Donald Trump Akui Kontak Presiden FIFA, Penangguhan Kartu Merah Balogun Jadi Sorotan

Donald Trump akui hubungi Presiden FIFA Gianni Infantino minta peninjauan kartu merah Folarin Balogun. Keputusan FIFA tangguhkan skorsing picu kritik luas.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa ia telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Kontak tersebut dilakukan untuk meminta peninjauan ulang atas kartu merah yang diterima striker timnas AS, Folarin Balogun, dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Pengakuan ini muncul di tengah kontroversi luas setelah FIFA memutuskan untuk menangguhkan skorsing Balogun, yang memicu reaksi keras dari sejumlah pihak.

Trump menyatakan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin, 6 Juli 2026, bahwa ia secara pribadi meminta Infantino untuk meninjau insiden tersebut. Meskipun demikian, ia bersikeras tidak menekan FIFA untuk membatalkan skorsing. Keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman tersebut memungkinkan Balogun untuk kembali bermain pada babak 16 besar Piala Dunia.

Insiden kartu merah Folarin Balogun terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026, saat AS menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Balogun diganjar kartu merah langsung setelah melakukan tekel yang mengenai pergelangan kaki pemain Bosnia, Tarik Muharemovic. Berdasarkan regulasi standar, kartu merah langsung umumnya berujung pada skorsing otomatis satu pertandingan.

Permintaan Peninjauan dari Gedung Putih

Donald Trump menjelaskan bahwa permintaannya kepada Gianni Infantino murni untuk peninjauan, bukan pembatalan. "Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan, karena saya tidak berpikir itu adalah pelanggaran," ujar Trump. Percakapan telepon antara Trump dan Infantino dilaporkan terjadi pada pekan lalu, sebelum keputusan FIFA diumumkan.

Selain kontak langsung dari Trump, pejabat AS juga menyerahkan "bukti tambahan" kepada FIFA. Bukti tersebut digunakan dalam proses banding yang akhirnya menghasilkan keputusan penangguhan skorsing. Trump memuji keputusan FIFA ini, menyebutnya sebagai "keputusan yang sangat brilian" dan berterima kasih kepada badan sepak bola dunia tersebut karena "melakukan hal yang benar, dan membatalkan ketidakadilan besar!"

Reaksi Keras dan Kritik terhadap FIFA

FIFA mengumumkan pada Minggu, 5 Juli 2026, bahwa skorsing satu pertandingan Balogun ditangguhkan untuk masa percobaan satu tahun. Keputusan ini didasarkan pada Pasal 27 dari kode disiplin FIFA, yang memungkinkan penangguhan pelaksanaan tindakan disipliner secara penuh atau sebagian. Penangguhan ini secara efektif memungkinkan Balogun untuk bermain dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia pada Senin, 6 Juli 2026.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Keputusan FIFA tersebut segera memicu gelombang kritik luas. Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan keterkejutan dan kemarahan mereka. UEFA menuduh FIFA "melampaui batas" dan membuat keputusan yang "tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan," yang dinilai merusak integritas permainan dan kredibilitas kompetisi. Asosiasi Sepak Bola Belgia bahkan mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun FIFA menyatakan kasus RBFA tidak dapat diterima dan mengonfirmasi keputusan sebelumnya.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan