Cek Fakta: Hoaks Video Gubernur Papua Mathius D Fakhiri Sampaikan Bantuan Pemerintah

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan bantuan dari pemerintah seperti yang beredar di Facebook.

Diterbitkan 21 September 2026, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan bantuan dari pemerintah dengan cara meninggalkan pesan di komentar. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 14 September 2026.

Dalam unggahan yang beredar, tampak Mathius menyampaikan pernyataan. Berikut isi transkripnya:

"Halo shalom ini langsung bantuan dari pemerintah bagi siapa yang melihat video ini lewat di beranda kalian tinggalkan pesan di komentar maupun di Messenger"

Unggahan disertai keterangan sebagai berikut:

"perhatian pemerintah, semoga bantuan ini membawa manfaat bagi keluarga nya ya 🙏"

Terdapat link kirim pesan dalam unggahan yang beredar.

Lalu benarkah klaim video Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan bantuan dari pemerintah dengan cara meninggalkan pesan di komentar? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan bantuan dari pemerintah dengan cara meninggalkan pesan di komentar. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.

Analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 55,8 persen buatan AI. Audio atau suara juga menunjukkan 95,1 persen buatan AI. Video tersebut mengandung deepfake sebesar 44,7 persen.

Video Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan bantuan dari pemerintah dengan menunjukkan hasil AI. (Foto: tangkapan layar Hive Moderation)

Penelusuran dengan menggunakan Google Lens juga ditemukan bahwa video klaim identik dengan kegiatan Mathius pada 15 Juli 2026, yakni melalui unggahan akun Instagram pribadi @matiusfakhiri.

Dalam keterangannya, Mathius menulis sebagai berikut:

"Pada pertemuan kemarin bersama Wakil Menteri PAN-RB untuk menyampaikan satu persoalan penting yang dihadapi Papua pascapemekaran, yaitu tingginya jumlah ASN yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.

Sebagian besar anggaran daerah saat ini digunakan untuk belanja pegawai, sehingga ruang untuk membangun infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan menghadirkan program-program strategis bagi masyarakat menjadi sangat terbatas.

Saya menyampaikan bahwa penataan ASN harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan agar sebagian ASN dapat ditempatkan pada kementerian dan instansi vertikal yang berada di Tanah Papua, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kesejahteraan para ASN.

Bagi saya, reformasi birokrasi bukan tentang mengurangi peran aparatur, tetapi memastikan setiap ASN berada pada posisi yang tepat untuk melayani rakyat dengan lebih baik.

Mari kita bangun birokrasi yang efisien, produktif, dan mampu menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Papua."

 

 

Sumber:

https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection

https://www.instagram.com/p/Da1m1TCmi6p/?img_index=3

https://www.instagram.com/p/DdTXgQKG9Mb/?stkn=cmFnMXl5N3A4dG8w

 

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan bantuan dari pemerintah dengan cara meninggalkan pesan di komentar adalah hoaks dan deepfake

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.