Presiden Kolombia Desak Trump Jaga Jarak dari Netanyahu

Apa alasan di balik desakan presiden Kolombia terhadap Trump? Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar menjauhkan diri dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Seruan tersebut disampaikan Petro saat menghadiri upacara pemakaman tokoh hak sipil AS, Jesse Jackson, di Chicago, Jumat (6/3/2026).

Dalam pidatonya, Petro menyinggung konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah sekaligus memuji Jesse Jackson sebagai "simbol hidup perjuangan untuk kebebasan" bagi masyarakat keturunan Afrika di seluruh Benua Amerika.

Petro menilai sudah saatnya Trump mengambil sikap tegas dengan memisahkan diri dari pemimpin Israel tersebut.

"Hari ini adalah waktunya bagi presiden AS untuk sepenuhnya memisahkan diri dari orang yang sedang mendorong umat manusia menuju jurang kehancuran," kata Petro dalam pidatonya seperti dikutip dari laporan kantor berita Anadolu.

Petro juga menegaskan bahwa umat manusia harus bersatu dalam menghadapi konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah. Menurutnya, persatuan global menjadi kunci untuk menghentikan kekerasan yang terus berlangsung.

"Ini adalah saatnya bagi kita semua untuk bersatu, karena tidak ada senjata yang mampu menghentikan rudal," ujarnya. "Satu-satunya kekuatan yang dapat melawannya adalah kata-kata yang didukung oleh massa dan oleh seluruh umat manusia."

Dalam pidato tersebut, Petro menyalahkan Netanyahu atas konflik yang terjadi dan menekankan bahwa perdamaian di Timur Tengah harus segera diwujudkan.

Pernyataan Petro mendapat sambutan kuat dari para peserta yang hadir dalam upacara tersebut. Beberapa di antaranya bahkan berdiri sebagai bentuk dukungan terhadap pernyataannya.

Selama berlangsungnya acara, pemimpin Kolombia itu juga terlihat sempat berbicara singkat dengan mantan Presiden AS Barack Obama.