Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum Meninggal, Dubai Tetapkan Masa Berkabung 10 Hari

Sepanjang hidupnya, Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum memegang sejumlah peran penting di Dubai.

Diterbitkan 21 September 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Abu Dhabi - Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum meninggal pada Senin (21/9/2026) pagi dalam usia 76 tahun. Demikian diumumkan Kantor Media Dubai.

Sheikh Ahmed merupakan adik kandung Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus Penguasa Dubai.

Menyusul kabar duka tersebut, Dubai menetapkan masa berkabung resmi selama 10 hari mulai Senin. Selama masa berkabung, bendera di seluruh wilayah emirat akan dikibarkan setengah tiang.

Sheikh Mohammed menyampaikan duka atas kepergian adiknya melalui unggahan di media sosial.

"Semoga Allah merahmati Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum. Semoga Allah merahmatimu, adikku. Engkau kini berada di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Agung. Engkau memang tak lagi terlihat oleh mata kami, tetapi tetap hadir dalam doa dan hati kami, wahai Ahmed. Semoga Allah menempatkanmu di surga-Nya yang luas serta memberi kami dan orang-orang yang mencintaimu kesabaran dan ketabahan. Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali," tulis Sheikh Mohammed.

Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan turut menyampaikan belasungkawa kepada Sheikh Mohammed atas wafatnya Sheikh Ahmed.

Ia mengatakan, pengabdian panjang Sheikh Ahmed dalam pembangunan UEA sejak negara itu berdiri akan terus menginspirasi perjalanan bangsa menuju kemajuan.

Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum pun ikut mengenang mendiang pamannya.

Sheikh Hamdan menyebut Sheikh Ahmed sebagai sosok yang sangat dicintai keluarga. Dia mengatakan pamannya "akan tetap berada dalam hati, kenangan, dan doa kami."

Ia mendoakan agar Sheikh Ahmed mendapat rahmat Allah dan ditempatkan di surga. Sheikh Hamdan memohon agar keluarga serta masyarakat Dubai dan UEA diberi kesabaran dan ketabahan.

 

Kiprah Sheikh Ahmed di Dubai

Sheikh Ahmed merupakan putra keempat sekaligus bungsu dari mendiang Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum, mantan Wakil Presiden UEA dan Penguasa Dubai yang meletakkan fondasi pembangunan Dubai modern.

Sheikh Ahmed pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kepolisian Dubai dan Keamanan Publik serta Presiden Klub Olahraga Al Wasl.

Kiprahnya mencakup bidang militer, olahraga, pacuan kuda, dan olahraga bahari.

Karier militer

Sheikh Ahmed menempuh pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst di Inggris.

Setelah lulus, ia bergabung dengan Wilayah Militer Pusat Dubai dan kemudian dipercaya menjadi panglima wilayah tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, Wilayah Militer Pusat berkembang menjadi salah satu pangkalan militer utama di UEA.

Klub Al Wasl

Sheikh Ahmed memiliki hubungan yang sangat panjang dengan Klub Olahraga Al Wasl. Ia tercatat memimpin klub tersebut selama sekitar 60 tahun.

Al Wasl awalnya bernama Al Zamalek dan didirikan di Za'abeel pada 1960. Dua tahun kemudian, Sheikh Ahmed ikut membentuk jajaran pengurus pertama klub dan menjabat sebagai ketua hingga 1974.

Keterlibatannya dengan Al Wasl terus berlanjut selama beberapa dekade berikutnya sembari ia mendukung perkembangan olahraga di UEA.

Di bawah kepemimpinannya, Al Wasl tumbuh menjadi salah satu klub olahraga terkemuka di negara tersebut, dengan kiprah di sepak bola dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Nama Sheikh Ahmed pun terus melekat pada perjalanan Al Wasl hingga klub tersebut menjadi bagian penting dari sejarah olahraga Dubai.

Pacuan kuda

Selain Al Wasl, Sheikh Ahmed berperan besar dalam perkembangan pacuan kuda di UEA.

Ia mendirikan Jebel Ali Racecourse untuk membantu mengembangkan olahraga tersebut sekaligus memperkuat kiprah UEA di dunia pacuan kuda internasional.

Sheikh Ahmed juga mendirikan Al Adiyat dan Dubai Horse Racing Centre untuk mendukung perkembangan industri pacuan kuda.

Bersama timnya, ia turut mengembangkan sistem handicap serta sejumlah aturan lain dalam perlombaan.

Olahraga bahari

Sheikh Ahmed terlibat pula dalam perkembangan olahraga bahari di Dubai.

Ia berperan dalam pendirian Dubai International Marine Club dan menjadi ketua pertamanya pada 1988.

Klub tersebut kemudian menjadi yang pertama dari kawasan Timur Tengah dan Afrika yang bergabung dengan Union Internationale Motonautique (UIM).

Setahun kemudian, pada 1989, Sheikh Ahmed ikut berperan dalam pembentukan Victory Team.