3 Perwira Korea Selatan Terluka Akibat Ledakan di DMZ

Pihak berwenang Korea Selatan mengatakan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.

Diterbitkan 21 September 2026, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Tiga perwira militer Korea Selatan terluka akibat ledakan saat menjalankan operasi pencarian di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara pada Senin (21/9/2026). Demikian menurut Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.

JCS menyebut ledakan terjadi pada Senin pagi di sebelah selatan Garis Demarkasi Militer (MDL), tepatnya di sektor barat DMZ.

Militer belum menjelaskan secara pasti penyebab ledakan tersebut. Namun, insiden itu diduga dipicu oleh ranjau darat. Belum diketahui apakah ranjau tersebut dipasang oleh pasukan Korea Utara atau militer Korea Selatan.

Dua perwira yang terluka dievakuasi dengan helikopter darurat ke rumah sakit dan kini menjalani perawatan.

Sejumlah personel lain yang ikut dalam operasi tersebut juga akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk seorang perwira lain yang mengalami luka.

Militer tengah mendalami dua kemungkinan. Pertama, sebuah ranjau yang sebelumnya tidak terdeteksi meledak saat operasi pembersihan jalur di DMZ. Kemungkinan lainnya, ranjau milik Korea Utara terbawa arus akibat hujan deras yang melanda kawasan tersebut baru-baru ini, lalu meledak.

Korea Utara telah memperkuat kawasan perbatasannya sejak April 2024 dengan menambah pagar kawat berduri, menanam ranjau, serta membangun penghalang antitank di sepanjang MDL.

Langkah itu dilakukan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada akhir 2023 menyatakan hubungan kedua Korea sebagai hubungan antara "dua negara yang saling bermusuhan".

JCS sebelumnya mengatakan telah menemukan perubahan kondisi medan di sejumlah wilayah di sebelah selatan DMZ. Militer Korea Selatan kemudian berkonsultasi dengan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) mengenai kemungkinan pasukan Korea Utara telah menanam ranjau di kawasan tersebut.

Insiden terbaru ini menjadi ledakan pertama di dalam DMZ sejak November 2025. Saat itu, seorang tentara Korea Selatan mengalami patah tulang pada pergelangan kaki ketika menjalankan misi pendeteksian ranjau darat.

Insiden ranjau yang melibatkan Korea Utara sebelumnya juga terjadi pada Agustus 2015.

Saat itu, tiga ranjau berbentuk kotak kayu yang ditanam Korea Utara meledak di sisi Korea Selatan di DMZ ketika dua personel tengah berpatroli. Seorang sersan kehilangan kedua kakinya akibat ledakan tersebut, sementara seorang sersan lainnya kehilangan bagian kaki di sekitar pergelangan.