Liputan6.com, Washington D.C - Pesawat pengebom terbesar dalam sejarah perang yang digunakan oleh negara manapun, B-29 Superfortress milik Amerika Serikat, terbang perdana di Seattle, Washington pada 21 September 1942.
Dikutip dari History.com, Senin (21/9/2026), ide dari pesawat ini berasal dari Jenderal Hap Arnold yang takut apabila kemenangan Jerman di Eropa artinya AS akan kehilangan pangkalan-pangkalan di sisi timur Samudra Atlantik untuk melakukan serangan balasan.
Melihat kebutuhan pesawat yang bisa melaju lebih cepat, lebih jauh, dan lebih tinggi dari pesawat yang sudah ada, jadi Boeing pun mulai mengembangkan pesawat bom berat dengan empat mesin.
Advertisement
Pesawat tersebut bisa mengangkut muatan hampir setara dengan beratnya sendiri di ketinggian 9.144 hingga 12 ribu kaki. Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem pengeboman berbasis radar pertama pada pesawat pengebom AS.
Superfortress melakukan penerbangan uji cobanya di atas wilayah AS pada 21 September, tapi baru melakukan pengeboman perdananya pada 5 Juni 1944 menargetkan Bangkok, sebagai persiapan pasukan Sekutu untuk membebaskan Burma dari Jepang.
Lebih dari seminggu kemudian, pesawat B-29 melakukan serangan pertamanya ke daratan Jepang. Pada 14 Juni, 60 pesawat B-29 yang berbasis di Chengdu, China, membom sebuah pabrik besi dan baja di Pulau Honshu. Walaupun serangan tersebut kurang berhasil, hal itu tetap meningkatkan semangat pasukan Amerika yang saat itu berada dalam posisi menyerang.
Di sisi lain, AS berhasil merebut kembali Kepulauan Mariana di Pasifik Selatan, terutama untuk menyediakan pangkalan udara bagi pesawat B-29 baru mereka, posisi yang ideal untuk melancarkan serangan secara terus menerus ke daratan utama Jepang. Setelah pangkalan-pangkalan tersebut siap, pesawat B-29 dikerahkan dalam serangkaian panjang serangan bom terhadap Tokyo.
Meskipun mampu untuk melakukan pengeboman presisi dari ketinggian tinggi, Superfortress mulai menjatuhkan bom pembakar dari ketinggian hanya 1.524 meter, melakukan pengeboman ke ibu kota Jepang untuk mematahkan semangat pihak Axis. Salah satu serangan di bulan Maret 1945 menewaskan lebih dari 80 ribu orang.
Namun, misi paling mematikan B-29 terjadi di bulan Agustus, karena pesawat ini satu-satunya yang mampu membawa bom seberat 5 ton, yaitu bom atom. Enola Gay dan Bock’s Car lepas landas dari Kepulauan Mariana masing-masing pada tanggal 6 dan 9 Agustus, lalu terbang mencetak sejarah.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349555/original/033295200_1789534230-Boeing_TB-29-70-BW_Superfortress____469972_______Doc_____N69972___50871638276_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377232/original/027954900_1760081964-IMG_0592.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5830572/original/060125200_1778733022-WhatsApp_Image_2026-05-14_at_11.30.09.jpeg)