Liputan6.com, Jakarta Tahukah kamu bahwa peribahasa termasuk salah satu bentuk bahasa tertua yang dikenal manusia? Sebagaimana dilaporkan World History Encyclopedia, peribahasa Sumeria dan Babilonia telah dicatat pada lempengan tanah liat sejak milenium ke-3 SM. Kumpulan peribahasa tersebut diperkirakan turut memengaruhi Kitab Amsal dan sejumlah karya sastra kebijaksanaan pada masa berikutnya. Lalu, apa arti peribahasa sebenarnya?
Secara praktis, peribahasa adalah kalimat kiasan bersusunan tetap yang dipakai untuk menyampaikan nasihat, perbandingan, atau sindiran secara halus.
Mengutip QuillBot, peribahasa merupakan ungkapan tradisional yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memberikan nasihat berdasarkan akal sehat atau pengalaman budaya. Lewat panduan ini, kamu akan memahami arti peribahasa lengkap dengan ciri, jenis, fungsi, dan contohnya.
Advertisement
Apa Arti Peribahasa Menurut KBBI dan Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288242/original/051445200_1783308114-GP4oitGZJvhVYEihQfV8tsLu2lNjw9ByTq6lORJW.jpg)
Langkah pertama memahami apa arti peribahasa adalah menengok definisi bakunya. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu, termasuk bidal, ungkapan, dan perumpamaan. Dalam pengertian lain, peribahasa juga berarti kalimat ringkas dan padat yang berisi perbandingan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.
Dari definisi itu, terlihat bahwa peribahasa tidak disusun asal-asalan. Setiap peribahasa memakai bahasa kiasan untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam daripada arti harfiahnya. Contoh sederhananya, bayangkan ungkapan "besar pasak daripada tiang" yang mengingatkan kita agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan.
Para ahli bahasa pun berupaya merumuskan definisi yang lebih ketat. Menurut Wolfgang Mieder, pakar peribahasa dari University of Vermont, peribahasa merupakan ungkapan yang dikenal luas dan mengandung wawasan atau generalisasi berdasarkan pengalaman serta pengamatan manusia.
Intinya, arti peribahasa selalu bertumpu pada dua hal, yaitu bentuk yang tetap dan makna kiasan di baliknya. Karena itulah, kata-kata dalam peribahasa tidak bisa kamu tukar sesuka hati tanpa mengubah atau bahkan merusak maksudnya.
Advertisement
Ciri-Ciri Peribahasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322760/original/020362800_1786587673-dd953347-7186-4998-ae51-089d8b22cbfa.jpg)
Supaya makin mudah mengenalinya, perhatikan ciri-ciri peribahasa berikut. Dalam buku Introduction to Paremiology, peribahasa umumnya dicirikan memiliki muatan didaktis atau nasihat, bentuk yang relatif tetap, serta fitur puitis seperti rima, aliterasi, dan paralelisme yang membuatnya lebih mudah diingat.
- Mengandung makna kiasan. Peribahasa memakai metafora untuk menyampaikan maksud yang lebih dalam, bukan sekadar arti harfiah.
- Susunannya tetap. Kata-katanya sudah baku sejak dahulu, misalnya "ada udang di balik batu" tidak bisa diubah menjadi "ada udang di balik bakwan".
- Mengandung nasihat. Sebagian besar peribahasa memuat nilai kehidupan, etika, dan kearifan lokal.
- Singkat dan padat. Dengan kalimat pendek, peribahasa mampu menyampaikan pesan yang sarat makna dan mudah diingat.
- Bersifat turun-temurun. Peribahasa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, umumnya secara lisan.
- Memiliki keindahan bunyi. Banyak peribahasa disusun dengan rima atau irama sehingga terdengar puitis.
Jenis-Jenis Peribahasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552332/original/028512700_1775807066-pexels-polina-kovaleva-6541165.jpg)
Peribahasa ternyata punya beberapa jenis. Mengenali jenisnya akan membantumu memilih peribahasa yang pas sesuai situasi. Berikut jenis-jenis peribahasa yang umum dikenal dalam bahasa Indonesia.
1. Pepatah
Pepatah adalah peribahasa berisi nasihat atau ajaran dari orang tua yang kerap dipakai untuk mematahkan lawan bicara. Contohnya, "sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit", yang berarti sesuatu yang dikumpulkan sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi banyak.
2. Perumpamaan
Perumpamaan adalah peribahasa bermakna simbolik yang biasanya diawali kata bagai, bak, seperti, laksana, atau umpama. Contohnya, "bagai pinang dibelah dua" untuk menggambarkan dua hal yang sangat serupa.
3. Bidal atau Pameo
Bidal mengandung sindiran, ejekan, atau peringatan, dan sering berima sehingga digolongkan ke bentuk puisi. Contohnya, "malu bertanya sesat di jalan".
4. Ungkapan
Ungkapan adalah kalimat kiasan tentang keadaan atau kelakuan seseorang yang dinyatakan dengan beberapa patah kata. Contohnya, "besar kepala" untuk menyebut orang yang sombong.
5. Ibarat atau Tamsil
Ibarat adalah kalimat kiasan yang memakai kata ibarat untuk membandingkan suatu perkara. Contohnya, "tua-tua keladi, makin tua makin menjadi".
6. Semboyan
Semboyan berupa kata, frasa, atau kalimat yang dipakai sebagai pedoman atau prinsip. Contohnya, "hemat pangkal kaya" dan "rajin pangkal pandai".
Advertisement
Fungsi dan Manfaat Peribahasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5094250/original/080892200_1736844864-prophsee-journals-OnFW5djcAYc-unsplash.jpg)
Manfaat utama peribahasa bagi penggunanya adalah menyampaikan pesan yang rumit secara singkat, sopan, dan berkesan. Dalam buku Proverbs: A Handbook, Wolfgang Mieder membahas peribahasa sebagai bentuk ringkas dari kebijaksanaan rakyat yang diwariskan melalui tradisi dan digunakan dalam berbagai bentuk komunikasi serta kehidupan budaya.
- Melestarikan nilai dan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Menyampaikan nasihat secara halus tanpa terkesan menggurui.
- Menyindir atau menegur seseorang dengan cara yang sopan sehingga tidak menyinggung.
- Memperindah bahasa, terutama dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dan hikayat.
- Menjadi identitas budaya suatu kaum atau masyarakat.
- Menyampaikan pesan kompleks lewat kalimat singkat yang gampang diingat.
Contoh Peribahasa dan Artinya
Sekarang, mari kita lihat contoh peribahasa dan artinya yang sering dipakai sehari-hari. Perhatikan bagaimana kalimat singkatnya menyimpan makna yang jauh lebih luas.
| Peribahasa | Arti |
|---|---|
| Ada udang di balik batu | Ada maksud tersembunyi di balik suatu tindakan |
| Besar pasak daripada tiang | Pengeluaran lebih besar daripada pemasukan |
| Nasi sudah menjadi bubur | Perkara yang telanjur terjadi dan tidak bisa diubah lagi |
| Air beriak tanda tak dalam | Orang yang banyak bicara biasanya kurang berilmu |
| Tong kosong nyaring bunyinya | Orang yang tidak berilmu justru paling banyak bicara |
| Tak ada gading yang tak retak | Tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa cacat |
| Sedia payung sebelum hujan | Bersiap-siap sebelum masalah datang |
| Bagai pinang dibelah dua | Dua hal yang sangat serupa atau serasi |
| Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing | Bersama-sama menanggung suka dan duka |
| Sambil menyelam minum air | Mengerjakan dua hal sekaligus |
| Karena nila setitik, rusak susu sebelanga | Karena kesalahan kecil, seluruh kebaikan jadi hilang |
| Air susu dibalas air tuba | Kebaikan dibalas dengan kejahatan |
| Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung | Menghormati adat di tempat kita tinggal |
| Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga | Sepandai apa pun seseorang, suatu saat bisa berbuat salah |
| Malu bertanya sesat di jalan | Enggan bertanya membuat seseorang kehilangan arah |
Tips singkat supaya tidak salah pakai: pastikan konteks percakapan sesuai dengan makna peribahasanya, dan jangan mengubah susunan katanya. Kamu juga bisa menghafal lima peribahasa populer lebih dulu, lalu melatihnya dalam kalimat sehari-hari agar makin lekat di ingatan.
Advertisement
Sejarah, Ilmu Paremiologi, dan Bedanya dengan Idiom
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4162820/original/029449900_1663557840-maarten-van-den-heuvel-0SYJS6nfR10-unsplash.jpg)
Peribahasa punya sejarah panjang yang sulit dilacak asal pastinya. Di Indonesia, peribahasa diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang bangsa Melayu yang gemar memakai bahasa puitis untuk mengungkapkan hasil pengamatan mereka terhadap alam, adat, dan pengalaman hidup. Karena itu, mayoritas peribahasa tidak diketahui siapa penciptanya.
Peribahasa juga bukan milik satu bangsa saja. Hampir setiap kebudayaan di dunia memiliki peribahasanya sendiri yang lahir dari pengamatan terhadap alam dan pengalaman hidup, lalu diwariskan secara lisan. Itulah sebabnya kamu bisa menemukan peribahasa dengan makna mirip di berbagai bahasa yang berbeda.
Menariknya, minat mempelajari peribahasa bukan hal baru dan bahkan punya cabang ilmu tersendiri. Sebagaimana dijelaskan IGI Global, paremiologi merupakan bidang riset filologi yang berfokus pada kajian peribahasa, mencakup definisi, ciri utama, asal-usul, pengumpulan, hingga pengklasifikasian peribahasa. Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, menggambarkan peribahasa sebagai "kalimat pendek yang didasarkan pada pengalaman panjang."
Perbedaan peribahasa dan idiom
Banyak orang menyamakan peribahasa dengan idiom, padahal keduanya berbeda. Dilansir dari Britannica, idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak dapat dipahami hanya dari arti kata-kata pembentuknya, sedangkan peribahasa merupakan ungkapan singkat dan populer yang memberikan nasihat atau menyatakan kebenaran yang dianggap umum. Bedanya, makna harfiah peribahasa masih masuk akal, tetapi maksud sebenarnya baru terasa saat diterapkan pada situasi yang lebih luas.
Sampai di sini, kamu sudah punya gambaran utuh tentang apa arti peribahasa, mulai dari definisi, ciri, jenis, fungsi, contoh, sampai sejarahnya. Langkah selanjutnya, coba perhatikan peribahasa yang muncul dalam obrolan, buku, atau berita di sekitarmu, lalu tebak maknanya. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah pula memahami sekaligus menggunakan peribahasa secara tepat.
Pertanyaan Seputar Arti Peribahasa
Apa arti peribahasa?
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat dengan susunan tetap yang biasanya memiliki makna kiasan untuk menyampaikan nasihat, pengalaman, atau pandangan hidup.
Apa fungsi peribahasa dalam kehidupan sehari-hari?
Peribahasa digunakan untuk menyampaikan nasihat, teguran, atau pelajaran hidup secara singkat, menarik, dan mudah diingat.
Apa perbedaan peribahasa dan idiom?
Peribahasa umumnya menyampaikan nasihat atau kebenaran umum, sedangkan idiom merupakan ungkapan yang maknanya tidak dapat dipahami dari arti kata-kata pembentuknya.
Apa yang dimaksud dengan paremiologi?
Paremiologi adalah bidang kajian yang mempelajari peribahasa, termasuk definisi, ciri, asal-usul, pengumpulan, serta pengelompokannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337797/original/022194900_1788257448-01M1DQCAXBYPDJV2MFYQZVSZQH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341535/original/067828200_1757315876-dw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984091/original/066941400_1730181985-pexels-ekaterina-bolovtsova-4051137.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349615/original/036123000_1789537379-ChatGPT_Image_16_Sep_2026__12.38.57.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3488700/original/035226600_1624266665-asian-women-loose-t-shirts-gossip-red-wall_197531-16943.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3135346/original/089345800_1590201043-woman-using-laptop-in-bed-4050387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3959254/original/008508300_1646962967-pexels-karolina-grabowska-6957249_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349505/original/072510400_1789530963-ChatGPT_Image_16_Sep_2026__10.53.57.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345864/original/009240600_1789097453-01M25PY4V7PHSXHA2WHCQZR10N.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348879/original/034144200_1789461796-pexels-cottonbro-8088687.jpg)