Empat Hari Penuh Duka bagi Polri

Dalam rentang empat hari, empat anggota Polri kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas.

Diterbitkan 05 Juli 2026, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rentang empat hari, empat anggota Polri kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas. Tiga personel Satresnarkoba gugur dalam operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sementara seorang lagi mengembuskan napas terakhir setelah tertabrak kendaraan saat membantu pengemudi yang mengalami gangguan di ruas Tol Joglo.

Minggu pagi, 5 Juli 2026, tim gabungan menyusuri aliran Sungai Katingan sejak pukul 06.00 WIB. Tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil bergerak menyisir sungai, hutan di bantaran, hingga memperluas pencarian ke Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.

Sekitar pukul 08.42 WIB, informasi datang dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam. Ada sesosok mayat di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi operasi di Desa Tumbang Kalemei. Tim segera menuju lokasi.

Tak lama kemudian, identitas jenazah itu dipastikan. Dia adalah Aiptu Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sejak operasi penindakan narkotika pada 2 Juli dinyatakan hilang.

"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara - Palangkaraya," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Penemuan itu menutup pencarian terhadap personel terakhir yang hilang dalam operasi tersebut. Namun, sekaligus menambah daftar korban menjadi tiga anggota Polri yang gugur.

Kronologi Operasi Narkoba

Peristiwa itu bermula dari operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO, residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Setibanya di lokasi, mereka dibagi menjadi dua tim. Satu tim bergerak melakukan penindakan di rumah target, sementara tim lainnya bersiaga sebagai unsur pendukung.

Target operasi berhasil diamankan. Namun situasi berubah cepat. Beberapa orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.

“Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan,” ujarnya.

Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, para personel berupaya menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan. Sejumlah anggota berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.

Serangan itu merenggut nyawa Aipda Yudhie Perdana Putra. Dia ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara dua anggota lain, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dinyatakan hilang.

Pencarian terhadap keduanya berlangsung selama beberapa hari. Tim gabungan yang terdiri atas personel Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat menyisir aliran sungai dan kawasan hutan menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil.

Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan lebih dahulu pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 15.55 WIB di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan Briptu Rangga dan Bripda Ryan menemukan korban dalam keadaan kaku, terapung, dan tersangkut di ranting kayu. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim gabungan yang berada di posko sebelum jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi.

Sehari berselang, Minggu, 5 Juli 2026, pencarian kembali membuahkan hasil. Sekitar pukul 08.42 WIB, tim menerima informasi dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, mengenai penemuan sesosok mayat di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian di Desa Tumbang Kalemei.

Tim menuju lokasi dan memastikan jenazah tersebut adalah Aiptu Sumaryanto. Pada pukul 09.45 WIB, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah personel Polri yang gugur dalam operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan menjadi tiga orang. Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para anggota yang gugur.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Dia menegaskan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Tim gabungan, kata Eko, masih terus melakukan penyelidikan sekaligus mengejar para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri.

“Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Polisi Meninggal di Tol

Di saat proses pencarian anggota di Kalimantan Tengah masih berlangsung, kabar duka kembali datang dari Jakarta.

Personel Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Aipda Endang Karyana SH, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas di ruas Tol Joglo arah Pondok Pinang.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 10.50 WIB. Saat itu, Aipda Endang sedang membantu pengemudi light truck yang mengalami gangguan di tengah perjalanan.

Tiba-tiba sebuah kendaraan Isuzu Wing Box yang melaju dari arah Tangerang menabrak bagian belakang light truck hingga kendaraan tersebut terdorong dan menghantam Aipda Endang.

Korban mengalami luka berat, terutama pada kaki kanan, dan segera dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani perawatan. Namun upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 15.11 WIB, tim medis RS Polri Kramat Jati menyatakan Aipda Endang Karyana meninggal dunia.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un telah meninggal dunia personel Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya. Identitas almarhum Endang Karyana, BanitInduk 4 Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Kampung Cicageur, Desa Padasuka, Cibatu, Garut. Dalam rentang empat hari, empat anggota Polri gugur ketika menjalankan tugas di lokasi yang berbeda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6