Liputan6.com, Jakarta - Tema Hari Osteoporosis Sedunia menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang. Peringatan yang jatuh setiap 20 Oktober ini mengajak masyarakat memahami osteoporosis, mulai dari faktor risiko, pencegahan, hingga pentingnya mendapatkan penanganan yang tepat.
Pada 2026, kampanye Hari Osteoporosis Sedunia mengusung tema “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life”, yang dapat dimaknai sebagai membangun, melindungi, dan memperkuat tulang sepanjang hidup.
Mengutip situs resmi World Osteoporosis Day yang dikelola International Osteoporosis Foundation (IOF), kampanye tahun ini menekankan bahwa kesehatan tulang perlu dijaga pada setiap tahap kehidupan. Upaya tersebut dimulai sejak masa kanak-kanak, dilanjutkan ketika dewasa, hingga usia lanjut untuk membantu mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang.
Advertisement
Pesan ini menunjukkan bahwa menjaga tulang tidak perlu menunggu sampai usia tua. Kebiasaan makan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menjalani pola hidup sehat sejak dini dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan tulang.
Kapan Hari Osteoporosis Sedunia Diperingati?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328587/original/021641300_1787201478-761b3708-665c-4103-b08a-cd5f14894978.jpg)
Hari Osteoporosis Sedunia atau World Osteoporosis Day diperingati setiap tanggal 20 Oktober. Pada 2026, peringatan ini jatuh pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai osteoporosis, penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.
Kampanye ini tidak hanya ditujukan kepada orang lanjut usia. Anak-anak, remaja, orang dewasa, dan lansia sama-sama perlu memperhatikan kesehatan tulang karena kebiasaan yang dibangun sejak dini dapat memengaruhi kondisi tulang pada masa mendatang.
Sejarah Hari Osteoporosis Sedunia
Sejarah Hari Osteoporosis Sedunia bermula pada 20 Oktober 1996. Peringatan ini pertama kali diluncurkan oleh National Osteoporosis Society di Inggris dengan dukungan Komisi Eropa.
Pada 1997, penyelenggaraan kampanye kemudian dilanjutkan oleh International Osteoporosis Foundation (IOF), organisasi internasional yang berfokus pada pencegahan, diagnosis, dan penanganan osteoporosis serta penyakit terkait tulang dan otot.
Selanjutnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) turut menjadi sponsor bersama pada 1998 dan 1999. Sejak 1999, kampanye Hari Osteoporosis Sedunia mulai mengangkat tema khusus untuk memperkuat pesan edukasi kepada masyarakat.
Seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi kampanye kesehatan global yang melibatkan berbagai organisasi, tenaga kesehatan, komunitas pasien, dan masyarakat di berbagai negara.
Advertisement
Mengapa Kesehatan Tulang Penting untuk Dijaga?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328583/original/004155500_1787201478-1029da87-e957-45d1-9b6b-7ee9cf5c418a.jpg)
Tulang memiliki peran penting dalam menopang tubuh, membantu pergerakan, melindungi organ, serta menjadi tempat penyimpanan mineral. Karena itu, menjaga kesehatan tulang turut mendukung aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.
Salah satu masalah kesehatan tulang yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis. Menurut WHO, osteoporosis merupakan penyakit yang membuat tulang melemah sehingga lebih mudah mengalami patah tulang.
Hal yang perlu diperhatikan, osteoporosis sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Seseorang bisa saja tidak menyadari bahwa kepadatan tulangnya menurun sampai terjadi patah tulang akibat benturan ringan atau jatuh.
Risiko osteoporosis dapat meningkat seiring pertambahan usia. Perempuan setelah menopause juga memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan hormon estrogen dapat mempercepat kehilangan massa tulang. Meski demikian, osteoporosis juga dapat dialami laki-laki dan orang yang berusia lebih muda dengan faktor risiko tertentu.
Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan tulang sesuai kebutuhan dan penilaian faktor risiko penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat patah tulang, menggunakan obat tertentu dalam jangka panjang, atau mempunyai kondisi medis yang memengaruhi tulang.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Mencegah Osteoporosis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844119/original/093269300_1716804919-Ilustrasi_ayah_ibu__kakek_nenek__lansia.jpg)
Menjaga kesehatan tulang dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan protein
Kalsium merupakan mineral penting untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang. Sementara itu, protein membantu mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk pemeliharaan jaringan tulang dan otot.
Beberapa pilihan makanan yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari antara lain susu dan produk olahannya, ikan yang dapat dimakan bersama tulangnya, tahu, tempe, serta sayuran tertentu.
Kebutuhan kalsium setiap orang berbeda, tergantung usia dan kondisi kesehatan. Karena itu, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
2. Memenuhi kebutuhan vitamin D
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Asupan vitamin D dapat diperoleh dari makanan tertentu, seperti ikan berlemak dan telur, serta melalui pembentukan vitamin D di kulit dengan bantuan sinar matahari.
Namun, kebutuhan vitamin D tidak selalu dapat dipenuhi dengan cara yang sama oleh setiap orang. Penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan, terutama jika terdapat risiko kekurangan vitamin D.
3. Rutin melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan tulang, otot, keseimbangan, dan kemampuan bergerak. Beberapa kegiatan yang dapat dipertimbangkan antara lain berjalan kaki, menaiki tangga, serta latihan penguatan otot.
Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan kondisi kesehatan. Orang yang telah mengalami osteoporosis atau mempunyai riwayat patah tulang sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan aktivitas yang aman.
4. Menghindari kebiasaan yang merugikan tulang
Kebiasaan merokok dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tulang. Konsumsi alkohol berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan risiko masalah tulang dan patah tulang.
Selain itu, pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik dapat membuat upaya menjaga kesehatan tulang menjadi kurang optimal.
Membangun kebiasaan sehat secara bertahap dapat menjadi langkah yang lebih mudah dilakukan daripada mengubah seluruh rutinitas sekaligus.
5. Mencegah jatuh, terutama pada usia lanjut
Pencegahan jatuh merupakan bagian penting dari upaya mengurangi risiko patah tulang. Hal ini terutama berlaku bagi orang lanjut usia atau mereka yang memiliki tulang rapuh.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah menjaga lantai rumah agar tidak licin, menyediakan penerangan yang cukup, menggunakan alas kaki yang tidak mudah tergelincir, dan menyingkirkan barang yang menghalangi jalan.
Latihan keseimbangan juga dapat membantu mengurangi risiko jatuh apabila dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
6. Melakukan pemeriksaan jika memiliki faktor risiko
Jangan mengabaikan riwayat patah tulang akibat benturan ringan, perubahan postur tubuh, atau penurunan tinggi badan yang tidak biasa. Kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Dokter dapat menilai faktor risiko dan menentukan apakah pemeriksaan kepadatan mineral tulang diperlukan. Jika osteoporosis telah terdiagnosis, penanganan dapat mencakup obat-obatan, perbaikan nutrisi, latihan yang sesuai, serta langkah pencegahan jatuh.
Advertisement
Memaknai Hari Osteoporosis Sedunia dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4736827/original/080231300_1707275018-centre-for-ageing-better-REIecbS8XQY-unsplash.jpg)
Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa kesehatan tulang perlu mendapat perhatian sejak usia muda.
Keluarga dapat memulainya dengan menyediakan makanan bergizi, membiasakan aktivitas fisik, dan menciptakan lingkungan rumah yang aman. Edukasi mengenai osteoporosis juga penting agar masyarakat tidak menganggap penyakit ini hanya berkaitan dengan proses penuaan.
Sesuai pesan kampanye 2026, membangun, melindungi, dan memperkuat tulang perlu dilakukan sepanjang hidup. Dengan memahami faktor risiko dan menerapkan kebiasaan sehat, masyarakat dapat mengambil langkah nyata untuk menjaga mobilitas dan kualitas hidup hingga usia lanjut.
Pertanyaan Seputar Hari Osteoporosis Sedunia
1. Hari Osteoporosis Sedunia diperingati setiap tanggal berapa?
Hari Osteoporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober. Pada 2026, peringatan tersebut jatuh pada Selasa, 20 Oktober 2026.
2. Apa tema Hari Osteoporosis Sedunia 2026?
Tema Hari Osteoporosis Sedunia 2026 adalah “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life”. Tema ini menekankan pentingnya membangun, melindungi, dan memperkuat tulang sepanjang hidup.
3. Bagaimana cara sederhana mencegah osteoporosis?
Upaya menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung kalsium dan protein, memenuhi kebutuhan vitamin D, berolahraga secara teratur, menghindari rokok, serta mencegah jatuh. Orang dengan faktor risiko osteoporosis juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah pemeriksaan tulang diperlukan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3276211/original/085837400_1603444840-micheile-henderson-PpZasS086os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280581/original/082471000_1752234091-flower-493115_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376671/original/074456300_1792386104-Headline_Rumah_dengan_Fasad_Menghadap_Barat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5120522/original/080311500_1738661141-Baking_soda.jpg)