Kontras dengan Trump, Kunjungan Putin ke China Hasilkan 20 Dokumen Kerja Sama

Selisih waktu kedatangan Trump dan Putin ke China tidak sampai seminggu.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menandatangani 20 dokumen kerja sama yang mencakup bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama internasional setelah melakukan pembicaraan di Beijing pada Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga mengadopsi pernyataan bersama mengenai penguatan lebih lanjut kemitraan dan pendalaman hubungan antara Rusia dan China, serta deklarasi bersama tentang pembentukan dunia multipolar dan jenis baru hubungan internasional. 

"Rusia dan China telah membangun sistem perdagangan bilateral yang stabil dan terlindungi dari tekanan eksternal serta volatilitas pasar global," kata Putin dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Xi seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan rubel dan yuan dalam perdagangan membantu melindungi kerja sama ekonomi dari pengaruh eksternal dan memastikan keberlanjutan hubungan komersial antara kedua negara.

"Langkah-langkah terkoordinasi yang diambil Rusia dan China untuk mengalihkan penyelesaian transaksi di antara kedua negara ke mata uang nasional memiliki arti yang sangat penting. Sebagai hasilnya, hampir seluruh operasi ekspor-impor Rusia-China dilakukan menggunakan rubel dan yuan," ujarnya.

Putin menyatakan pula Rusia siap melanjutkan pasokan minyak dan gas tanpa gangguan ke China. Selain itu, perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, sedang menyelesaikan pembangunan unit tenaga baru di pembangkit listrik tenaga nuklir di China sebagai bagian dari kerja sama energi yang lebih luas antara kedua negara.

Presiden Rusia itu menggambarkan kemitraan Rusia-China sebagai faktor penstabil dalam urusan internasional.

Putin lebih lanjut menyoroti hasil positif dari kebijakan bebas visa bilateral yang telah mendorong pariwisata dan pertukaran antarmasyarakat antara kedua negara.

"Pada 2025, lebih dari 2 juta warga Rusia tiba di Republik Rakyat China. Lebih dari satu juta warga negara China mengunjungi Rusia," imbuhnya. Kunjungan kenegaraan Putin ke Beijing berlangsung hanya berselang empat hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyelesaikan lawatannya di kota yang sama.

Berbeda dengan kunjungan Putin, tidak ada penandatanganan dokumen resmi pemerintah-ke-pemerintah yang ditandatangani oleh Trump dan Xi.