Diplomasi Ulang-alik Iran, Mulai dari Pakistan hingga ke Rusia

Menlu Iran melakukan perjalanan maraton termasuk ke Pakistan dua kali dalam kurun waktu kurang dari 24 jam di sela-sela kunjungannya ke Oman sebelum ke Rusia.

Diterbitkan 27 April 2026, 10:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Islamabad - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi beranjak dari Islamabad, Pakistan, menuju Moskow, Rusia, di tengah upaya para mediator untuk menjaga kemungkinan berlanjutnya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Kabar lawatan Menlu Araghchi dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Iran seperti dilaporkan Al Jazeera.

Araghchi menyelipkan perjalanan ke Muscat, Oman, di antara kunjungannya ke ibu kota Pakistan tersebut, dengan berangkat pada Minggu (26/4/2026) untuk tiba di Rusia keesokan harinya. Namun, belum ada indikasi bahwa pembicaraan langsung antara Iran dan AS akan kembali dilanjutkan.

Meski demikian, sebagai tanda bahwa upaya tidak langsung masih bergulir, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran telah mengirimkan pesan tertulis kepada pihak AS melalui mediator Pakistan, yang berkaitan dengan beberapa garis merah Republik Islam Iran, termasuk isu nuklir dan Selat Hormuz. 

Namun, Fars menegaskan bahwa pesan-pesan tersebut bukan bagian dari negosiasi apa pun.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu memperpanjang tanpa batas waktu gencatan senjata yang disepakati Washington dan Teheran pada 7 April, yang sebagian besar telah menghentikan pertempuran yang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Namun, penyelesaian permanen masih belum tercapai, sementara dampak ekonomi dari konflik tersebut terus mengguncang dunia.

Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz yang vital, memutus pasokan besar minyak, gas alam, dan pupuk dari pasar global, serta mendorong harga melonjak. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebelumnya sempat muncul harapan untuk putaran baru pembicaraan pada Sabtu (25/4), dengan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan mengunjungi Islamabad. Namun, Trump kemudian mengatakan kepada Fox News bahwa ia membatalkan perjalanan tersebut karena tidak ada gunanya "duduk dan membicarakan hal yang tidak jelas".

Pada Minggu, Trump mengatakan kepada saluran yang sama, "Kami punya semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kita memiliki jalur yang aman dan bagus."

Ketika ditanya sebelumnya apakah pembatalan perjalanan tersebut berarti kembalinya konflik terbuka, Trump menjawab, "Tidak, itu tidak berarti demikian."

Rusia Konfirmasi Kunjungan Menlu Iran

Pada Sabtu, Araghchi bertemu dengan Marsekal Lapangan Pakistan Asim Munir, yang merupakan mediator utama, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, sebelum terbang ke Muscat. Ia kemudian kembali ke Islamabad pada Minggu. 

Selain Iran, Oman adalah salah satu pihak utama yang terlibat dalam pengaturan dan pengendalian Selat Hormuz.

Di Rusia, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Araghchi akan berbicara dengan para pejabat senior. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengonfirmasi bahwa Araghchi akan mengunjungi Moskow, namun tidak menyebutkan apakah ia akan bertemu Presiden Vladimir Putin.

Di tengah rangkaian pertemuan tersebut, Araghchi menyampaikan skeptisisme terhadap niat Washington dengan mengatakan bahwa ia belum melihat apakah AS benar-benar serius dalam berdiplomasi.