Liputan6.com, Jakarta - Khilaf dan salah adalah bagian dari kehidupan tiap manusia dan menunjukkan betapa rentannya seseorang. Bacaan doa agar tidak mudah terpengaruh ajakan berbuat dosa menjadi ikhtiar batin agar hati tetap teguh di jalan Allah.
Umat Islam dianjurkan berdoa agar kalbu diarahkan pada ketaatan, dijauhkan dari akhlak buruk, dan dilindungi dari kejahatan diri serta setan. Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik memuat doa musharrifal quluub dan doa keistikamahan. Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI memuat QS Ali Imran 8 dan QS Al-Mukminun 97–98.
Doa menjadi ikhtiar batin agar hati tetap condong kepada taat, bukan kepada maksiat. Doa bukan pengganti usaha, melainkan penyempurna ikhtiar.
Advertisement
Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik memuat doa Nabi tentang hati yang diarahkan kepada taat. Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI menyajikan doa Al-Qur’an agar hati tidak menyimpang setelah mendapat petunjuk. Ebook Koleksi Doa dan Zikir menekankan ikhlas, taubat, dan menjauhi yang haram sebagai adab berdoa.
Doa agar tidak mudah terpengaruh ajakan berbuat dosa dapat menjadi bagian dari amalan harian untuk menjaga hati, memperkuat ketakwaan, dan membangun kesadaran agar tidak mudah mengikuti dorongan hawa nafsu maupun ajakan kepada maksiat.
Doa-Doa agar Tidak Mudah Terpengaruh Ajakan Berbuat Dosa
1. Doa Memohon Ketegaran Hati
Arab: اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Latin: Allaahumma musharrifal quluub, sharrif quluubanaa ‘alaa thaa‘atik.
Artinya: “Ya Allah, Yang Mahakuasa membalikkan hati, arahkanlah kalbu kami untuk senantiasa menaati Engkau.”
Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash bahwa Nabi bersabda, “Sesungguhnya kalbu seluruh manusia berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah Yang Maha Pengasih, bagaikan satu kalbu, Allah mengubah-ubah keadaannya sesuai kehendak-Nya.”
Kemudian beliau berdoa dengan doa di atas. Doa ini menegaskan bahwa keteguhan hati sepenuhnya bergantung pada pertolongan Allah.
2. Doa Berlindung dari Keburukan Amal Sendiri
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَشَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa syarri maa lam a‘mal.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, baik yang telah berlalu maupun yang mungkin aku lakukan.”
Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik meriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Nabi biasa berdoa dengan doa ini, HR Bukhari dan Muslim. Doa ini mendorong kesadaran bahwa ajakan dosa bisa muncul dari dalam diri, sehingga perlindungan Allah dan muhasabah menjadi kunci.
3. Doa Dijauhkan dari Akhlak Buruk dan Hawa Nafsu
Arab: اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَدْوَاءِ
Latin: Allaahumma jannibnii munkaraatil akhlaaqi wal ahwaa’i wal a‘maali wal adwaa’.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, hawa nafsu yang jahat, dosa, serta penyakit hati.”
Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik meriwayatkan dari Ziyad bin ‘Ilaqah dari ayahnya bahwa Nabi biasa berdoa dengan doa ini, HR Tirmidzi dan Hakim, dinilai sahih oleh Al-Albani. Doa ini menyatukan perlindungan dari akhlak tercela, hawa nafsu, amal buruk, dan penyakit hati.
4. Doa Agar Hati Tidak Condong kepada Kesesatan
Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba‘da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan innaka Antal Wahhaab.
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia.”
Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI memuat doa ini dari QS Ali Imran: 8. Doa ini memohon agar hidayah yang sudah diterima tidak tergelincir oleh ajakan dosa.
5. Doa Berlindung dari Bisikan Setan
Arab: رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Latin: Rabbi a‘uudzu bika min hamazaatisy syayaathiin, wa a‘uudzu bika Rabbi an yahdhuruun.
Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”
Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI memuat doa ini dari QS Al-Mukminun: 97–98. Doa ini menolak bisikan setan yang menjadi pintu ajakan dosa.
6. Doa Agar Tidak Diserahkan kepada Diri Sendiri
Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yaa Hayyu yaa Qayyuum, birahmatika astaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ain.
Artinya: “Wahai Rabb Yang Mahahidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku dan jangan serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.”
Buku Dzikir Pagi dan Petang Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani memuat zikir ini. Doa ini sangat relevan karena ajakan dosa sering muncul ketika seseorang merasa mampu mengandalkan dirinya sendiri.
7. Doa Berlindung dari Kejahatan Diri dan Setan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarrisy syaithaani wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu’an aw ajurrahu ilaa muslim.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dari kejahatan setan dan kesyirikannya, serta dari berbuat buruk terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.”
Buku Dzikir Pagi dan Petang memuat doa ini, HR Abu Dawud dan Ibnu Majah. Doa ini menyadarkan bahwa sumber keburukan bisa berasal dari diri dan bisikan setan.
8. Doa Memohon Keistikamahan dan Tekad yang Terbimbing
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
Latin: Allaahumma innii as’aluka ats-tsabaata fil amri wal ‘aziimata ‘alar rusyd, wa as’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima maghfiratika, wa as’aluka syukra ni‘matika wa husna ‘ibaadatik, wa as’aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan, wa as’aluka min khairi maa ta‘lam, wa a‘uudzu bika min syarri maa ta‘lam, wa astaghfiruka limaa ta‘lam, innaka Anta ‘Allaamul ghuyuub.
Artinya: “Ya Allah, aku meminta kepada-Mu keteguhan dalam menghadapi segala perkara dan tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk. Aku meminta kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan ampunan-Mu. Aku meminta kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang baik kepada-Mu. Aku meminta kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui, serta aku memohon ampunan-Mu atas dosa yang Engkau ketahui. Engkaulah Yang Mahatahu segala yang gaib.”
Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik meriwayatkan wasiat Nabi kepada Syaddad bin Aus, dan Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI memuat doa serupa sebagai doa teguh pendirian. Doa ini memadukan permohonan keteguhan, tekad yang lurus, hati bersih, lisan jujur, dan perlindungan dari keburukan yang diketahui maupun tidak.
9. Doa Berlindung dari Kesyirikan yang Disadari dan Tidak Disadari
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika an usyrika bika wa anaa a‘lamu, wa astaghfiruka limaa laa a‘lam.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dalam keadaan aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa yang aku tidak mengetahuinya.”
Ebook Koleksi Doa dan Zikir Ustaz Salehuddin bin Abu Samah memuat doa ini, HR Ahmad. Doa ini menjaga tauhid, karena syirik adalah bentuk dosa terbesar yang harus dijauhi.
Waktu Terbaik Membaca Doa
1. Pagi dan petang
Waktu pagi dan petang menjadi salah satu waktu utama untuk membaca doa dan zikir perlindungan. Buku Dzikir Pagi dan Petang serta Ebook Koleksi Doa dan Zikir menempatkan zikir perlindungan pada waktu pagi, antara setelah Subuh hingga terbit matahari, serta waktu petang, antara Ashar hingga terbenam matahari.
Membacanya secara rutin dapat menjadi bentuk ikhtiar spiritual sebelum menjalani aktivitas sekaligus menutup hari dengan memohon perlindungan Allah.
2. Setelah shalat fardhu
Doa dan zikir perlindungan juga dapat dibaca setelah menunaikan shalat wajib. Dalam Dzikir Pagi dan Petang, terdapat sejumlah zikir setelah shalat fardhu, termasuk bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum dan doa memohon perlindungan dari keburukan diri. Momen setelah shalat menjadi waktu yang baik untuk kembali mengingat Allah ketika hati masih berada dalam suasana ibadah.
3. Ketika muncul dorongan untuk berbuat dosa
Doa dapat menjadi pengingat ketika seseorang mulai merasakan dorongan untuk melakukan maksiat. Bacaan Allahumma musharrifal quluub dan Ya Hayyu Ya Qayyum, misalnya, dapat diamalkan sebagai permohonan agar hati tetap berada dalam ketaatan. Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik mengingatkan bahwa hati manusia dapat berubah-ubah, sehingga seorang Muslim perlu terus memohon pertolongan Allah agar tidak mudah mengikuti hawa nafsu.
4. Sebelum menghadapi lingkungan yang berpotensi mengajak maksiat
Doa perlindungan juga relevan dibaca ketika seseorang akan berinteraksi dengan lingkungan atau teman yang berpotensi membawa pengaruh buruk. Doa Allahumma jannibni munkaratil akhlaq dan Rabbi a‘udzu bika min hamazatisy syayathin dapat menjadi ikhtiar untuk memohon perlindungan dari akhlak buruk dan bisikan setan. Dengan begitu, seseorang tidak hanya mengandalkan kekuatan diri, tetapi juga memohon pertolongan Allah.
5. Pada waktu-waktu mustajab
Doa dapat dipanjatkan kapan saja, tetapi terdapat sejumlah waktu yang dikenal sebagai waktu yang baik untuk berdoa. Kumpulan Doa Sehari-hari menyebut antara azan dan iqamah, menjelang dan sesudah shalat, sepertiga malam terakhir, sepanjang hari Jumat, antara Zuhur dan Ashar serta Ashar dan Maghrib, termasuk ketika turun hujan.
Doa juga dianjurkan untuk diulang, termasuk sebanyak tiga kali, sebagai bentuk kesungguhan dalam memohon kepada Allah.
6. Ketika sedang sedih, gelisah, atau menyesal setelah tergoda dosa
Kondisi hati yang sedang sedih, gelisah, atau dipenuhi penyesalan juga dapat menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan zikir. Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah memuat sejumlah zikir untuk menghadapi kesusahan serta doa taubat.
Dalam keadaan seperti ini, doa bukan hanya permohonan perlindungan, tetapi juga sarana untuk kembali kepada Allah, mengakui kelemahan diri, dan berusaha memperbaiki kesalahan.
Hikmah Doa Perlindungan Diri dari Keburukan Manusia
1. Menjaga hati tetap teguh
Doa musharrifal quluub mengingatkan bahwa hati manusia berada dalam kekuasaan Allah. Kesadaran ini membuat seseorang tidak mudah merasa dirinya sudah kuat menghadapi godaan. Sebaliknya, ia terdorong untuk terus meminta agar Allah meneguhkan hati dalam kebaikan.
2. Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan diri
Doa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ain mengandung permohonan agar Allah tidak menyerahkan manusia kepada dirinya sendiri walaupun hanya sekejap mata. Pesan yang terkandung di dalamnya adalah kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dan dapat tergelincir apabila tidak mendapatkan pertolongan Allah.
3. Membentengi diri dari bisikan setan dan hawa nafsu
Doa perlindungan dari setan, akhlak buruk, dan berbagai keburukan menjadi ikhtiar untuk menjaga pikiran, ucapan, serta perbuatan. Membacanya secara rutin dapat mengingatkan seseorang agar lebih waspada terhadap dorongan yang mengarah kepada dosa dan kemaksiatan.
4. Memperkuat tauhid
Ebook Koleksi Doa dan Zikir menempatkan keikhlasan dan tauhid sebagai bagian penting dalam berdoa. Perlindungan sejatinya dimohonkan kepada Allah, bukan melalui jimat, benda tertentu, atau kekuatan makhluk. Keyakinan tersebut menegaskan ketergantungan seorang Muslim hanya kepada Allah.
5. Mendorong taubat dan muhasabah
Doa perlindungan dari keburukan amal tidak berhenti pada permohonan agar terhindar dari dosa. Doa tersebut juga dapat mendorong seseorang melakukan muhasabah, menyadari kesalahan, menyesalinya, memohon ampun, dan berusaha agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.
6. Menjaga hubungan sosial
Ketika menghadapi keburukan, kedengkian, atau perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain, doa dapat membantu seseorang mengendalikan diri. Ia tidak mudah membalas kezaliman dengan kezaliman, tetapi menyerahkan persoalan kepada Allah sembari tetap berusaha menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
7. Mendatangkan ketenangan dan rasa cukup
Zikir seperti Hasbiyallahu dan Ya Hayyu Ya Qayyum dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati ketika seseorang menghadapi tekanan, godaan, maupun permusuhan. Mengingat Allah membantu seseorang menyadari bahwa dirinya tidak menghadapi persoalan seorang diri.
8. Membentuk ketahanan spiritual dalam jangka panjang
Doa yang diamalkan secara rutin dapat membentuk kebiasaan untuk selalu kembali kepada Allah ketika menghadapi godaan maupun kesulitan. Ketahanan spiritual tidak terbentuk hanya dari satu kali doa, tetapi melalui kebiasaan menjaga hati, memperbanyak zikir, melakukan muhasabah, dan terus berusaha menjauhi lingkungan yang mendorong kepada kemaksiatan.
Pertanyaan Seputar Doa Agar Terhindar dari Dosa
1. Apa doa paling singkat agar tidak mudah terpengaruh ajakan dosa?
“Allahumma musharrifal quluub, sharrif quluubanaa ‘alaa thaa‘atik” dan “Yaa Hayyu yaa Qayyuum, birahmatika astaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ain” dapat dibaca sebagai doa ringkas.
2. Kapan sebaiknya membaca doa agar tidak mudah tergoda dosa?
Pagi dan petang, setelah shalat fardhu, saat muncul dorongan dosa, sebelum berinteraksi dengan lingkungan yang berisiko, serta pada waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir.
3. Apakah doa ini harus dibaca berulang?
Banyak zikir perlindungan dibaca tiga atau tujuh kali. Kumpulan Doa Sehari-hari juga menganjurkan mengulang doa tiga kali. Pengulangan membantu hati lebih hadir dan fokus.
4. Bolehkah berdoa dengan bahasa sendiri agar dijauhkan dari dosa?
Boleh, tetapi doa yang diajarkan Nabi lebih utama karena maknanya sempurna. Doa sendiri tetap harus menjaga adab, tidak memohon dosa, dan tidak memutus silaturahmi.
5. Apa syarat doa agar dijauhkan dari ajakan dosa dikabulkan?
Ikhlas, yakin, khusyuk, bertaubat, mengonsumsi yang halal, tidak tergesa-gesa, tidak memohon dosa, serta disertai usaha menjauhi lingkungan dan kebiasaan yang memicu maksiat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928391/original/018886400_1779698424-14751775666247726703.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377681/original/051703100_1792474862-Film_Piye_To_Kih__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301391/original/006762900_1784455370-1200baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377623/original/078813200_1792471801-1289268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377581/original/051062400_1792469934-Inara__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377541/original/047660200_1792468303-IMG-20261020-WA0000-768x942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377540/original/018677800_1792468167-IMG-20261020-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377524/original/035752100_1792467870-1001777304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)