Bunga yang Hidup di Air: Jenis, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya

Mengenal bunga yang hidup di air seperti teratai, lotus, eceng gondok, dan melati air, lengkap dengan pengertian, jenis, ciri-ciri, serta manfaatnya.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tidak semua bunga tumbuh di atas tanah kering karena ada kelompok tumbuhan yang justru berkembang subur di lingkungan berair. Bunga yang hidup di air memiliki pesona khas dan mampu bertahan di kolam, danau, rawa, hingga vas kaca berisi air bersih.

Mulai dari teratai yang mengapung anggun sampai lotus yang menjulang tinggi, jenisnya sangat beragam dan mudah dijumpai di Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan sanggup hidup tanpa media tanah, cukup dengan air yang diganti secara berkala.

Selain memikat mata, bunga yang hidup di air memegang peran ekologis penting bagi kualitas air dan habitat satwa. Merujuk laporan Iowa Department of Natural Resources, tanaman air memperbaiki kualitas air dengan menyerap kelebihan nutrisi, menekan pertumbuhan alga, sekaligus menstabilkan sedimen di dasar perairan.

Apa Itu Bunga yang Hidup di Air?

Bunga yang hidup di air adalah bunga yang dihasilkan oleh tanaman air atau tumbuhan akuatik, yang juga dikenal sebagai hidrofit. Kelompok tumbuhan ini menjalani sebagian atau seluruh siklus hidupnya di dalam air, baik dengan akar yang menancap di lumpur dasar maupun mengapung bebas di permukaan.

Habitat alaminya adalah perairan tawar yang relatif tenang, seperti kolam, danau, sungai berarus lambat, dan rawa. Menariknya, banyak jenis dapat dibudidayakan dalam pot berisi lumpur atau bahkan hanya dengan air, sehingga cocok dijadikan tanaman hias yang bisa hidup hanya dari air untuk mempercantik ruangan.

Dalam buku Tanaman Air karya Don WS, tumbuhan air dibedakan menjadi empat jenis, yaitu tanaman oksigen (oxygenator), tanaman mengapung (floating plant), tanaman lumpur (bog plant), dan tanaman pinggir (marginal plant). Pembagian ini membantu kita memahami mengapa satu bunga hidup mengambang di tengah kolam, sementara yang lain justru tumbuh di tepian yang selalu basah.

Dengan karakter itu, bunga air memiliki peran ganda, yakni sebagai penghias sekaligus penjaga keseimbangan ekosistem perairan. Tidak heran jika banyak orang menempatkannya di kolam minimalis maupun sebagai tanaman hias dalam ruangan yang bisa tumbuh di tanah maupun air.

Jenis Bunga yang Hidup di Air yang Populer

Ada banyak pilihan bunga air yang indah sekaligus mudah dirawat, baik untuk kolam terbuka maupun wadah kaca di dalam rumah. Sebagaimana dikutip dari buku Mengenal Ragam Tumbuhan Air karya Agus Maryoto, bunga teratai dikenal lewat daun yang lebar dan bunga besar berukuran sekitar 45-90 cm serta berfungsi sebagai penyaring air alami, tempat ikan bertelur, sekaligus tanaman hias. Berikut sejumlah jenis yang paling banyak dijumpai.

  1. Teratai (Nymphaea) - Bunga ini punya daun lebar mengapung di permukaan air dan kelopak beragam warna, mulai dari putih, merah muda, hingga ungu. Teratai tumbuh subur di perairan tenang dan kerap dianggap simbol kesucian. David Trinklein, hortikulturis University of Missouri Extension, dikutip dari extension.missouri.edu menyatakan, "Begitu tumbuh mapan, teratai akan berbunga hingga akhir musim panas dan menjadi tambahan eksotis bagi lanskap mana pun." Anda bisa menyimak lebih jauh manfaat kesehatan daun teratai yang selama ini kurang dikenal.
  2. Lotus atau Seroja (Nelumbo nucifera) - Sering disamakan dengan teratai, padahal daun dan bunga lotus tumbuh menjulang di atas permukaan air dengan tangkai panjang. Lotus identik dengan aroma harum dan nilai spiritual yang tinggi di banyak budaya, seperti terlihat pada makna filosofis bunga lotus yang melambangkan kebangkitan.
  3. Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) - Tanaman mengapung ini memiliki bunga ungu muda yang cantik dan akar yang menggantung di bawah air. Meski indah, eceng gondok tumbuh sangat cepat sehingga perlu dikendalikan agar tidak menutupi seluruh permukaan air.
  4. Melati Air (Echinodorus palaefolius) - Bunganya putih kecil menyerupai melati biasa, dengan tiga kelopak dan daun kaku. Melati air mudah ditanam di kolam dangkal maupun pot besar dan dipercaya membantu menyerap racun di udara. Sebagai perbandingan aroma dan bentuk, menarik juga menengok ciri khusus bunga melati darat yang lebih dulu populer.
  5. Calla Lily (Zantedeschia aethiopica) - Bunga berbentuk corong ini tampil mencolok dengan warna putih, kuning, ungu, hingga oranye. Calla lily menyukai permukaan air terbuka seperti kolam dan sering pula ditanam dalam vas bening sebagai penyebar aroma lembut. Keindahan bunga calla lily bahkan kerap dipilih untuk dekorasi acara istimewa.
  6. Water Canna (Thalia dealbata) - Tumbuhan perdu tropis ini berbunga ungu dengan daun tebal dan lebar, serta sangat digemari kupu-kupu. Di alam liar, water canna biasa tumbuh di lahan basah seperti kolam dan rawa.
  7. Bunga Ekor Kucing atau Cattail (Typha) - Bentuknya khas menyerupai ekor kucing berbulu yang menjulur di atas permukaan air. Selain menarik dipandang, cattail menyediakan ekosistem penting bagi berbagai satwa liar di tepi perairan.
  8. Iris Air (Iris laevigata) - Bunga berkelopak tiga ini tumbuh menjulang hingga sekitar satu meter di atas air dangkal dengan warna ungu, biru, dan putih. Iris air ideal ditanam di tepi kolam untuk menciptakan dinding bunga yang rapi.

Bagi Anda yang gemar menikmati taman air pada malam hari, ada catatan menarik soal teratai tropis. Ahli hortikultura University of Georgia, Johnson, dikutip dari CAES Field Report menyatakan, "Teratai tropis adalah satu-satunya yang mekar pada malam hari, sehingga jika Anda menikmati taman air pada malam hari, teratai jenis ini menjadi tambahan yang sangat bagus." Untuk inspirasi warna lain, Anda juga dapat menelusuri daftar nama bunga beserta maknanya ataupun kisah koleksi busana bertema bunga teratai biru.

Ciri-Ciri Bunga yang Hidup di Air

Tumbuhan air punya sejumlah adaptasi khusus agar tetap bertahan meski sebagian besar tubuhnya terendam. Dalam buku Biology for Junior High School Year IX karya Suyitno Aloysius dan Sukirman, disebutkan beberapa ciri umum tanaman air sebagai berikut.

  1. Kutikula tipis - Lapisan pelindung daun cenderung tipis karena tumbuhan tidak perlu menahan kehilangan air seperti tanaman darat.
  2. Stomata melimpah - Mulut daun terdapat banyak di kedua sisi dan cenderung selalu terbuka untuk pertukaran gas.
  3. Daun datar dan lebar - Bentuk daun yang pipih memudahkannya mengapung di permukaan air.
  4. Rongga udara - Terdapat kantong-kantong udara (aerenkim) yang membuat tumbuhan mampu mengapung sekaligus mengangkut oksigen.
  5. Struktur lentur - Batang tidak kaku karena ditopang oleh tekanan air di sekelilingnya.
  6. Akar berukuran kecil - Ukuran akar relatif kecil sehingga air dapat langsung berdifusi ke dalam daun.
  7. Akar penyerap oksigen - Sebagian memiliki akar khusus untuk mengambil oksigen dari lingkungan berair.

Salah satu contoh adaptasi paling menarik terlihat pada teratai. Struktur rongga udara di batangnya menjadi kunci pasokan oksigen ke bagian yang terendam, seperti diulas dalam pembahasan adaptasi unik tumbuhan air pada teratai. Karakteristik lengkapnya juga bisa Anda pelajari melalui ulasan ciri-ciri teratai yang khas.

Perbedaan Teratai dan Lotus

Teratai dan lotus adalah dua bunga air yang paling sering tertukar karena sama-sama tumbuh di perairan dan memiliki bunga yang indah. Padahal keduanya berasal dari famili berbeda, yakni Nymphaeaceae untuk teratai dan Nelumbonaceae untuk lotus. Sebagaimana diungkapkan New York Botanical Garden, bunga dan daun teratai cenderung tebal serta berlilin, sedangkan lotus lebih tipis dan menyerupai kertas, dengan daun teratai yang memiliki cekungan atau belahan khas.

Perbedaan paling mudah dikenali terletak pada posisi daun dan bunganya. Dilansir dari Forest Preserve District of Will County, daun teratai umumnya beristirahat tepat di permukaan air, sementara daun lotus selalu tumbuh menjulang di atas permukaan. Untuk panduan visual yang lebih rinci, Anda dapat menyimak ulasan soal perbedaan teratai dan lotus yang kerap menghiasi kolam rumah.

Perbedaan lain tampak pada bentuk kelopak dan polong bijinya. Kelopak teratai ramping dengan ujung meruncing sehingga membentuk bunga menyerupai bintang, sedangkan kelopak lotus lebih lebar dan membulat. Setelah mekar, lotus meninggalkan polong biji berbentuk corong yang terus tumbuh di atas air, sementara biji teratai justru matang di bawah permukaan.

Dari sisi ukuran, lotus umumnya lebih besar dan dapat menjulang tinggi sehingga membutuhkan pot dan pemupukan yang lebih intensif dibanding teratai. Keduanya juga memiliki makna budaya kuat, di mana lotus dihormati sebagai bunga suci di sejumlah tradisi Asia, sementara teratai kerap menjadi lambang kebijaksanaan dan kemurnian. Keindahan simbolisnya membuat kedua bunga ini populer, tak kalah dari cerita di balik manfaat bunga teratai salju yang langka.

Manfaat Bunga yang Hidup di Air

Kehadiran bunga air tidak berhenti pada nilai estetika, tetapi juga membawa manfaat ekologis yang nyata. Dalam buku Buku Pintar: Tumbuhan karya Jumanta, tanaman air disebut berperan penting menstabilkan lingkungan perairan, memasok oksigen, hingga menyerap nutrien berlebih. Berdasarkan keterangan The Pond Guy, tanaman air bekerja sebagai penyaring alami yang menyerap kelebihan nutrisi sekaligus melepaskan oksigen melalui fotosintesis, sehingga membantu menekan pertumbuhan alga.

Manfaat berikutnya adalah menyediakan habitat dan perlindungan bagi kehidupan air. Sebagaimana disampaikan Minnesota Department of Natural Resources, tanaman air seperti cattail dan rumpun rush meredam kekuatan gelombang serta membantu mencegah erosi garis pantai, sekaligus menjadi tempat berlindung dan bertelur bagi ikan. Daun yang mengapung pun memberi naungan sejuk sehingga suhu air tetap stabil.

Beberapa bunga air bahkan mampu membersihkan perairan yang tercemar. Mengacu pada penelitian Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, sejumlah tanaman air sanggup menghilangkan amoniak yang berasal dari kotoran ikan maupun sisa pakan sehingga turut melindungi ikan. Eceng gondok menjadi contoh menonjol, sebab mengutip publikasi di ScienceDirect, tanaman ini memiliki potensi fitoremediasi berkat kemampuannya menyerap polutan dan logam berat dari perairan. Meski demikian, pertumbuhannya harus dikontrol seperti terlihat saat eceng gondok menutupi sungai Bengawan Solo, dan penting memahami cara merawat eceng gondok di kolam ikan agar tidak menutup permukaan air.

Di dalam ruangan, bunga air kerap dijadikan dekorasi sekaligus penyegar udara. Beberapa jenis mudah dibudidayakan sebagai tanaman hias indoor hidroponik di wadah kaca, dan sebagian dikenal sebagai air purifier alami. Jika Anda ingin memaksimalkan kualitas udara rumah, ada baiknya juga melirik daftar tanaman yang menyerap racun di udara sebagai pelengkap.

Menghadirkan bunga yang hidup di air di rumah bukan sekadar mempercantik ruang, melainkan juga menjaga keseimbangan kecil ekosistem air di sekitarnya. Dengan memilih jenis yang sesuai kebutuhan dan rutin menjaga kebersihan airnya, kolam maupun vas di rumah bisa berubah menjadi oase yang menenangkan sepanjang tahun.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga yang Hidup di Air

Apa saja contoh bunga yang hidup di air?

Beberapa contoh yang paling populer adalah teratai, lotus atau seroja, eceng gondok, melati air, dan calla lily. Selain itu ada pula water canna, bunga ekor kucing (cattail), dan iris air yang cocok ditanam di tepi kolam maupun wadah berisi air bersih.

Apa perbedaan teratai dan lotus?

Perbedaan utamanya terletak pada posisi daun dan bunga. Daun serta bunga teratai cenderung mengapung di permukaan air, sedangkan daun dan bunga lotus tumbuh menjulang di atas permukaan dengan tangkai panjang. Teratai juga memiliki daun bercekungan khas dan bertekstur berlilin, sementara lotus berdaun lebih tipis dan berukuran lebih besar.

Apakah bunga air bisa hidup tanpa tanah?

Bisa, sejumlah bunga air mampu tumbuh hanya dengan media air tanpa tanah. Jenis yang mengapung seperti eceng gondok menyerap nutrisi langsung dari air, sedangkan tanaman lain dapat diperbanyak lewat stek yang diakarkan di wadah kaca dengan metode hidroponik sederhana, asalkan airnya rutin diganti dan mendapat cahaya yang cukup.