Perdana, Jepang Lakukan Uji Coba Rudal di Wilayah Sendiri

Rudal apakah yang digunakan dalam uji coba tersebut? Berikut selengkapnya!

Diterbitkan 25 Juni 2025, 08:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Angkatan Darat Jepang mengumumkan pada Selasa (24/6/2025) bahwa mereka telah melakukan uji coba peluncuran rudal untuk pertama kalinya di wilayah Jepang, seiring negara itu mempercepat pembangunan kekuatan militernya guna menghalau China yang semakin agresif.

Peluncuran uji coba rudal permukaan-ke-kapal jarak pendek Type 88 dilakukan pada Selasa di Lapangan Tembak Anti-Udara Shizunai di Pulau Hokkaido.

Menurut keterangan para pejabat, sekitar 300 tentara ambil bagian dalam latihan pada Selasa yang dilakukan oleh Brigade Artileri ke-1 Pasukan Bela Diri Darat (GSDF), menggunakan rudal latihan yang diarahkan ke sebuah kapal tak berawak yang berada sekitar 40 kilometer dari pesisir selatan Hokkaido. Demikian seperti dilansir AP.

Pejabat GSDF menyatakan bahwa mereka masih memeriksa hasil dari uji coba rudal tersebut.

Karena keterbatasan ruang dan pertimbangan keselamatan, Jepang sebelumnya melakukan uji coba rudal di wilayah Amerika Serikat (AS)—sekutu resminya dalam aliansi pertahanan—dan Australia, mitra utama Jepang dalam bidang pertahanan yang memiliki lahan pelatihan yang luas.

Uji coba rudal domestik pertama pada Selasa menegaskan dorongan Jepang menuju militer yang lebih mandiri dan pengadaan kemampuan serangan balik sebagai bentuk pencegahan terhadap aktivitas Angkatan Laut China yang semakin agresif di laut-laut kawasan.

 

Tinggalkan Pasifisme dan Perkuat Kemampuan Pertahanan

Jepang juga mengkhawatirkan meningkatnya latihan militer gabungan di sekitar pesisir Jepang antara China dan Rusia.

Jepang dan Rusia, yang merupakan tetangga di utara Hokkaido, memiliki sengketa wilayah.

Di bawah Konstitusi yang menganut prinsip pasifisme, Jepang selama ini membatasi penggunaan kekuatan militernya hanya untuk tujuan bela diri. Namun, pada tahun 2022, Jepang mengambil langkah besar keluar dari kebijakan tersebut dengan mengadopsi strategi keamanan nasional lima tahun. Strategi ini menyebut China sebagai tantangan strategis terbesar dan menyerukan penguatan aliansi Jepang-AS.    

Saat ini, Jepang sedang mempersiapkan penempatan rudal jelajah jarak jauh, termasuk Tomahawk yang dibeli dari AS, yang dijadwalkan mulai digunakan pada akhir tahun ini.  

Jepang juga tengah mengembangkan rudal permukaan-ke-kapal Type 12 dengan jangkauan sekitar 1.000 kilometer, sepuluh kali lipat dari Type 88.

Rudal Type 88 berpemandu yang dipasang pada truk, dikembangkan oleh Mitsubishi Heavy Industries Jepang, memiliki jangkauan sekitar 100 kilometer.

Jepang juga tengah mempersiapkan pembangunan lapangan tembak rudal di Minamitorishima, pulau paling timur di Jepang yang tidak berpenghuni, sebuah area di mana dua kapal induk China terlihat beroperasi secara bersamaan untuk pertama kalinya awal bulan ini.