Jangan Tinggalkan Anak di Dalam Mobil saat Cuaca Panas, Ini Alasannya

Cuaca panas memberikan dampak signifikan pada kondisi seseorang di dalam kendaraan.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jangan tinggalkan anak/hewan di mobil; suhu panas membahayakan jiwa.
  • Warga diimbau batasi aktivitas luar, cukupi cairan, dan gunakan pelindung.
  • Segera ke faskes jika dehidrasi memburuk; hubungi 112/BPBD 021-5582-144.

Liputan6.com, Jakarta - Orang tua diimbau tidak meninggalkan anaknya maupun hewan peliharaan di dalam kendaraan, saat cuaca panas karena suhu di dalam mobil dapat meningkat dan membahayakan keselamatan jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, mengatakan selama sepekan ini wilayah Kota Tangerang didominasi cuaca panas dengan suhu udara mencapai 34 °C.

"Cuaca panas memberikan dampak signifikan pada kondisi seseorang di dalam kendaraan, termasuk hewan peliharaan. Kami imbau dapat mengurangi aktifitas di luar ruangan," kata Mahdiar, dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2026).

Meski kondisi cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan, warga diminta tetap menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di bawah paparan sinar matahari secara langsung.

Masyarakat juga diajak mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pelindung seperti topi atau payung serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB apabila tidak mendesak.

 

Layanan Kegawatdaruratan

Untuk layanan kegawatdaruratan di Kota Tangerang masyarakat bisa mengakses call center 112 atau untuk BPBD Kota Tangerang, bisa ke nomor piket 021-5582-144 yang aktif selama 24 jam.

Kepala Dinas Kesehatan dr Dini Anggraeni menambahkan masyarakat yang merasakan gejala seperti pusing, lemas, mual atau tanda-tanda dehidrasi akibat cuaca panas, segera beristirahat di tempat yang teduh dan mencukupi kebutuhan cairan.

"Jika kondisinya tidak membaik, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dia.

Dinas Kesehatan juga saat ini menggencarkan layanan CKG dengan melaksanakan di pemukiman guna mendeteksi kebutuhan dan penyakit masyarakat.

"Jadi kita bisa intervensi ketika ada penyakit maupun kejadian lain yang membutuhkan penanganan segera," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6