Liputan6.com, Jakarta Bunga lily of the valley kerap dinobatkan sebagai salah satu bunga paling anggun sekaligus penuh teka-teki di dunia. Ukurannya mungil, berwarna putih bersih, dan bergelantungan bagai deretan lonceng kecil di sepanjang tangkai yang melengkung.
Di balik tampilannya yang lembut, bunga lily of the valley menyimpan banyak kisah, mulai dari simbol kemurnian hingga statusnya sebagai tanaman beracun. Aromanya yang khas bahkan menjadi inspirasi bagi sederet parfum mewah kelas dunia.
Secara ilmiah, tanaman ini dikenal dengan nama Convallaria majalis dan tumbuh alami di kawasan beriklim sedang. Melansir MedicineNet, meski masih tergolong keluarga asparagus, seluruh bagian tanaman ini justru bersifat racun bagi manusia maupun hewan. Untuk mengenal lebih dalam tentang jenis bungan ini, simak pembahasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (3/8/2026).
Advertisement
Apa Itu Bunga Lily of the Valley?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223524/original/066720900_1747549407-pexels-alexandra-matviets-101599139-12192220.jpg)
Bunga lily of the valley adalah tanaman herba perenial (tahunan) yang tumbuh rendah dengan bunga putih berbentuk lonceng dan daun hijau lebar yang mengkilap. Tanaman ini menyebar lewat rimpang atau rhizoma di bawah tanah sehingga membentuk hamparan rapat yang sering dijadikan penutup tanah di area teduh. Mengacu pada database tanaman NC State Extension, lily of the valley merupakan perenial berimpang dari famili Asparagaceae yang berasal dari Eurasia dan tumbuh dengan tinggi sekitar 25 sentimeter.
Nama Latinnya, Convallaria majalis, kerap dimaknai sebagai "lily dari lembah". Menariknya, meskipun namanya mengandung kata lily, bunga ini bukanlah bakung sejati dari genus Lilium, melainkan kerabat dekat asparagus. Jika Anda tertarik menelusuri beragam nama bunga dari seluruh dunia, lily of the valley termasuk salah satu yang paling banyak dikelilingi julukan, seperti May bells, Our Lady's Tears, hingga ladder-to-heaven.
Habitat alami bunga lily of the valley berada di hutan-hutan teduh dan padang lembap di Eropa, Asia, serta sebagian Amerika Utara. Tanaman ini mekar pada musim semi dan hanya bertahan beberapa minggu, tetapi kehadirannya begitu ikonik sebagai penanda datangnya cuaca hangat. Karena menyukai naungan, ia sering ditanam di bawah pohon tempat banyak tanaman lain sulit tumbuh.
Dalam dunia wewangian, bunga lily of the valley lebih akrab disebut dengan nama Prancis, yaitu muguet. Karakter putih, bersih, dan lembutnya membuat tanaman ini melampaui statusnya sebagai bunga taman biasa dan menjelma menjadi simbol budaya yang kaya makna. Bagi pencinta tanaman hias, bunga ini juga menjadi pintu masuk mengenal tanaman hias berbunga yang mudah dirawat di hunian.
Advertisement
Ciri-Ciri dan Ragam Warna Bunga Lily of the Valley
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223528/original/057504400_1747549426-pexels-anastasia-ilina-makarova-140436704-12107091.jpg)
Meski sekilas tampak seragam, bunga lily of the valley sebenarnya memiliki sejumlah ciri khas serta beberapa ragam warna dan kultivar. Mengenali ciri-cirinya penting agar tidak keliru dengan tanaman berbunga lonceng lain yang serupa.
Dilansir dari The Spruce, selain spesies aslinya yang berbunga putih, ada beberapa kultivar populer yang dikembangkan pehobi taman, mulai dari yang berbunga merah muda hingga berdaun bergaris. Berikut ciri-ciri dan ragam bunga lily of the valley yang perlu diketahui:
-
Bunga berbentuk lonceng: Setiap kuntum berbentuk lonceng kecil yang menggantung menghadap ke bawah di sepanjang tangkai melengkung, memberi kesan anggun dan sederhana.
-
Warna putih klasik: Varian putih bersih adalah yang paling umum dan paling ikonik, kerap diasosiasikan dengan kesucian serta acara pernikahan.
-
Ragam merah muda: Kultivar Convallaria majalis 'Rosea' menghadirkan bunga berwarna merah muda lembut yang tergolong lebih langka dan romantis.
-
Varietas berbunga besar: Kultivar 'Fortin's Giant' memiliki ukuran bunga yang lebih besar dibanding lily of the valley pada umumnya.
-
Kultivar bunga ganda: 'Flore Pleno' dihargai karena bunganya yang bertumpuk atau ganda, menambah kesan mewah pada tampilan.
-
Kultivar berdaun hias: 'Albostriata' memiliki daun dengan garis-garis putih yang mempercantik dedaunannya bahkan di luar musim berbunga.
-
Daun hijau lebar: Dua helai daun oval yang mengkilap menjadi latar yang subur bagi bunga-bunga kecilnya.
-
Buah beri merah: Setelah masa berbunga, tanaman dapat menghasilkan buah beri berwarna merah cerah yang sangat beracun bila termakan.
-
Mekar di musim semi: Masa berbunga berlangsung sekitar empat minggu, biasanya dari akhir April hingga awal musim panas, tergantung iklim.
Baca juga: Arti Bunga Aster: Makna, Jenis, dan Filosofi di Balik Keindahannya
Makna dan Simbolisme Bunga Lily of the Valley
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223522/original/081239800_1747549404-pexels-couleur-30557029.jpg)
Sepanjang sejarah, bunga lily of the valley dipenuhi lapisan makna yang mendalam. Ia bukan sekadar bunga hias, melainkan pembawa pesan tanpa kata yang dipahami lintas budaya dan lintas zaman. Untuk memahami lebih jauh soal makna dan simbolisme di balik keindahan floral, lily of the valley adalah contoh sempurna betapa bunga mungil pun bisa sarat filosofi.
Sebagaimana dikutip dari ScienceDirect, di Prancis terdapat tradisi memberikan lily of the valley setiap 1 Mei sebagai ungkapan persahabatan, kebiasaan yang diyakini bermula dari Raja Charles IX pada tahun 1561. Berikut sejumlah makna yang melekat pada bunga lily of the valley:
-
Kemurnian dan kesucian: Warna putihnya yang bersih menjadikannya lambang keluguan dan hati yang tulus, mirip dengan cara lily putih dimaknai sebagai kesucian.
-
Kembalinya kebahagiaan: Dalam bahasa bunga era Victoria, lily of the valley bermakna "return of happiness" alias kembalinya suka cita setelah masa sulit.
-
Kerendahan hati: Bunganya yang mungil dan menunduk ke tanah menjadikannya simbol kesahajaan serta ketulusan.
-
Cinta dan keberuntungan: Di berbagai budaya, bunga ini diberikan sebagai tanda cinta yang lembut sekaligus pembawa keberuntungan.
-
Awal yang baru: Karena mekar di musim semi, ia melambangkan permulaan baru dan harapan yang segar.
-
Simbol religius: Cerita rakyat Kristiani menyebut bunga ini tumbuh dari air mata Bunda Maria di kaki salib, sehingga dijuluki Our Lady's Tears.
-
Legenda tangga peri: Dongeng Eropa kuno menyebut lonceng-lonceng kecilnya sebagai "tangga peri" yang dinaiki para peri pada malam hari.
-
Bunga nasional Finlandia: Lily of the valley dipilih menjadi bunga kebangsaan Finlandia dan dikenal di sana dengan nama kielo.
Baca juga: 8 Macam Bunga dan Maknanya untuk Rayakan Hari Kasih Sayang
Advertisement
Bunga Lily of the Valley, Ikon Kerajaan Inggris hingga Dunia Parfum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223526/original/romises__we_bloomed_as_one__ceremony__TheReception___-__derai.studio_Wedding_Planner__paper_diamondsShow_Management__innazcommuniqueWedding_venue__comoshambhalaestateDecorator__tearoseweddingSound.jpg)
Salah satu alasan bunga lily of the valley begitu terkenal adalah kedekatannya dengan keluarga kerajaan. Berbagai catatan menyebutkan Ratu Victoria menggunakannya dalam buket pernikahan dan menanamnya di taman untuk pengantin kerajaan generasi berikutnya, sementara Ratu Elizabeth II membawanya dalam buket pernikahan pada 1947 dan menjadikannya bunga favorit sepanjang hidupnya. Tradisi itu berlanjut ke generasi setelahnya, terlihat dari rangkaian bunga pengantin Kate Middleton yang didominasi lily of the valley, serta buket ikonik Grace Kelly pada 1956 dan Putri Diana pada 1981. Bahkan pada momen berkabung pun bunga ini hadir, seperti tampak dari karangan bunga pilihan Raja Charles III di peti mati Ratu Elizabeth II.
Selain istana, bunga lily of the valley tak bisa dilepaskan dari nama Christian Dior. Sang perancang adibusana menjadikannya jimat keberuntungan dan menuangkannya menjadi parfum legendaris Diorissimo, sehingga aromanya ikut hidup dalam koleksi wewangian rumah mode tersebut hingga kini, termasuk lini terbaru seperti parfum yang terinspirasi mimpi Christian Dior. Uniknya, bunga ini nyaris mustahil diekstrak aromanya secara alami, sehingga wanginya harus direkonstruksi cermat oleh para perfumer. Tak heran bila lily of the valley kerap muncul dalam daftar parfum favorit para bangsawan Kerajaan Inggris.
Lantas, seperti apa sebenarnya karakter aromanya? Steve Mormoris, CEO dan pendiri Scent Beauty, dikutip dari Alpha Aromatics, menyatakan, "Lily of the valley, atau muguet dalam bahasa Prancis, memiliki aroma manis yang mengalun lembut dan dipenuhi kesegaran embun."
Interpretasi modern dari muguet pun terus bermunculan di dunia parfum, karena karakternya yang fleksibel mudah dipadukan dengan musk, green notes, hingga aroma kayu lembut. Poline Ferron, pakar parfum di Printemps, saat menggambarkan salah satu tafsir kontemporer muguet, dikutip dari Tatousenti, menuturkan, "Aromanya berair dan ringan, jauh lebih hijau dibanding Diorissimo, di atas dasar yang musky, bertepung, sekaligus sensual."
Bahaya Racun dan Cara Merawat Bunga Lily of the Valley
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223529/original/068122600_1747549427-pexels-alexandra-matviets-101599139-12192220.jpg)
Di balik keindahan dan aromanya yang memikat, bunga lily of the valley menyimpan sisi berbahaya yang wajib diwaspadai. Seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, bunga, batang, hingga buah berinya, mengandung racun. Bunga ini bahkan masuk dalam daftar tanaman berbunga yang sangat beracun apabila tertelan.
Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam jurnal Bioactive Compounds in Health and Disease, sumber toksisitasnya adalah kandungan glikosida jantung, terutama convallatoxin, yang secara historis pernah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk gangguan jantung, tetapi memiliki jendela terapeutik yang sangat sempit sehingga berisiko. Merujuk WebMD, senyawa glikosida jantung inilah yang bekerja langsung pada jantung dan dapat memicu detak jantung tidak teratur yang berbahaya.
Reputasi tanaman ini sebagai obat jantung memang sudah lama melekat dalam catatan lawas. Dalam buku Hothouse Flower and the Nine Plants of Desire, Margot Berwin menuliskan, "Lily of the valley dikenal mampu memperlambat kerja jantung yang lemah dan mudah teriritasi, sekaligus memperkuat dayanya."
Karena sifatnya yang beracun, tanaman ini perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan, sebagaimana banyak diingatkan dalam ulasan soal tanaman hias beracun bagi hewan peliharaan dan tanaman hias yang berbahaya untuk anak. Bahkan air bekas rendaman bunga potongnya pun bisa ikut beracun, sehingga pemilik kucing dan hewan peliharaan perlu ekstra hati-hati. Bila sudah paham risikonya, berikut cara merawat bunga lily of the valley agar tumbuh sehat:
-
Pilih lokasi teduh: Tanam di area dengan naungan parsial hingga penuh; sinar matahari pagi masih ditoleransi, tetapi terik siang dapat membakar daun dan bunganya.
-
Gunakan tanah subur berdrainase baik: Media tanam kaya bahan organik dengan drainase lancar akan mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah akar membusuk.
-
Jaga kelembapan tanah: Sirami secara teratur agar tanah tetap lembap namun tidak becek, terutama pada masa kering, sebagaimana prinsip umum merawat tanaman hias agar tidak mudah layu.
-
Beri pupuk secukupnya: Tambahkan pupuk slow release pada awal musim tumbuh bila tanah kurang subur, dan hindari pemupukan berlebihan.
-
Lakukan pembagian rumpun: Setiap tiga hingga lima tahun, gali dan pisahkan rumpun yang terlalu padat agar tanaman kembali rajin berbunga.
-
Atur jarak tanam: Jangan menanam rimpang terlalu berdempetan agar setiap tanaman mendapat ruang tumbuh yang cukup.
-
Waspadai sifat invasif: Karena menyebar cepat lewat rimpang, sebaiknya tanam di pot atau wadah pot khusus untuk membatasi penyebarannya.
Baca juga: 12 Jenis Bunga yang Bisa Ditanam Dalam Pot, Perawatannya Mudah
Pada akhirnya, bunga lily of the valley membuktikan bahwa keindahan tidak selalu berbanding lurus dengan kesederhanaan penampilan. Di balik lonceng-lonceng putihnya yang mungil tersimpan aroma yang menggoda para perfumer, simbolisme yang dihormati kerajaan, sekaligus racun yang menuntut kewaspadaan. Memahaminya secara utuh membuat kita bisa mengagumi pesonanya dengan lebih bijak, entah sebagai penghuni taman teduh, penghias buket, maupun inspirasi wewangian yang tak lekang oleh waktu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga Lily of the Valley
Q: Apakah bunga lily of the valley beracun?
A: Ya, bunga lily of the valley bersifat sangat beracun. Seluruh bagian tanaman, termasuk daun, bunga, batang, dan buah berinya, mengandung glikosida jantung yang dapat menimbulkan mual, muntah, hingga gangguan irama jantung apabila tertelan. Aman disentuh, tetapi jangan sampai dikonsumsi dan jauhkan dari anak-anak serta hewan peliharaan.
Q: Apa makna atau arti bunga lily of the valley?
A: Bunga lily of the valley umumnya dimaknai sebagai lambang kemurnian, kerendahan hati, dan kembalinya kebahagiaan. Bunga ini juga diasosiasikan dengan cinta yang tulus, keberuntungan, serta awal yang baru, sehingga kerap dipilih untuk buket pernikahan dan hadiah istimewa bagi orang terkasih.
Q: Apakah bunga lily of the valley bisa ditanam di Indonesia?
Bisa, tetapi tergolong menantang karena bunga lily of the valley menyukai iklim sejuk dan membutuhkan masa dorman yang dingin untuk berbunga. Di daerah tropis dataran rendah, tanaman ini sulit berbunga optimal, sehingga lebih cocok dicoba di dataran tinggi yang berudara sejuk atau dengan perlakuan khusus bagi pehobi yang telaten.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314177/original/064272800_1785736202-mahfud_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311045/original/057536400_1785387048-aRPCgv7FlrWjZbwDIfZzEEVR80upipXjcMw79WzQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311044/original/094496000_1785387038-o7esrpTZzzqcaTVuhzRnR8nDwpWCfOvbdPiD5Cq8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309567/original/034722700_1785231639-Fv6GuGCzwck7ymP3Pjr3JlCd3mFqXXm5X7UBwWqY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314213/original/060216100_1785737997-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_11.42.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313926/original/083784200_1785725725-watermarked_img_5584146168891203644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331792/original/047061200_1756448790-ChatGPT_Image_Aug_29__2025__01_21_39_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311055/original/096510900_1785387059-3BPvuLmS5yGm5PsqQ0Pw0gtlwoepvB36rxVTevHx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311054/original/088613000_1785387058-IYmKkVW3jCbNWPljTVjj5GTDM3mBABDL7jSAXVyy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313897/original/072259300_1785722471-67ef76ad-49d3-4eb2-a611-750a5d6a4157.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309361/original/033992900_1785225635-P8pTsLCJd1brxhYlOgueflkvKA2D7S8CQSDFed4e.jpg)