Detik-Detik Evakuasi 162 Pendaki Gunung Sumbing Terbakar

Jalur pendakian melalui wilayah Kalikajar ditutup sementara. Langkah ini untuk mencegah pendaki baru memasuki kawasan yang terdampak kebakaran.

Diterbitkan 20 Oktober 2026, 16:38 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing, Jawa Tengah, memicu kekhawatiran ratusan pendaki yang masih berada di jalur pendakian.

Kobaran api yang terdeteksi di sekitar Pos 3 hingga kawasan Pos 4 jalur Pencar, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo pada Senin (19/10/2026) malam, membuat petugas bergerak cepat memastikan seluruh pendaki meninggalkan kawasan berbahaya.

Di tengah upaya pemadaman yang dilakukan relawan, petugas gabungan dari Polres Wonosobo, TNI, BPBD, pengelola basecamp, dan unsur terkait memantau pergerakan para pendaki.

Jalur pendakian melalui wilayah Kalikajar ditutup sementara. Langkah ini untuk mencegah pendaki baru memasuki kawasan yang terdampak kebakaran.

Informasi kebakaran pertama kali diperoleh dari rombongan pendaki yang melihat titik api di sekitar Pos 3 pada Senin (19/10/2026) sore. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pengelola basecamp, dan diteruskan kepada petugas untuk ditindaklanjuti.

Petugas kemudian melakukan pendataan dan pemantauan terhadap pendaki yang masih berada di jalur pendakian. Berdasarkan data hingga pukul 22.00 WIB, sebanyak 152 pendaki tercatat berangkat melalui Basecamp Gajah Mungkur, Desa Lamuk.

Saat itu, ada sebanyak 119 orang telah tercatat melakukan checkout. Sedangkan 33 pendaki lainnya masih menunggu penjemputan di Gapura Rahayu.

Sementara itu, 10 pendaki yang menggunakan jalur Garung, Desa Butuh, masih dalam perjalanan turun dan terpantau berada di sekitar Pos 3. Petugas terus memantau pergerakan mereka untuk memastikan seluruhnya dapat mencapai basecamp dengan selamat.

Untuk memudahkan koordinasi sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga, petugas gabungan mendirikan posko pengaduan di Basecamp Gajah Mungkur, Desa Lamuk.

Keluarga pendaki dapat memanfaatkan posko tersebut, untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.

Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito memimpin personel Tim Siaga Bhayangkara Polres Wonosobo menangani kebakaran. Jajaran Polsek Kalikajar bersama unsur terkait juga melakukan pemantauan di lokasi.

Pada saat itu, upaya pemadaman masih dilakukan oleh relawan RPB Kecamatan Kalikajar. Penyebab kebakaran dan luas kawasan hutan yang terdampak masih dalam pendataan.

Seluruh Pendaki Turun

Setelah dilakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi, seluruh pendaki yang tercatat melalui jalur pendakian di wilayah Kabupaten Wonosobo akhirnya dipastikan turun dengan selamat.

Aparat Polres Wonosobo memprioritaskan keselamatan pendaki dengan memastikan tidak ada orang yang tertinggal di jalur pendakian.

"Prioritas kami adalah memastikan seluruh pendaki turun dengan selamat," ujar Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026).

Polres Wonosobo pun terus berkoordinasi dengan tim gabungan dan pengelola basecamp. Mereka memantau situasi serta memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal.

Berdasarkan pendataan petugas, sebanyak 152 pendaki yang melalui Basecamp Gajah Mungkur telah kembali dengan selamat. Selanjutnya 10 pendaki dari jalur Garung tiba di basecamp pada Selasa (20/10/2026) dini hari. Dengan demikian, total 162 pendaki yang tercatat melalui kedua jalur tersebut berhasil turun dengan selamat.

Meski seluruh pendaki telah kembali, jalur pendakian tetap ditutup sementara hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan selama penanganan kebakaran masih berlangsung.

Ricky juga memastikan koordinasi lintas wilayah dilakukan dengan pihak terkait di Kabupaten Temanggung dan Magelang. Koordinasi diperlukan mengingat kawasan Gunung Sumbing berada di wilayah yang berbatasan dengan kedua kabupaten tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat dan para pendaki mematuhi penutupan sementara ini, dan tidak melakukan pendakian sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Keselamatan menjadi prioritas, sehingga koordinasi lintas wilayah terus kami lakukan,” kata Ricky.

Polres Wonosobo juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga pendaki, agar tetap tenang. Selain itu, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi kebakaran serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.