Perusahaan Pembayaran Stablecoin Ini Kantongi Dana Segar 445,32 Juta

Perusahaan pembayaran stablecoin dtcpay akan memakai dana segar untuk meningkatkan rangkaian produk dan jaringan.

Diterbitkan 20 September 2026, 06:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pembayaran stablecoin yang berbasis di Singapura, dtcpay, telah merampungkan putaran pendanaan Seri A senilai US$ 25 juta atau Rp 445,32 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.810). Hal ini juga seiring bergabungnya SBI Group asal Jepang sebagai investor strategis.

Mengutip the block, Minggu, (20/9/2026), berdasarkan pernyataan yang dirilis pada Jumat, SBI Group investasi melalui anak usahanya, SBI Ventures Asset Pte Ltd, serta melalui SBI-NTU-Kyobo Digital Innovation Fund.

Vertex Ventures Southeast Asia & India memimpin tahap awal putaran pendanaan yang diumumkan pada April tersebut. Genedant Capital dan investor yang sudah ada sebelumnya, Kwee Liong Tek seorang tokoh bisnis terkemuka di Singapura juga turut berpartisipasi dalam putaran ini.

Perusahaan menyatakan tambahan modal ini memungkinkan untuk memperluas rangkaian produk dan jaringan pedagang (merchant), termasuk melalui pembaruan portal bisnis bagi klien korporat serta peluncuran fitur-fitur baru yang ramah pengguna di dalam aplikasi dtcpay.

"Kami tidak menggalang dana pada putaran ini sekadar untuk mempertahankan apa yang telah kami bangun," ujar Pendiri sekaligus CEO dtcpay, Alice Liu dalam pernyataan tersebut.

"Kami menggalang dana ini untuk mengubah secara mendasar cara uang berpindah melintasi batas negara,” ia menambahkan.

Penyelesaian putaran Seri A ini dilakukan setelah perusahaan rintisan (startup) pembayaran tersebut mengumumkan putaran pra-Seri A senilai US$ 16,5 juta pada Juni 2023.

 

Menjembatani Kesenjangan

Didirikan pada 2019, dtcpay menyatakan, pihaknya menjembatani aset digital dengan keuangan tradisional melalui infrastruktur yang memungkinkan bisnis dan individu untuk menerima, menyimpan, dan bertransaksi menggunakan stablecoin, menurut pernyataan tersebut.

"Sementara transfer lintas batas tradisional melalui jaringan SWIFT dan perbankan koresponden sering kali terhambat oleh siklus penyelesaian yang memakan waktu berhari-hari serta biaya perantara yang berlapis, dtcpay menyelesaikan transaksi dengan lancar dan efisien, dengan biaya yang jauh lebih rendah," ungkap perusahaan tersebut.

Perusahaan ini telah meluncurkan layanan point-of-sale (POS) untuk token pembayaran digital, yang memungkinkan pedagang menerima pembayaran stablecoin secara langsung di toko. Mereka juga telah menjalin kemitraan dengan Visa untuk menghadirkan kartu Visa Infinite berbasis stablecoin-ke-fiat bagi pelanggan di Singapura.

"Babak selanjutnya bagi dtcpay adalah mengenai peningkatan skala," ujar Chairman dtcpay Band Zhao.

"Kami sedang memperkuat infrastruktur, memperdalam kemitraan dengan lembaga keuangan global, serta berekspansi ke pasar baru yang teregulasi guna menjadikan pembayaran stablecoin selancar dan seterpercaya sistem pembayaran tradisional.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.