PM Modi Kunjungi RI, India Berharap Capai Kesepakatan soal BrahMos

Kerja sama pertahanan menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam kunjungan PM Modi ke Indonesia.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 18:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan pembahasan rencana pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dalam kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia, Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan kerja sama pertahanan antara India dan Indonesia merupakan pembahasan yang terus berlangsung. Ia menambahkan, seperti yang telah diberitakan media, Indonesia telah menyatakan minat terhadap BrahMos.

Menurut Dubes Sandeep, BrahMos merupakan sistem yang terjangkau dan andal sehingga dapat dimiliki oleh negara-negara seperti Indonesia.

"Kami telah menyelesaikan kesepakatan dengan Filipina. Pembahasan dengan Indonesia sudah berada pada tahap yang sangat lanjut. Kami berharap dapat mencapai kesepakatan terkait BrahMos," kata Dubes Sandeep dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/7/2026), menjelang kedatangan PM Modi.

Dubes Sandeep mengatakan India memandang kerja sama pertahanan dalam kerangka yang lebih luas. Menurut dia, pembahasan antara kedua negara tidak hanya mencakup bidang pertahanan, tetapi juga kerja sama di bidang keamanan maritim.

"Indonesia berada di kawasan Selat Malaka. Karena itu, pembahasannya tidak hanya mengenai pertahanan, tetapi juga peningkatan pengawasan maritim, penanganan penangkapan ikan ilegal (IUU Fishing), pemberantasan pembajakan, operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR), saling mendukung, serta penanganan tumpahan minyak. Jadi, agendanya bersifat menyeluruh dan tidak hanya berkaitan dengan sistem pertahanan," ujar Dubes Sandeep.

Ia menjelaskan bahwa India telah mentransformasi kemampuan industri pertahanannya. Dari yang sebelumnya hanya menjadi negara pengimpor, India kini juga menjadi negara pengekspor alutsista.

"Telah terjadi transformasi di mana kami kini memproduksi sendiri alutsista. Kami ingin berbagi pengalaman itu dengan Indonesia karena saya melihat realitas pertahanan kedua negara sangat mirip. Kami sama-sama mengimpor alutsista yang mahal dari negara-negara maju. Namun, ada batas terhadap apa yang bisa dicapai dengan cara itu. Karena itu, penting untuk menjadi mandiri. Itulah pelajaran yang ingin kami bagikan kepada Indonesia," tutur Dubes Sandeep.

PM Modi dijadwalkan tiba di Indonesia pada Senin (6/7) malam. 

Pada Selasa (7/7), ia akan menggelar pertemuan dan pembicaraan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto yang dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan. Malam harinya, kedua pemimpin dijadwalkan menyampaikan sambutan di hadapan komunitas India di Indonesia.

Selanjutnya, pada Rabu (8/7), PM Modi dijadwalkan bertolak ke Yogyakarta sebelum melanjutkan lawatan ke Australia dan Selandia Baru.

Kunjungan selama dua malam itu merupakan lawatan balasan setelah Presiden Prabowo menghadiri Hari Republik India sebagai tamu kehormatan pada Januari 2025.