Power Bank Diduga Milik Mantan CEO KLM Terbakar, Pesawat Terpaksa Putar Balik

Para penumpang telah berada dalam penerbangan selama sekitar lima setengah jam sebelum kembali ke Amsterdam.

Diterbitkan 21 September 2026, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Amsterdam - Power bank yang terbakar di dalam penerbangan KLM dari Amsterdam menuju Curacao pada Kamis (17/9/2026) dilaporkan milik mantan CEO maskapai tersebut, Camiel Eurlings. RTL Nieuws menyebut informasi itu dikonfirmasi oleh sejumlah sumber yang berada di dalam pesawat dan mengetahui insiden tersebut.

Kebakaran terjadi dalam penerbangan KL735 dari Bandara Schiphol, Amsterdam, menuju Willemstad, ibu kota Curacao. Insiden itu membuat pilot memutuskan berbalik arah ketika pesawat sudah berada di atas Samudra Atlantik.

Pesawat akhirnya kembali mendarat dengan selamat di Schiphol sekitar pukul 20.40 waktu setempat. 

Menurut seorang penumpang yang duduk tidak jauh dari Eurlings dan menyaksikan kejadian tersebut, power bank itu sedang diisi daya ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan.

Api kemudian muncul di sekitar kursi di kelas bisnis. Awak kabin segera bertindak dan berhasil memadamkannya.

Sejumlah saksi mengatakan Eurlings sedang tertidur ketika kejadian berlangsung dan terbangun akibat suara ledakan tersebut.

KLM belum mengonfirmasi bahwa power bank itu memang milik Eurlings. Maskapai mengatakan tidak dapat mengungkap siapa saja penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut karena alasan privasi.

KLM juga masih menyelidiki penyebab kejadian, termasuk memastikan apakah power bank tersebut memang sedang diisi daya saat terbakar.

Informasi mengenai korban luka sempat berbeda. Dalam laporan awal RTL Nieuws, KLM menyatakan tidak ada penumpang yang terluka. Namun, dalam laporan lanjutan, sejumlah sumber mengatakan kepada RTL Nieuws bahwa Eurlings mengalami luka ringan. NOS juga melaporkan seorang pria mengalami luka bakar.

KLM tidak mengonfirmasi apakah orang yang mengalami luka tersebut adalah Eurlings.

Sebanyak 322 penumpang kemudian mendapat penginapan di hotel dengan biaya ditanggung KLM. Mereka diberangkatkan kembali menuju Curacao menggunakan pesawat lain pada Jumat (18/9).

Insiden tersebut terjadi di tengah aturan ketat KLM terkait penggunaan power bank di dalam pesawat. Maskapai melarang penumpang menggunakan maupun mengisi daya power bank selama penerbangan.

Berdasarkan ketentuan KLM, setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua power bank. Perangkat tersebut harus tetap berada bersama penumpang dan tidak boleh disimpan di kompartemen bagasi di atas kursi.

Power bank dengan baterai lithium berkapasitas hingga 100 Wh diperbolehkan dibawa ke dalam kabin. Sementara itu, baterai berkapasitas antara 100 Wh dan 160 Wh memerlukan izin terlebih dahulu dari KLM.

 

Bukan Insiden Power Bank Pertama bagi KLM

Insiden dalam penerbangan ke Curacao ini bukan pertama kalinya KLM menghadapi masalah yang melibatkan power bank.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, sebuah power bank mengalami panas berlebih dan mengeluarkan asap dalam penerbangan KLM dari Sao Paulo, Brasil, menuju Amsterdam.

Perangkat tersebut berada di dalam sebuah tas ransel. Sekitar empat jam sebelum pesawat dijadwalkan mendarat, asap mulai memenuhi kabin.

Awak kabin berhasil menangani power bank tersebut sesuai prosedur dan penerbangan tetap dilanjutkan hingga mendarat dengan selamat di Amsterdam.

Saat itu, KLM mengatakan kejadian tersebut merupakan insiden pertama yang melibatkan power bank dalam penerbangannya.

Adapun Eurlings baru berusia 53 tahun sehari sebelum kejadian, tepatnya pada Rabu (16/9). Ia lahir pada 16 September 1973.

Sebelum bergabung dengan KLM, Eurlings memiliki karier panjang di dunia politik Belanda bersama Christian Democratic Appeal (CDA). Ia pernah menjadi anggota parlemen Belanda, anggota Parlemen Eropa, serta Menteri Transportasi dan Pengelolaan Air Belanda pada 2007-2010.

Eurlings masuk jajaran direksi KLM pada 2011 dan kemudian menjabat sebagai presiden direktur maskapai tersebut mulai Juli 2013. Ia meninggalkan KLM pada Oktober 2014.

Setelah itu, Eurlings aktif di dunia olahraga, termasuk sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pengurus organisasi olahraga Belanda NOC*NSF.

Eurlings mengundurkan diri dari IOC pada 2018 setelah mendapat sorotan terkait kasus kekerasan terhadap mantan kekasihnya. Mantan kekasihnya sebelumnya melapor ke polisi atas dugaan kekerasan yang terjadi pada 2015. Eurlings kemudian mencapai penyelesaian perkara dengan kejaksaan Belanda pada 2017 dan tidak menjalani persidangan.