Liputan6.com, Jakarta - Memilih pasangan hidup bukan hanya tentang menemukan seseorang yang cocok secara emosional, tetapi juga mencari pendamping yang dapat menguatkan iman dan mengajak kepada kebaikan. Doa agar dipertemukan dengan jodoh yang membawa lebih dekat kepada Allah merupakan ikhtiar batin agar pernikahan jadi jalan menuju ketakwaan sekaligus membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Islam mengajarkan pentingnya mempertimbangkan agama dan akhlak dalam memilih pasangan. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa agama merupakan salah satu kriteria utama dalam memilih pasangan hidup. Prinsip ini menegaskan bahwa kecantikan, harta, dan kedudukan sosial bukan satu-satunya ukuran dalam membangun rumah tangga. Pasangan yang baik diharapkan mampu saling mengingatkan dalam ibadah, menjaga keharmonisan keluarga, dan mendukung satu sama lain untuk tetap berada di jalan Allah SWT.
Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku, Dr. Ahdar Djamaluddin menjelaskan pentingnya doa, kesabaran, ikhtiar, dan salat istikharah dalam menghadapi persoalan jodoh. Doa menjadi sarana seorang hamba memohon petunjuk kepada Allah, sementara ikhtiar dan istikharah membantu seseorang mempertimbangkan pilihan pasangan secara lebih bijaksana.
Advertisement
Uswatun Khasanah dalam skripsi Jodoh dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik) menguraikan bahwa pernikahan memiliki sejumlah tujuan, di antaranya menjalankan perintah Allah, mengikuti sunah Rasulullah SAW, melestarikan keturunan, dan menghadirkan ketenteraman hati.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah doa agar dipertemukan dengan jodoh yang membawa lebih dekat kepada Allah SWT.
Doa agar Dipertemukan dengan Jodoh yang Membawa Lebih Dekat kepada Allah
1. Doa Memohon Pasangan yang Saleh dan Ridha Allah
Arab: اَللّٰهُمَّ يَسِّرْ لِي أَمْرَ زَوَاجِي وَاجْمَعْنِي بِمَنْ تَرْضَاهُ لِي
Latin: Allāhumma yassir lī amra zawājī wajma’nī biman tardhāhu lī
Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah urusan jodohku dan pertemukanlah aku dengan orang yang Engkau ridai untukku."
Doa ini merupakan permohonan yang komprehensif, mencakup permintaan agar urusan jodoh dimudahkan dan agar dipertemukan dengan pasangan yang diridai Allah. Dalam konteks "membawa lebih dekat kepada Allah", frasa man tardhāhu lī (orang yang Engkau ridai untukku) mengandung makna yang sangat dalam.
Pasangan yang diridai Allah pastilah orang yang saleh atau salehah, yang komitmen agamanya kuat, akhlaknya mulia, dan mampu menjadi mitra dalam ketaatan. Doa ini sejalan dengan hadis Nabi yang menganjurkan untuk memilih pasangan karena agamanya, karena pasangan yang baik agamanya akan membawa keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
2. Doa Memohon Pasangan dan Keturunan sebagai Penyejuk Hati (QS. Al-Furqan [25] Ayat 74)
Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a‘yun waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini merupakan permohonan agar dikaruniai pasangan dan anak-anak yang saleh dan salehah. Pasangan dan keturunan yang saleh akan menyejukkan mata ketika memandangnya dan menenangkan hati saat melihat ketaatan mereka kepada Allah serta menjauhi larangan-Nya.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menambahkan bahwa pasangan digambarkan sebagai qurrata a‘yun—penyejuk mata, penyejuk hati, dan kekasih hati.
Dalam konteks "membawa lebih dekat kepada Allah", pasangan yang saleh adalah pasangan yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan, mengajak beribadah, dan menjadi teladan dalam ketakwaan. Doa ini juga memohon agar pasangan dan keturunan menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa, sehingga kehidupan rumah tangga menjadi sarana peningkatan iman.
3. Doa Nabi Zakaria AS (QS. Al-Anbiya [21] Ayat 89)
Arab: رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Latin: Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik."
Doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria AS ketika beliau mendambakan keturunan yang saleh. Sebaik-baik jodoh adalah mereka yang bisa melengkapi kekurangan kita, menutupi aib kita, dan mampu membawa kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.
Dalam konteks doa agar dipertemukan dengan jodoh yang membawa lebih dekat kepada Allah, doa ini mengajarkan agar seseorang tidak merasa putus asa ketika belum menemukan jodoh, karena Allah adalah sebaik-baik waris yang akan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat. Kesendirian bukanlah akhir dari segalanya, dan Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya yang tulus.
4. Doa Nabi Musa AS (QS. Al-Qasas [28] Ayat 24)
Arab: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."
Doa ini dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang mendambakan pasangan hidup yang saleh. Doa ini menekankan pengakuan seorang hamba atas kebutuhannya kepada Allah, termasuk kebutuhan akan pasangan hidup yang baik agama dan akhlaknya. Dalam konteks "membawa lebih dekat kepada Allah", doa ini mengajarkan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah.
Kesadaran bahwa hanya Allah yang mampu memberikan jodoh terbaik akan menumbuhkan sikap tawakal dan kepasrahan total, yang pada gilirannya akan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.
Tata Cara, Adab, dan Waktu Terbaik Berdoa
1. Ikhlas dan Menghadirkan Hati
Doa harus dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, bukan karena riya atau pamer. Menghadirkan hati secara penuh dalam berdoa adalah adab yang sangat penting. Doa harus dilakukan dengan menghadirkan hati, bukan sekadar melafalkan tanpa kesadaran.
2. Memuji Allah dan Bersholawat kepada Nabi SAW
Sebelum menyampaikan permohonan, dianjurkan untuk memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Doa sebaiknya diawali dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat, dan diakhiri dengan shalawat pula.
3. Menghadap Kiblat dan Berwudu
Menghadap kiblat dan berwudu sebelum berdoa adalah adab yang dicontohkan Rasulullah SAW. Menghadap qiblat dan berwudu terlebih dahulu sebelum berdoa adalah bagian dari tata cara berdoa yang benar.
4. Merendahkan Suara dan Bersungguh-sungguh
Doa hendaknya dipanjatkan dengan suara yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu samar, serta dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya. Doa harus dilakukan dengan penuh kerendahan, tidak terburu-buru, dan yakin akan dikabulkan.
5. Waktu Terbaik: Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk berdoa. Waktu sepertiga malam menjadi momen paling istimewa karena suasana sunyi membuat komunikasi dengan Allah terasa lebih intim dan khusyuk. Sepertiga malam terakhir adalah salah satu waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa.
6. Waktu Terbaik: Setelah Salat Wajib dan Antara Azan-Iqamah
Waktu setelah salat lima waktu dan antara azan serta iqamah adalah waktu mustajab untuk berdoa. Doa sering dikabulkan pada waktu-waktu tersebut, termasuk setelah salat wajib, antara azan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, dan pada jam terakhir setelah Asar di hari Jumat.
7. Waktu Terbaik: Hari Jumat, Terutama Setelah Asar
Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri. Waktu antara Asar dan Maghrib pada hari Jumat adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Jam terakhir setelah Asar pada hari Jumat adalah salah satu waktu mustajab.
8. Waktu Terbaik: Saat Sujud dan Hari-Hari Tertentu
Saat sujud adalah waktu ketika seorang hamba paling dekat dengan Allah. Waktu sujud, malam hari, hari Jumat, dan saat berpuasa pada hari Senin dan Kamis sebagai waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
Hikmah Doa agar Dipertemukan dengan Jodoh yang Membawa Lebih Dekat kepada Allah
1. Menumbuhkan Kesadaran bahwa Pernikahan adalah Ibadah
Doa ini menumbuhkan kesadaran bahwa pernikahan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis dan sosial, melainkan ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah. Doa dan salat adalah jalan terbaik untuk mengetahui apakah pilihan yang ada benar-benar sinyal kuat dari Allah. Dengan menyadari bahwa pernikahan adalah ibadah, setiap langkah dalam mencari jodoh akan dilandasi niat yang lurus dan orientasi akhirat.
2. Memberikan Ketenangan Jiwa dan Kesehatan Mental
Berdoa kepada Allah memberikan ketenangan jiwa bagi mereka yang sedang menanti jodoh. Ketenangan ini akan membantu seseorang untuk tidak mudah putus asa, tetap optimis, dan mampu mengelola stres serta kecemasan yang sering muncul dalam proses pencarian pasangan. Doa menjadi terapi spiritual yang menjaga kesehatan mental dan emosional.
3. Mendorong Intropeksi Diri dan Perbaikan Kualitas Diri
Doa agar dipertemukan dengan jodoh yang membawa lebih dekat kepada Allah secara tidak langsung mendorong seseorang untuk berintropeksi diri. Jika menginginkan pasangan yang saleh dan mendekatkan diri kepada Allah, maka ia harus terlebih dahulu memperbaiki kualitas diri, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki akhlak. Doa menjadi sarana untuk memohon kepada Allah agar diberikan pasangan yang setara dengan kualitas diri yang telah diperbaiki.
4. Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Doa adalah intisari ibadah (ad-du‘ā’u mukhkhul ‘ibādah). Dengan rutin berdoa memohon jodoh yang membawa lebih dekat kepada Allah, seseorang akan semakin dekat kepada Allah dan semakin memahami kehendak-Nya. Doa bukan sekadar meminta, tetapi juga sarana untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan memperbaiki hubungan spiritual.
5. Menjadi Landasan Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
Doa ini adalah langkah awal untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dengan memohon pasangan yang tepat, yang membawa lebih dekat kepada Allah, seseorang telah berusaha membangun fondasi rumah tangga yang kokoh sejak sebelum pernikahan.
Buya Hamka menegaskan bahwa pernikahan ideal akan menyatukan cara berpikir, nilai hidup, dan orientasi masa depan, sehingga terwujud keseimbangan dalam kehidupan keluarga.
Pertanyaan Seputar Doa Dipertemukan Jodoh
1. Apa doa yang paling tepat agar dipertemukan dengan jodoh yang membawa lebih dekat kepada Allah?
Doa Allāhumma yassir lī amra zawājī wajma‘nī biman tardhāhu lī ("Ya Allah, mudahkanlah urusan jodohku dan pertemukanlah aku dengan orang yang Engkau ridai untukku") adalah doa yang sangat relevan. Frasa "orang yang Engkau ridai" mencakup kriteria pasangan yang saleh, berakhlak mulia, dan komitmen agamanya kuat, sehingga diharapkan dapat membawa diri dan keluarga semakin dekat kepada Allah.
2. Kapan waktu terbaik untuk berdoa agar dipertemukan dengan jodoh yang saleh?
Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah salat wajib, antara azan dan iqamah, saat sujud, serta pada hari Jumat terutama setelah Asar. Sepertiga malam terakhir dan waktu antara azan serta iqamah adalah waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa.
3. Apakah boleh berdoa memohon jodoh dengan menyebut kriteria tertentu, seperti "yang membawa lebih dekat kepada Allah"?
Boleh. Berdoa dengan bahasa sendiri setelah membaca doa-doa yang diajarkan, meminta kepada Allah agar diberikan pasangan yang saleh dan bertakwa. Menyebutkan kriteria seperti "yang membawa lebih dekat kepada Allah" adalah bagian dari permohonan yang spesifik dan tidak dilarang, selama tidak memaksakan kehendak atau meminta sesuatu yang haram.
4. Apa tanda bahwa doa untuk mendapatkan jodoh yang saleh telah dikabulkan?
Tanda-tanda terkabulnya doa dapat berupa kemudahan dalam proses ta'aruf, kecenderungan hati yang kuat dan konsisten terhadap seseorang yang saleh, serta adanya restu dari keluarga. Dr. Ahdar Djamaluddin dalam bukunya menjelaskan bahwa sinyal-sinyal jodoh dapat berupa ikatan batin yang kuat, kesamaan visi hidup, dan penerimaan kedua keluarga. Namun, keputusan akhir tetap harus melalui istikharah dan tawakal kepada Allah.
5. Apakah doa bisa mengubah takdir jodoh agar dipertemukan dengan orang yang membawa lebih dekat kepada Allah?
Jodoh adalah takdir Allah, namun doa dapat menjadi sarana untuk memohon yang terbaik. Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku dijelaskan bahwa doa bukan sekadar ritual permintaan, melainkan bentuk penyerahan diri dan pengakuan akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pemberi Jodoh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463465/original/075219600_1767615770-unnamed__10_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659601/original/048701200_1700708056-0E6A0554-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377898/original/039264800_1792481676-596842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463466/original/014011800_1767615771-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377712/original/018033900_1792476587-email-attachment_2026_10_20_arie-sunaryo_pembakaran-warung-mi-babi-tepi-sawah-sukoharjo-berawal-dari-penolakan-warga_009069800_1789474757-Screenshot_20260912-163744_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928391/original/018886400_1779698424-14751775666247726703.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377681/original/051703100_1792474862-Film_Piye_To_Kih__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301391/original/006762900_1784455370-1200baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377623/original/078813200_1792471801-1289268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377581/original/051062400_1792469934-Inara__3_.jpg)