Liputan6.com, Jakarta Poni yang menempel di dahi dan tampak berminyak bisa langsung menurunkan rasa percaya diri. Cara agar poni tidak lepek pada dasarnya berfokus pada menjaga kebersihan kulit kepala bagian depan sekaligus mengontrol minyak berlebih.
Kuncinya ada pada teknik keramas, penataan dengan pengering rambut, serta trik cepat memakai dry shampoo. Dengan kebiasaan yang tepat, cara agar poni tidak lepek dapat kamu terapkan hanya dalam hitungan menit setiap hari.
Kondisi poni yang cepat lepek erat kaitannya dengan produksi minyak alami di kulit kepala. Dilansir dari Biolage, produksi sebum yang berlebihan oleh kelenjar sebasea atau seborrhea dapat membuat rambut tampak lepek, lemas, serta lebih rentan mengalami masalah seperti ketombe. Karena letaknya berada di bagian depan dan sering bersentuhan dengan dahi, poni juga cenderung lebih mudah terkena minyak dan kotoran sehingga lebih cepat terlihat lepek dibanding bagian rambut lainnya.
Advertisement
Cara agar Poni Tidak Lepek Lewat Perawatan Harian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436975/original/018245400_1765190167-rambut_9.jpg)
Perawatan harian yang konsisten adalah fondasi utama supaya poni tetap segar dan tidak menempel di dahi. Beberapa langkah dasar berikut merupakan cara agar poni tidak lepek yang bisa langsung kamu praktikkan di rumah.
-
Keramas dengan teknik yang benar: Cuci rambut dua sampai tiga kali seminggu, bukan setiap hari, karena keramas berlebihan justru merangsang kulit kepala memproduksi lebih banyak minyak. Pastikan area poni terbilas sempurna dari sisa sampo agar tidak ada residu yang membebani helai rambut.
-
Hindari kondisioner di akar poni: Oleskan kondisioner hanya pada bagian tengah hingga ujung rambut. Kondisioner yang mengenai akar poni membuat helai halus cepat terasa berat, cepat berminyak, dan sulit ditata seperti dijelaskan dalam tips menata rambut berponi.
-
Keringkan poni segera setelah keramas: Jangan biarkan poni kering dengan sendirinya, sebab bentuknya akan mengikuti arah tumbuh rambut dan mudah menempel. Gunakan pengering rambut sambil menata dengan sisir supaya poni lebih rapi dan bervolume.
-
Tutup dengan bilasan air dingin: Setelah keramas dengan air suam-suam kuku, akhiri dengan air dingin untuk membantu menutup kutikula. Cara ini membuat rambut terlihat lebih halus dan tidak cepat berminyak.
-
Jaga kebersihan dahi: Bersihkan minyak dan keringat di dahi secara berkala dengan tisu atau kertas minyak. Dahi yang bersih mencegah minyak berpindah ke poni dan sekaligus menekan risiko jerawat di area dahi.
-
Pangkas poni secara rutin: Poni yang dibiarkan terlalu panjang kehilangan bentuk dan lebih mudah menyentuh alis serta kulit. Para penata rambut umumnya menyarankan pemangkasan setiap empat hingga enam minggu agar poni tetap ringan dan mudah diatur.
Minyak dari kulit kepala bukan satu-satunya pemicu. Mengutip Mane Addicts, pelembap dan tabir surya yang dioleskan di dahi juga bisa berpindah ke poni dan mempercepat kesan berminyak, sehingga penting memastikan produk skincare menyerap sempurna sebelum poni menyentuh kulit.
Advertisement
Trik Cepat Menyegarkan Poni Lepek Tanpa Keramas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436967/original/095069500_1765190163-rambut_1.jpg)
Ada kalanya poni sudah terlanjur berminyak sementara kamu tidak sempat keramas. Dalam situasi seperti ini, cara agar poni tidak lepek yang paling praktis adalah menyegarkannya secara instan tanpa air.
-
Andalkan dry shampoo: Semprotkan dry shampoo ke akar poni, diamkan beberapa saat agar minyak terserap, lalu pijat lembut dengan ujung jari. Mark Townsend, penata rambut selebritas, dikutip dari AOL mengatakan, "Saya suka dry shampoo, tetapi untuk hasil terbaik, kamu harus memegang kalengnya sekitar 10 hingga 12 inci dari kulit kepala."
-
Ganti dengan bedak bayi atau bedak tabur: Bila tidak punya sampo kering, bedak tabur transparan juga mampu menyerap minyak di akar poni. Gunakan sedikit saja dan pilih warna bening supaya tidak meninggalkan kesan abu-abu seperti uban.
-
Tempelkan kertas minyak ke helai poni: Kertas minyak tidak hanya berguna untuk wajah, tetapi juga bisa ditepuk-tepukkan langsung ke helai poni yang berminyak. Trik ini sangat membantu bagi kamu yang memiliki kulit dan rambut tipe berminyak.
-
Semprot sedikit air lalu blow ulang: Kalau poni sudah sulit dibentuk, semprotkan sedikit air ke poni, lalu keringkan ulang dengan pengering untuk menata kembali bentuknya. Cara ini menyegarkan poni tanpa perlu membasahi seluruh rambut.
-
Sisir dengan sisir yang bersih: Menyisir poni menyebarkan minyak dari akar ke ujung sehingga tidak menumpuk di satu titik. Pastikan sisir dalam keadaan bersih, karena sisir kotor justru memindahkan kembali minyak dan debu ke rambut.
Sebagaimana dikutip dari All Things Hair, hasil penggunaan dry shampoo dapat lebih maksimal dengan membagi poni menjadi beberapa bagian sebelum menyemprotkannya dari jarak yang dianjurkan, kemudian membiarkannya selama beberapa menit agar produk bekerja sebelum diratakan.
Sementara itu, Who What Wear menjelaskan bahwa residu dry shampoo sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk. Bubuk dan pati pada produk dapat bercampur dengan minyak sehingga berpotensi menyumbat pori atau folikel kulit kepala. Oleh karena itu, penggunaan dry shampoo sebaiknya secukupnya dan tidak menggantikan keramas secara rutin.
Cara Menata Poni agar Tetap Bervolume dan Tidak Menempel
Cara agar poni tidak lepek tidak berhenti pada urusan minyak, tetapi juga soal menjaga volume supaya poni tidak jatuh menempel di dahi. Teknik penataan yang tepat membuat bagian depan rambut tetap mengembang lebih lama.
-
Blow poni dengan gerakan kanan-kiri: Setelah keramas, keringkan poni sambil menggeser pengering ke kanan dan kiri seperti gerakan wiper. Teknik ini mengangkat akar sehingga poni tidak langsung lurus jatuh menempel, mirip cara membuat rambut terlihat lebih bervolume.
-
Bentuk dengan sisir bulat: Gunakan sisir bulat kecil untuk mengangkat akar dan memberi lengkungan lembut pada ujung poni. Arahkan aliran udara mengikuti sisir agar bentuk poni lebih rapi dan tahan lama.
-
Jepit poni saat mengering: Jika tidak sempat memakai pengering, sisir poni lalu jepit ke atas atau ke samping dan biarkan mengering dalam posisi terangkat. Trik sederhana pada penataan poni pendek ini otomatis menambah volume tanpa alat panas.
-
Manfaatkan rol rambut: Rol rambut atau velcro roller efektif menahan poni tetap mengembang, terutama untuk pemilik rambut tipis dan licin. Diamkan beberapa menit sambil kamu bersiap, lalu lepaskan untuk hasil yang lebih bouncy.
-
Rawat poni saat tidur: Jepit poni ke samping sebelum tidur agar tidak tertindih dan menempel semalaman. Gunakan sarung bantal berbahan satin untuk mengurangi gesekan yang memicu produksi minyak dan rambut kusut.
-
Kurangi menyentuh poni: Semakin sering poni dipegang, semakin cepat pula minyak dari jari berpindah ke rambut. Eugene Smith, penata rambut senior di salon John Frieda, dikutip dari AOL menyarankan, "Usahakan untuk tidak terlalu sering menyentuhnya. Minyak alami dari tangan bisa membuat poni terpisah atau menjadi lepek."
Selain teknik penataan, pemilihan gaya potongan juga berperan besar. Model see-through, air bangs, hingga curtain bangs yang ringan cenderung tidak menempel di dahi, sehingga banyak dipilih untuk gaya poni ala Korea maupun model rambut medium dengan poni anti lepek.
Advertisement
Penyebab Poni Cepat Lepek yang Sering Diabaikan
Memahami akar masalah membantu kamu memilih solusi yang tepat, bukan sekadar menutupi poni yang sudah terlanjur menempel. Ada beberapa faktor yang membuat poni lebih cepat berminyak dibanding bagian rambut lain, dan mengetahui pemicunya memudahkanmu menemukan cara agar poni tidak lepek yang paling sesuai.
Berdasarkan laporan Hims, produksi sebum oleh kelenjar sebasea dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon. Kondisi tersebut membuat sebagian orang secara alami memiliki kulit kepala yang lebih berminyak dibandingkan yang lain. Dr. Lindsey Zubritsky, dokter kulit bersertifikat, dikutip dari Women's Health, menjelaskan bahwa sebum merupakan minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di dalam folikel rambut.
Sementara itu, Dr. Sandra Lee atau Dr. Pimple Popper, dikutip dari SLMD Skincare, menyebutkan bahwa produksi sebum meningkat selama masa pubertas akibat perubahan hormon, kemudian cenderung melambat seiring bertambahnya usia. Philip B, pakar kulit kepala sekaligus pendiri Philip B Botanicals, juga menekankan bahwa keseimbangan produksi sebum merupakan kunci untuk menjaga kesehatan kulit kepala.Â
-
Produksi sebum berlebih: Ini pemicu utama rambut tampak lepek dan berminyak. Sebum yang seharusnya melembapkan justru membuat akar poni cepat menempel bila jumlahnya berlebihan.
-
Terlalu sering keramas: Mencuci rambut setiap hari menghilangkan minyak alami dan memancing kulit kepala memproduksi minyak lebih banyak. Alih-alih membantu, kebiasaan ini justru membuat poni makin cepat lepek.
-
Kebiasaan menyentuh poni: Menyingkirkan atau memainkan poni dengan tangan memindahkan minyak dan kotoran dari jari ke rambut. Semakin sering disentuh, semakin cepat poni terlihat berminyak.
-
Produk skincare dan styling yang berat: Krim wajah, serum, atau minyak rambut yang terlalu kental di area dahi dan akar membuat poni terasa berat. Pilih produk ringan dan non-comedogenic di sekitar garis rambut.
-
Alat penata dan sisir yang kotor: Sisir, jepit, dan catokan yang jarang dibersihkan menyimpan residu minyak yang kembali menempel ke poni. Bersihkan alat secara berkala agar tidak menjadi sumber minyak baru.
-
Pola makan, stres, dan kurang tidur: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dan lemak, stres, serta kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan minyak di kulit kepala melalui hormon.
-
Sering memakai helm atau topi: Penutup kepala yang menjebak panas dan keringat, misalnya saat naik motor, membuat area poni lembap dan lebih cepat berminyak. Usahakan menjaga kulit kepala tetap bersih dan sejuk.
-
Jenis rambut tipis dan lurus: Sebum lebih mudah melapisi helai rambut yang tipis dan lurus dari akar hingga ujung. Karena itulah poni tipis biasanya terlihat lepek lebih cepat dibanding poni tebal.
Bila poni disertai kulit kepala yang gatal, kemerahan, atau berketombe parah, sebaiknya jangan hanya mengandalkan trik penataan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda kulit kepala yang kurang sehat dan lebih baik dikonsultasikan ke dokter kulit atau dermatolog. Untuk perawatan sehari-hari, memilih sampo yang tepat untuk rambut berminyak tetap menjadi langkah paling mendasar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Poni Lepek
Kenapa poni cepat lepek padahal baru saja keramas?
Poni yang cepat lepek setelah keramas biasanya dipengaruhi oleh produksi sebum yang tinggi, jenis rambut tipis atau lurus, serta kebiasaan menyentuh poni dengan tangan. Penggunaan kondisioner atau produk berat di area akar juga membuat poni cepat terasa berminyak meski baru dicuci. Menariknya, keramas yang terlalu sering justru bisa memperparah kondisi ini.
Apakah dry shampoo aman dipakai setiap hari untuk poni?
Dry shampoo sangat membantu menyerap minyak saat kamu tidak sempat keramas, tetapi sebaiknya tidak dipakai setiap hari. Pemakaian terlalu sering dapat meninggalkan penumpukan residu yang membuat kulit kepala terasa berat, gatal, dan malah lebih mudah berketombe. Gunakan sebagai penyelamat sesekali, lalu bersihkan tuntas saat keramas berikutnya.
Bagaimana cara mengatasi poni lepek saat di sekolah atau bepergian?
Siapkan sisir kecil dan mini dry shampoo atau bedak tabur di dalam tas sebagai penyelamat darurat. Saat poni mulai lepek, cukup tepuk-tepuk bedak di akar, sisir rapi, atau jepit dan gunakan bando agar wajah tetap terlihat segar. Memilih model poni yang ringan serta rutin memangkas poni juga membuatnya lebih mudah diatur sepanjang hari.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314177/original/064272800_1785736202-mahfud_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309588/original/003710000_1785231661-6sdT73vBB8nMCmQSjGBjv9V71N8QREFzoYUIgig7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314497/original/003258400_1785748506-ChatGPT_Image_3_Agu_2026__16.08.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314242/original/061407200_1785739910-6b3379b9-2e6c-4d1b-842f-a3a9cd2156c8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309576/original/014804200_1785231649-xVwcViVx07qjUmU7IaLYCrlVYjk0ywIOxWPVc7H7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314375/original/096279200_1785744645-f8d23d26-9245-496b-a5c0-95ed37f37444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311045/original/057536400_1785387048-aRPCgv7FlrWjZbwDIfZzEEVR80upipXjcMw79WzQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5120315/original/094545400_1738653375-marcos-paulo-prado-GAI_kOUIc8U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311044/original/094496000_1785387038-o7esrpTZzzqcaTVuhzRnR8nDwpWCfOvbdPiD5Cq8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309567/original/034722700_1785231639-Fv6GuGCzwck7ymP3Pjr3JlCd3mFqXXm5X7UBwWqY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314213/original/060216100_1785737997-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_11.42.48.jpeg)