Pembicaraan Trilateral Iran, AS dan Pakistan Dimulai di Hotel Bintang 5 Ini

Di mana pembicaraan trilateral terkait perang Iran ini tepatnya berlangsung? Berikut ulasannya.

Diterbitkan 11 April 2026, 22:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Islamabad - Sejumlah sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada BBC bahwa pembicaraan trilateral langsung antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Pakistan, kini sedang berlangsung di Serena Hotel Islamabad.

Terbaru, Associated Press mengutip Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance dan sejumlah pejabat AS lainnya bertemu langsung dengan delegasi Iran di Islamabad.

Beberapa laporan sebelumnya yang beredar menyebut bahwa perundingan dilakukan secara tidak langsung melalui Pakistan sebagai mediator.

Sebelum negosiasi bergulir, delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Ghalibaf dan delegasi AS yang dipimpin oleh Vance masing-masing melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. 

Rincian pembicaraan tersebut belum diumumkan.

Serena Hotel Islamabad, salah satu bangunan dengan sistem keamanan paling ketat di ibu kota Pakistan, mungkin tampak sebagai pilihan yang tidak biasa untuk menjadi tuan rumah pembicaraan berisiko tinggi ini—terutama karena serangan bersenjata terburuk di Islamabad terjadi pada tahun 2008 di Hotel Marriott yang berada di dekatnya.

Meski terlihat indah dengan taman yang asri dan arsitektur bergaya Moor, Hotel Serena sebenarnya memiliki sistem keamanan yang sangat terorganisir dan andal. Ahli keamanan mengatakan bahwa keunggulan hotel ini adalah lokasinya di kawasan diplomatik serta pengalamannya dalam menjaga keamanan tamu penting selama bertahun-tahun.

"Staf keamanannya sangat terlatih karena sebagian besar dari mereka adalah mantan petugas keamanan," kata mantan Kepala Polisi Islamabad Tahir Alam Khan seperti dikutip dari Al Jazeera. "Titik masuk dan keluar berada pada jarak yang cukup dari kompleks utama, sehingga meningkatkan keamanannya. Dan faktor yang paling penting adalah aksesnya yang mudah dari lokasi-lokasi penting, seperti rumah perdana menteri dan gedung parlemen."

Seorang sumber pemerintah mengatakan bahwa area hotel bintang 5 seluas 6 hektare—yang mencakup lebih dari 400 kamar, beberapa aula perjamuan, ruang konferensi, serta kompleks perkantoran—dapat menampung ratusan tamu, sangat cocok untuk delegasi AS dan Iran yang berjumlah lebih dari 150 orang.

"Hotel ini memiliki pemeriksaan keamanan berlapis yang ketat… Selain itu, hotel ini juga memiliki koordinasi yang kuat dengan lembaga keamanan negara," kata Kaleem Imam, mantan kepala polisi lainnya di Pakistan.

 

 

Pesan Wapres Iran untuk AS

Sebelum perundingan berlangsung, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref melalui platform media sosial X mengatakan bahwa hasil dari negosiasi berisiko tinggi di Islamabad sepenuhnya bergantung pada prioritas AS.

Aref menulis di X bahwa kesepakatan yang saling menguntungkan kemungkinan besar dapat tercapai jika perwakilan AS berfokus pada kepentingan "America First".

Ia juga memperingatkan agar tidak beralih ke agenda "Israel First". Menurut Aref, hal tersebut akan berujung pada "tidak ada kesepakatan" dan Iran "pasti akan melanjutkan pertahanannya dengan lebih kuat dari sebelumnya".

Dalam skenario itu, ia memperingatkan, dunia akan menanggung "biaya yang lebih besar".