Update Jumlah Korban Kebakaran KMP Batumandi

KMP Batumandi terbakr saat akan sandar di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 06:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banten - Kebakaran Kapal KMP Batumandi yang akan sandar di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, menyebabkan enam penumpang menjadi korban. Mereka dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran kapal yang terjadi di dekat Pulau Merak Besar, perairan Selat Sunda tersebut.

Situasi didalam kapal saat api mulai muncul disebut sangat kacau, karena penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan pelampung, sekoci maupun perahu nelayan.

"Korban tadi ada enam orang, yang memang satu shock, karena situasinya chaos, ada yang sesak napas, ada yang luka ringan, ada yang dibawa ke puskesmas dan rumah sakit, sekarang sudah pulang ke rumahnya. Tidak ada (korban jiwa)," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, Rabu (21/10/2026).

Bagi penumpang KMP Batumandi yang ingin pulang, sudah disiapkan kendaraan dan akan diantar sampai rumah. Sedangkan yang masih ingin beristirahat terlebih dahulu, akan disiapkan penginapan oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

"Bagi para penumpang yg sudah kami data kami fasilitasi pulang ke rumahnya menggunakan kendaraan. Jika masih membutuhkan verifikasi atau mau menginap dulu, maka semua disiapkan," terangnya.

Api yang membakar kapal KMP Batumandi sudah dipadamkan, kini sedangkan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang menyala. Jika kondisi sudah dingin, tim investigasi dari KNKT dan kepolisian bisa melakukan penyelidikan.

"Belum bisa kita pastikan (asal api), karena masih menunggu investigasi dari KNKT dan kepolisian, ada yang bilang dari buritan dan lain-lain, kami belum bisa pastikan, karena perlu investigasi," tuturnya.

Proses pendataan untuk pemberian bantu rugi kepada penumpang atas kendaraan hingga barang bawaan yang hangus terbakar, masih dilakukan pendataan oleh PT ASDP Indonesia Ferry bersama Jasa Raharja.

"Saat ini sedang kami data dan akan kami berikan pergantian dengan Jasa Raharja dan tentunya ini masih dalan proses pendataan," jelasnya.