Liputan6.com, Jakarta - Tiap orang pasti berharap jodoh terbaik bagi dirinya. Memahami tanda pasangan yang baik menurut Islam penting bagi yang mendambakan keluarga sakinah, mawadah dan warahmah.
Pilihan terbaik dalam tidak semata-mata dilihat dari penampilan, harta, maupun latar belakang keluarga. Islam menempatkan agama dan akhlak sebagai pertimbangan utama dalam memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidup.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Hurairah menjelaskan bahwa perempuan dinikahi karena empat hal, yakni harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Di antara keempat pertimbangan tersebut, agama menjadi faktor yang paling ditekankan.
Advertisement
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis tersebut menganjurkan seorang Muslim untuk mengutamakan kualitas agama ketika memilih pasangan, karena agama yang baik menjadi salah satu landasan terciptanya kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.
Memilih pasangan juga membutuhkan kesabaran, ikhtiar, dan doa. Dr. Ahdar Djamaluddin dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku menekankan pentingnya ikhtiar dan istikharah dalam proses menentukan pendamping hidup. Jodoh tidak cukup dinilai berdasarkan perasaan atau ketertarikan semata, tetapi perlu dipertimbangkan dengan matang melalui usaha, doa, dan memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Uswatun Khasanah dalam skripsi Jodoh dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik) menjelaskan beberapa kriteria yang berkaitan dengan kesamaan iman, status hubungan yang dibenarkan syariat, serta kesepadanan atau sekufu. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah tanda-tanda pasangan yang baik menurut Islam.
Tanda-Tanda Pasangan yang Baik Menurut Islam
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, sebagaimana dikutip Fauziyah dan Moh. Jufriyadi Sholeh dalam jurnal Pasangan Ideal dalam Al-Quran Perspektif Buya Hamka, menempatkan mawaddah wa rahmah sebagai bagian penting dalam membangun hubungan suami dan istri.
1. Baik Agamanya dan Akhlaknya Mulia
Tanda pertama dan paling utama adalah kualitas agama dan akhlak. Rasulullah SAW bersabda, "Perempuan itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung" (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, dan Ibnu Majah).
Agama dan akhlak adalah modal utama rumah tangga harmonis. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa akhlak yang baik adalah pembawaan dalam diri yang lahir pada sikap lahiriah, tanggapan, dan tindakan spontan tanpa pikir panjang; jika perbuatan itu bagus menurut syara' dan akal sehat, maka itulah akhlak yang baik.
2. Bertakwa kepada Allah dan Menjaga Ibadah
Pasangan yang baik adalah yang menjadikan agama sebagai fondasi hidupnya, menjaga ibadah wajib, meninggalkan larangan, dan mencari nafkah melalui cara yang halal.
Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menafsirkan bahwa kriteria pasangan ideal mencakup pasangan yang bertakwa kepada Allah (QS. Al-Furqan ayat 74). Ketakwaan menjadi fondasi kokoh karena pasangan akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhi larangan Allah.
3. Sekufu (Kesetaraan dalam Agama dan Karakter)
Konsep kafa'ah atau sekufu tidak terbatas pada aspek material, tetapi mencakup keselarasan dalam pemahaman agama, pendidikan, karakter, dan visi hidup. Dalam kitab Al-Ikhtiyar li Ta'lil al-Mukhtar, Imam Al-Maushili menjelaskan bahwa kafa'ah dalam pernikahan meliputi nasab, agama dan ketakwaan, profesi, kemerdekaan, dan harta.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa manusia cenderung menyukai yang sama dengannya, dan hubungan tidak akan langgeng tanpa kesamaan.
4. Penyayang dan Subur (Wadud dan Walud)
Rasulullah SAW menganjurkan untuk menikahi wanita yang penyayang (wadud) dan subur (walud), karena beliau akan berbangga dengan banyaknya umat pada hari kiamat.
Dalam hadis riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menikah dan melarang keras membujang, serta bersabda, "Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak (subur) karena aku akan berbangga dengan kalian di hadapan para nabi pada hari kiamat". Sifat penyayang mencerminkan akhlak mulia, sedangkan kesuburan adalah karunia Allah yang mendukung kelangsungan keturunan.
5. Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya (Amanah)
Pasangan yang baik adalah yang memiliki rasa tanggung jawab dan dapat dipercaya. Dalam hadis riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.
Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas rumahnya" (HR Bukhari dan Muslim). Tanggung jawab ini mencakup menjaga kehormatan, harta, dan kesejahteraan keluarga.
6. Tidak Mudah Marah dan Berlidah Lembut
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin mengingatkan bahwa pasangan yang berlidah tajam, suka mengomel, berkata kotor, dan berakhlak buruk akan membawa mudharat lebih besar daripada manfaatnya.
Sebaliknya, pasangan yang baik adalah yang mampu berinteraksi dengan lembut, sabar, dan penuh kasih sayang. Dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan untuk bergaul dengan pasangan secara ma'ruf (QS. An-Nisa ayat 19), yang menurut Imam Ibnu Katsir berarti memperbaiki ucapan dan perbuatan sesuai kemampuan, sebagaimana kita ingin diperlakukan demikian.
7. Diterima oleh Keluarga dan Memiliki Visi yang Sama
Tanda pasangan yang baik juga dapat dilihat dari penerimaan keluarga dan kesamaan visi hidup. Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku, Dr. Ahdar Djamaluddin menjelaskan bahwa ketika keluarga telah saling menyetujui dan merespons, segala urusan akan berjalan lancar.
Restu orang tua memudahkan jalan untuk saling mengenal dan menerima satu dengan lain. Kesamaan visi dalam beragama, mendidik anak, dan membangun rumah tangga sakinah juga menjadi indikator penting.
8. Menjaga Kehormatan Diri (Afdal dan 'Afishah)
Pasangan yang baik adalah yang menjaga kehormatan dirinya, baik ketika bersama maupun ketika tidak ada.
Dalam Al-Qur'an, wanita salehah dijelaskan sebagai "yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka" (QS. An-Nisa ayat 34). Menurut Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya, menjaga kehormatan mencakup menjaga diri dari perbuatan tercela dan menjaga harta suami ketika tidak bersamanya.
Pentingnya Mencari Pasangan yang Baik
1. Menjalankan Perintah Allah dan Sunnah Rasulullah
Menikah adalah perintah Allah dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman, "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu..." (QS. An-Nur ayat 32).
Rasulullah SAW juga bersabda, "Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga), kawinlah" (HR Bukhari dan Muslim). Mencari pasangan yang baik adalah bagian dari menjalankan perintah tersebut dengan cara yang benar.
2. Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
Tujuan pernikahan dalam Islam adalah membentuk keluarga yang sakinah (tenteram), mawaddah (penuh cinta), dan rahmah (penuh kasih sayang).
Buya Hamka menegaskan bahwa keluarga ideal adalah mereka yang mampu menghadirkan perasaan sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam rumah tangga, baik dari suami maupun istri. Pasangan yang baik agama dan akhlaknya adalah kunci untuk mewujudkan tujuan mulia ini.
3. Menjaga Keturunan dan Mendidik Generasi Saleh
Pasangan yang baik akan melahirkan dan mendidik anak-anak yang saleh. Dalam hadis riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menikahi wanita yang subur dan penyayang karena beliau akan berbangga dengan banyaknya umat pada hari kiamat.
Pendidikan agama dan akhlak dimulai dari rumah, sehingga pasangan yang baik agama dan akhlaknya akan menjadi teladan bagi anak-anak.
4. Menghindari Fitnah dan Perbuatan Dosa
Rasulullah SAW bersabda bahwa menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi kemaluan (HR Bukhari dan Muslim).
Dengan memilih pasangan yang baik, seseorang akan lebih mudah menjaga diri dari perbuatan zina dan fitnah. Dalam Al-Qur'an, Allah melarang mendekati zina (QS. Al-Isra ayat 32), dan pernikahan adalah solusi yang ditawarkan Islam.
5. Mendapatkan Keberkahan dan Kebahagiaan Dunia Akhirat
Pasangan yang baik agama dan akhlaknya akan membawa keberkahan dalam rumah tangga. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa siapa yang bersahabat dengan orang baik agamanya akan mendapatkan manfaat dari akhlak, keberkahan, dan kebaikan jalan hidupnya, serta aman dari mafsadah.
Kebahagiaan sejati tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat, dan pasangan yang baik adalah sahabat perjalanan menuju Allah.
Hikmah Memahami Tanda Pasangan yang Baik Menurut Islam
1. Membimbing pada Pemilihan yang Lebih Bijaksana
Memahami tanda-tanda pasangan yang baik membantu seorang Muslim untuk tidak tergoda oleh aspek lahiriah semata seperti kecantikan atau kekayaan.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kecantikan bisa merusak dan harta bisa menyesatkan, tetapi agama adalah penyelamat (HR Ibnu Majah). Dengan memahami tanda-tanda ini, seseorang akan lebih bijaksana dalam memilih pasangan yang membawa keberkahan.
2. Menumbuhkan Kesadaran akan Pentingnya Agama dan Akhlak
Tanda-tanda pasangan yang baik menempatkan agama dan akhlak sebagai prioritas utama. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menegaskan bahwa akhlak yang baik adalah dasar penting untuk membantu pengamalan agama.
Kesadaran ini akan mendorong seseorang untuk mencari pasangan yang tidak hanya baik di dunia, tetapi juga di akhirat.
3. Mendorong Introspeksi dan Perbaikan Diri
Memahami tanda-tanda pasangan yang baik juga mendorong introspeksi diri. Al-Qur'an menganjurkan siapa pun yang ingin mendapatkan pasangan terbaik agar mempersiapkan diri sebagai orang terbaik bagi orang yang diinginkannya, karena Allah akan menjodohkan hamba-Nya dengan orang yang sepadan dengannya. Dengan demikian, memahami kriteria pasangan ideal juga berarti memperbaiki kualitas diri.
4. Menjadi Landasan Membangun Keluarga Harmonis
Pasangan yang baik agama dan akhlaknya akan menjadi fondasi keluarga yang harmonis. Buya Hamka menegaskan bahwa pernikahan ideal akan menyatukan cara berpikir, nilai hidup, dan orientasi masa depan, sehingga terwujud keseimbangan dalam keluarga.
Hikmah ini menegaskan bahwa memahami tanda-tanda pasangan yang baik adalah investasi jangka panjang untuk kebahagiaan rumah tangga.
5. Memberikan Ketenangan Jiwa dan Optimisme
Memahami tanda-tanda pasangan yang baik memberikan ketenangan jiwa karena seseorang memiliki panduan yang jelas dalam mencari jodoh. Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku,
Dr. Ahdar Djamaluddin menegaskan bahwa doa dan salat adalah jalan terbaik untuk mengetahui apakah pilihan yang ada benar-benar sinyal kuat dari Allah. Dengan panduan yang jelas, seseorang akan lebih optimis dan tenang dalam menanti jodoh yang tepat.
Â
Pertanyaan Seputar Pasangan yang Baik Menurut Islam
1. Apa tanda utama pasangan yang baik menurut Islam?
Tanda utama pasangan yang baik menurut Islam adalah kualitas agama dan akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda, "Pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung" (HR Bukhari dan Muslim). Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menegaskan bahwa akhlak yang baik adalah dasar penting untuk membantu pengamalan agama dan menghindarkan dari mudharat.
2. Apakah kriteria pasangan ideal menurut Imam Al-Ghazali?
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan delapan kriteria pasangan ideal, yaitu agama yang kuat, akhlak mulia, kecantikan atau penampilan, kemudahan dalam mahar, kemampuan reproduksi, status perawan atau janda, baiknya nasab, serta tidak memiliki hubungan kekerabatan dekat. Dua kriteria pertama yang disebutkan adalah religiusitas dan akhlak, menunjukkan betapa pentingnya aspek spiritual dan moral dalam memilih pasangan.
3. Bagaimana cara mengetahui pasangan yang baik agamanya?
Pasangan yang baik agamanya dapat diketahui dari konsistensinya dalam menjalankan ibadah wajib, menjauhi larangan, dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam NU Online dijelaskan bahwa suami idaman adalah yang menjadikan agama sebagai fondasi hidupnya, menjaga ibadah wajib, meninggalkan yang dilarang, dan mencari nafkah melalui cara yang halal. Selain itu, bergaul dengan orang-orang saleh dan menghormati orang tua juga menjadi indikator akhlak yang baik.
4. Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk tanda pasangan yang baik?
Kecantikan atau ketampanan adalah salah satu kriteria yang disebutkan dalam hadis, tetapi bukan yang utama. Rasulullah SAW menyebutkan empat kriteria—harta, keturunan, kecantikan, dan agama—dan menekankan agar memilih yang baik agamanya.
Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa kecantikan dianjurkan selama diikuti oleh kecantikan akhlak atau inner beauty, dan jika dihadapkan pada pilihan antara yang cantik tetapi agamanya kurang baik dengan yang kurang cantik tetapi agamanya baik, maka yang agamanya baik didahulukan.
5. Apa yang harus dilakukan jika belum menemukan pasangan yang sesuai kriteria?
Jika belum menemukan pasangan yang sesuai kriteria, seorang Muslim dianjurkan untuk bersabar, terus berdoa, dan berikhtiar. Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku, Dr. Ahdar Djamaluddin menegaskan bahwa sabar, ikhtiar, dan istikharah adalah solusi tepat.
Selain itu, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah juga menjadi kunci, karena Allah akan menjodohkan hamba-Nya dengan orang yang sepadan dengannya. Jangan berputus asa, karena jodoh adalah takdir Allah yang akan datang pada waktu yang tepat.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613289/original/005132000_1697515634-_fpdl.in__young-muslim-bride-groom-wedding-photos_181624-37735_normal.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378065/original/015357700_1792489138-IMG-20261020-WA0083.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377582/original/053256900_1792469934-Inara__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378030/original/087066000_1792487897-597284.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378009/original/052921700_1792486326-1001777731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377874/original/074936400_1792481105-Film_Begu_Ganjang__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378014/original/037441300_1792486758-IMG-20261017-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377952/original/017457300_1792483883-1001777780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463465/original/075219600_1767615770-unnamed__10_.jpg)