Liputan6.com, Jakarta - Para nabi, meskipun merupakan manusia pilihan Allah yang terjaga dari dosa besar, tetap merupakan hamba yang tidak luput dari kelalaian dan kesalahan. Mereka menjadi teladan terbaik dalam hal bertaubat, kembali kepada Allah, dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Doa Nabi untuk memohon ampunan menjadi warisan spiritual yang paling berharga bagi setiap mukmin.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu pagi dan petang." (QS. Ghafir: 55).
Dalam Buku Sunnah-Sunnah Sehari-hari, Abdullah Hamud al-Furaij menjelaskan bahwa memohon ampunan adalah amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, bahkan beliau beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari.
Advertisement
Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin menegaskan bahwa istighfar adalah obat bagi hati yang berpenyakit dan benteng bagi jiwa yang rapuh. Setiap nabi memiliki doa khas dalam memohon ampunan kepada Allah, dan doa-doa tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran bagi umat manusia.
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menegaskan bahwa salah satu zikir yang paling masyhur dan shahih dari Nabi adalah istighfar, dan beliau menganjurkan umatnya untuk tidak pernah lalai dari amalan mulia ini. Berikut adalah doa-doa para nabi untuk memohon ampunan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Doa Nabi Adam Alaihissalam
Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi, namun beliau segera bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah. Doa beliau diabadikan dalam Al-Qur'an:
Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Latin: Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa il lam taghfir lanā wa tar-ḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn.
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23)
Doa ini diriwayatkan dalam Al-Qur'an dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia dalam mengakui kesalahan. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Nabi Adam AS mengucapkan doa ini setelah menyadari kesalahannya, dan Allah menerima taubatnya.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini mengandung pengakuan akan kelemahan diri dan kebutuhan mutlak akan ampunan Allah.
2. Doa Nabi Yunus Alaihissalam
Nabi Yunus AS berada dalam perut ikan paus selama beberapa waktu. Dalam kegelapan yang pekat, beliau memanjatkan doa yang terkenal dengan sebutan Doa Dzun Nun:
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)
Allah SWT berfirman: "Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya: 88).
Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika dia berdoa, ketika berada di dalam perut paus adalah: Tidak ada yang layak disembah kecuali Engkau, Kemuliaan bagi-Mu, Sesungguhnya aku termasuk para pelanggar." (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani).
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, disebutkan bahwa doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi kesulitan dan kegelisahan.
3. Doa Nabi Musa Alaihissalam
Nabi Musa AS pernah melakukan kesalahan yang tidak disengaja, dan beliau segera memohon ampunan kepada Allah dengan penuh kerendahan hati:
Arab: رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Latin: Rabbi innī ẓalamtu nafsī faghfir lī faghafara lahū innahū huwal-ghafūrur-raḥīm.
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Qashash: 16)
Doa ini menunjukkan betapa cepatnya Nabi Musa AS menyadari kesalahannya dan memohon ampunan Allah. Dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menjelaskan bahwa pengakuan Nabi Musa AS ini adalah bentuk muhasabah (introspeksi diri) yang sempurna.
Allah langsung mengampuninya karena ketulusan taubatnya. Dalam hadits riwayat Muslim, doa ini juga diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.
4. Doa Nabi Ibrahim Alaihissalam
Nabi Ibrahim AS, kekasih Allah (Khalilullah), juga memanjatkan doa memohon ampunan untuk dirinya dan keluarganya:
Arab: رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu`minīna yauma yaqūmul-ḥisāb.
Artinya: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrahim: 41)
Doa ini menunjukkan kepedulian Nabi Ibrahim AS tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kedua orang tuanya dan seluruh orang mukmin. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa doa ini mencerminkan akhlak mulia seorang nabi yang selalu mendoakan kebaikan bagi orang lain.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa mendoakan orang tua dan sesama mukmin adalah amalan yang sangat dianjurkan.
5. Doa Nabi Nuh Alaihissalam Nabi Nuh AS juga mengajarkan doa memohon ampunan yang mencakup diri sendiri, orang tua, dan seluruh orang beriman:
Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Latin: Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu'minan wa lil-mu'minīna wal-mu'mināt.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan." (QS. Nuh: 28)
Dalil & Penjelasan Ulama: Dalam kitab Tafsir Al-Qurthubi, dijelaskan bahwa doa Nabi Nuh AS ini merupakan bentuk kasih sayang seorang nabi kepada keluarganya dan seluruh umat beriman. Syaikh Asy-Sya'rawi dalam tafsirnya menegaskan bahwa doa ini mengajarkan pentingnya mendoakan orang tua dan sesama mukmin dalam setiap kesempatan.
6. Doa Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW, meskipun maksum (terjaga dari dosa), adalah manusia yang paling banyak beristighfar. Beliau mengajarkan beberapa doa istighfar yang sangat agung:
a. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaṭa'tu, a'ūdzu bika min syarri mā ṣana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya, wa abū'u biżanbī faghfir lī, fa innahū lā yaghfiruż-żunūba illā anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha menepati perjanjian dan janjiku kepada-Mu sekuat tenagaku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga."
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa Sayyidul Istighfar adalah doa istighfar yang paling utama.
b. Doa Istighfar Lafal Lengkap
Arab: اللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ خَطِيْئَتِيْ وَجَهْلِيْ وَإِسْرَافِيْ فِيْ أَمْرِيْ وَمَا اَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ هَزْلِيْ وَجِدِّيْ وَخَطَايَايَ وَعَمْدِيْ وَكُلَّ ذٰلِكَ عِنْدِيْ
Latin: Allāhummaghfirlī khaṭī'atī wa jahlī wa isrāfī fī amrī wa mā anta a'lamu bihī minnī, Allāhummaghfir lī hazlī wa jiddī wa khaṭāyāya wa 'amdī wa kulla żālika 'indī.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang berlebih-lebihan, dan dosaku yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ampunilah perkataanku yang tidak serius dan yang sungguh-sungguh, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua yang ada padaku." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, doa ini disebutkan sebagai salah satu istighfar yang sering dibaca Rasulullah SAW. Doa ini mencakup segala jenis dosa: yang disengaja maupun tidak, yang kecil maupun besar, yang terang-terangan maupun tersembunyi.
c. Doa Istighfar untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat
Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي
Latin: Allāhumma ighfir lī, warḥamnī, wa 'āfinī, warzuqnī.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, berikan rahmat-Mu untukku, sehatkanlah aku, dan berikanlah rezeki kepadaku." (HR. Muslim)
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada seorang pria yang baru masuk Islam. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa doa ini menghimpun semua kebutuhan dunia dan akhirat dalam satu kalimat yang singkat.
Keutamaan Mengamalkan Doa Nabi untuk Memohon Ampunan
1. Mendapatkan Ampunan dan Rahmat Allah
Allah SWT berfirman: "Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 110).
Dengan mengamalkan doa-doa istighfar para nabi, seorang hamba membuka pintu ampunan Allah yang seluas-luasnya.
2. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca 'Subhanallah wa bihamdih' seratus kali dalam sehari, maka akan dihapuskan seluruh kesalahannya, meskipun dosanya itu setara dengan banyaknya buih di lautan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Istighfar tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.
3. Mendatangkan Kelapangan Rezeki dan Ketenangan Jiwa
Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan lebih dari 100 faedah istighfar, di antaranya adalah melapangkan rezeki, menghilangkan kesusahan, dan mendatangkan ketenangan jiwa. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menegaskan bahwa istighfar adalah sebab turunnya keberkahan dari langit dan bumi.
4. Meneladani Akhlak Para Nabi
Dengan mengamalkan doa-doa para nabi, seorang muslim meneladani akhlak mulia mereka: kerendahan hati, pengakuan akan kesalahan, dan ketergantungan mutlak kepada Allah. Ini adalah bentuk ittiba' (mengikuti) yang mendatangkan kecintaan Allah.
5. Perlindungan dari Azab dan Bencana
Allah SWT berfirman: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (QS. Al-Anfal: 33). Istighfar adalah benteng yang melindungi dari azab dan bencana.
Pertanyaan Seputar Doa Nabi
1. Apa doa Nabi Adam untuk memohon ampunan?
Doa Nabi Adam AS adalah "Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa il lam taghfir lanā wa tar-ḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn" (Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi). (QS. Al-A'raf: 23).
2. Apa doa Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan?
Doa Nabi Yunus AS adalah "Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn" (Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). (QS. Al-Anbiya: 87).
3. Apa yang dimaksud dengan Sayyidul Istighfar?
Sayyidul Istighfar adalah penghulu istighfar, yaitu doa yang paling utama dalam memohon ampunan. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan mengandung pengakuan akan keesaan Allah, status sebagai hamba, dan permohonan ampunan yang tulus.
4. Mengapa Rasulullah SAW yang maksum tetap beristighfar?
Meskipun Rasulullah SAW terjaga dari dosa, beliau tetap beristighfar sebagai bentuk ketawaduan, pengajaran bagi umatnya, dan peningkatan derajat di sisi Allah. Beliau bersabda: "Demi Allah, aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari." (HR. Bukhari).
5. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa istighfar?
Waktu terbaik untuk beristighfar adalah di sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, ketika pagi dan petang, serta kapan saja. Allah berfirman: "Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)." (QS. Adz-Dzariyat: 18).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375700/original/017006900_1792210808-IMG_20261017_100110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375675/original/024616400_1792207272-WhatsApp_Image_2026-10-17_at_10.13.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375655/original/2203975-email-attachment_2026_10_17_hermawan-arifianto_krisis-bbm-kembali-terjadi-di-jember-pertamina-sebut-jadwal-kapal-tangker-yang-berubah_antre_BBM_Jember_Jatimnet_Atta.jpeg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528302/original/061463600_1773276398-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375633/original/041819800_1792194157-1001768681.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375632/original/012044700_1792193445-IMG-20261016-WA0078.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375531/original/017620000_1792153242-1000137357.jpg)