Jalan Ambles Pulo Gadung Diduga Disebabkan Alat Berat

Warga menduga aktivitas alat berat menjadi pemicu jalan Pulo Gadung ambles.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 09:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalan di Pulo Gadung amblas, diduga akibat alat berat beko besar saat pengerukan kali.
  • Retakan muncul setelah beko beroperasi, lalu amblas setelah beko diganti dan hujan.
  • Warga sudah melapor, namun penanganan perbaikan jalan amblas belum jelas.

Liputan6.com, Jakarta - Amir, warga di Jalan Kayu Mas Utara Rt 011/Rw 03 Pulo Gadung, Jakarta Timur (Jaktim) menceritakan awal mula dugaan jalan ambles yang berada tepat di depan rumahnya.

Menurut dia, awalnya diduga dikarenakan adanya alat berat (beko) berukuran besar atau alat berat untuk pengerukan kali. Sebelum ambles, kata Amir, sempat terjadi retakan-retakan terlebih dahulu.

"Kejadiannya itu waktu itu ada pengurukan kali. Pengurukan kali itu ada beko, beko ukuran XL itu. Jadi pas beberapa bulan dia disini, terjadi retak-retak kecil," ujar Amir kepada Liputan6.com, Senin 6 Juli 2026.

Dia mengatakan, beko tersebut datang sebelum Ramadan sekitar bulan Februari atau Maret 2026.

"Sebelum puasa dia (beko) udah datang. Sampai puasa itu udah mulai retak, terus sama pak RW itu disuruh berhenti gitu, jangan kerja lagi," kata Amir.

Beko pun akhirnya tak lagi beroperasi untuk mengeruk kali dan digantikan dengan alat berat yang lebih kecil. Kemudian, lanjut Amir, usai beko tak lagi beroperasi, jalan yang retak itu ambles.

"Setelah (beko) pergi, jalan itu udah mulai retak. Nah beberapa hari itu hujan, terus tiba-tiba ambruk sendiri gitu, pas banget habis Lebaran," ucap dia.

 

Hanya Dihalangi Beton dan Plastik Pembatas Jalan

Menurut Amir, beruntungnya tak ada korban jiwa dan materiil saat jalan ambles karena memang bertepatan dengan Lebaran, di mana banyak warga yang pulang kampung.

Dia bercerita, usai jalan ambles, warga sudah melapor ke sejumlah pihak terkait namun belum ada tindakan perbaikan lebih lanjut.

"Pas Lebaran sampai sekarang belum ditangani, belum ada tanggapan, tapi sudah ke kelurahan, pihak kecamatan udah pada tau. Nah itu hanya dipasang dolken (kayu penyangga) di kali sama (beton) dan plastik itu dari Bina Marga. Nah terus gak ada kejelasan sampai sekarang," kata Amir.

"Tapi tadi kayaknya dari pusat udah diukur, tadi siang, kata dia sih (pihak terkait) dari pusat," jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6