Aset Kripto Kehilangan USD 73 Miliar, Investor Tarik Dana Besar-besaran

CoinShares mencatat aset kripto global turun USD 73 miliar sejak Oktober 2025 akibat arus keluar dana dan melemahnya sentimen investor.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar aset kripto global terus mengalami tekanan. Laporan terbaru CoinShares menunjukkan, nilai aset kelolaan (assets under management/AuM) produk investasi aset digital telah menyusut sekitar USD 73 miliar sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025.

Dalam laporan Digital Asset Fund Flows Weekly Report, dikutip dari cryptopotato, Selasa (3/2/2026), CoinShares mengungkapkan bahwa investor menarik dana sebesar USD 1,7 miliar dari produk investasi aset digital sepanjang pekan lalu. Arus keluar tersebut membalikkan kinerja positif sejak awal tahun dan membuat total arus dana global mencatat net outflow sekitar USD 1 miliar.

CoinShares menjelaskan, penurunan ini mencerminkan melemahnya kepercayaan investor. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain sikap bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang semakin hawkish, aksi jual berkelanjutan dari crypto whales yang berkaitan dengan siklus empat tahunan kripto, serta meningkatnya risiko geopolitik global.

Sejak Oktober 2025, ketika harga aset kripto berada di level tertingginya, minat pasar terhadap sektor ini disebut menurun tajam, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter global.

 

Bitcoin Pimpin Arus Keluar Dana Terbesar

Tekanan di pasar kripto terlihat merata. Berdasarkan laporan CoinShares, Bitcoin menjadi aset dengan arus keluar dana terbesar, mencapai USD 1,32 miliar. Setelah itu disusul Ethereum sebesar USD 308 juta, XRP sebesar USD 43,7 juta, serta Solana senilai USD 31,7 juta.

Sementara itu, aset kripto lain seperti Sui dan Litecoin juga mencatat arus keluar, meski dalam jumlah lebih kecil, masing-masing USD 1,2 juta dan USD 0,2 juta.

Di tengah tekanan tersebut, produk short Bitcoin justru mencatat arus masuk dana sebesar USD 14,5 juta, yang mendorong kenaikan AuM sejak awal tahun sebesar 8,1 persen. Produk investasi multi-aset juga mengalami penarikan dana senilai USD 13,5 juta.

Satu pengecualian datang dari Chainlink, yang masih mampu menarik arus masuk sekitar USD 0,5 juta. Selain itu, CoinShares mencatat produk investasi berbasis tokenisasi logam mulia mengalami kenaikan dana sebesar USD 15,5 juta, didorong oleh kuatnya permintaan on-chain.

Secara regional, sentimen negatif mendominasi. Amerika Serikat mencatat arus keluar terbesar senilai USD 1,65 miliar, disusul Kanada dan Swedia. Sebaliknya, Swiss dan Jerman masih mampu mencatat arus masuk dana.

 

Permintaan Proteksi Risiko Turun Menguat

Tekanan di pasar kripto semakin terasa setelah Bitcoin menembus level support USD 80.000 dan sempat turun hingga USD 74.500. Ethereum (ETH) juga ikut tertekan tak lama setelah pengumuman Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.

Pergerakan ini memicu likuidasi lebih dari USD 2,5 miliar pada posisi long berleverage, memperburuk sentimen pasar yang sudah tertekan oleh arus keluar dana dari produk ETF kripto. Bitcoin pun mencatat penurunan bulanan keempat secara berturut-turut, membuat pasar semakin berhati-hati.

QCP Capital menilai level USD 74.500 menjadi titik penting karena sejalan dengan level terendah siklus kripto tahun 2025. Pasar opsi menunjukkan investor kini lebih banyak mencari perlindungan terhadap penurunan harga (downside protection) dibandingkan spekulasi kenaikan.

Meski demikian, QCP mencatat permintaan lindung nilai belum setinggi periode tekanan ekstrem sebelumnya. Hal ini mengindikasikan sebagian investor mulai bersiap membentuk level dasar harga dalam jangka pendek.