang gelisah, cemas, atau menghadapi kesulitan. Sholawat juga sangat dianjurkan setelah salat fardhu, di pagi dan sore hari, serta pada malam hari.
5. Apakah ada dalil khusus tentang sholawat penyejuk hati?
Dalil utamanya adalah QS. Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan bersholawat. Selain itu, banyak ulama seperti Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam Sa’âdatud Dârain yang mencatat khasiat sholawat tertentu untuk menghilangkan kesulitan dan menenangkan hati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376423/original/002118700_1792361915-1000050427.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376426/original/001199500_1792362612-image_750x500_6ad4a2ef43692.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376247/original/084800500_1792318326-1001772123.jpg)