PM India Akan Kunjungi China di Tengah Perseteruan Dagang dengan Trump

Terakhir kali Modi mengunjungi China adalah pada tahun 2018.

Diterbitkan 08 Agustus 2025, 07:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Perdana Menteri India Narendra Modi dikabarkan akan mengunjungi China pada akhir bulan ini. Jika dikonfirmasi, kunjungan ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir. Demikian dilaporkan oleh Press Trust of India.

Lawatan Modi disebut bertujuan untuk menghadiri KTT tahunan Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO).

Belum ada konfirmasi resmi mengenai kunjungan ini, baik dari pihak India maupun China.

Melansir Anadolu, Modi dijadwalkan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Jepang sekitar 29 Agustus, sebelum kemudian terbang ke Kota Tianjin.

Jika terwujud, kunjungan ini tidak hanya berlangsung di tengah upaya New Delhi dan Beijing untuk menormalisasi hubungan setelah ketegangan pada tahun 2020—ketika bentrokan mematikan di perbatasan yang disengketakan menewaskan 20 tentara India dan 4 tentara China—namun juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan Amerika Serikat, menyusul pengumuman tarif sebesar 50 persen terhadap produk asal India yang disampaikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump pekan ini.

India kembali menerbitkan visa turis bagi warga negara China pada bulan lalu. Ini menandai pertama kalinya sejak tahun 2020 India membuka kembali permohonan visa turis bagi warga China.

SCO didirikan pada tahun 2001. SCO merupakan organisasi antarpemerintah yang terdiri dari 10 negara anggota, yaitu China, Rusia, India, Iran, Kazakhstan, Kirgistan, Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Belarus.

Ketegangan AS-India

Melansir Antara, Trump pada Rabu tersebut mengumumkan tarif perdagangan tambahan sebesar 25 persen terhadap India, dengan alasan India melanjutkan pembelian minyak dari Rusia. Langkah ini membuat total tarif yang diberlakukan AS atas India menjadi 50 persen.

Tarif tambahan itu akan berlaku mulai 27 Agustus.

Tarif semula sebesar 25 persen atas impor dari India ke AS merupakan tindakan balasan terhadap tarif yang dikenakan India atas barang-barang asal AS.