Liputan6.com, Jakarta - Di pinggiran Jakarta, sore menjelang senja adalah saatnya bocah-bocah mengambil alih bahagia. Tak tampak sedikit pun rasa takut di wajah mereka. Padahal, aspal yang mereka pijak adalah jalan ambles yang berada di pinggir kali di kawasan Jalan Kayu Mas Utara atau Jalan Cinta RT 011/RW 03 Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Pemandangan itu berbanding terbalik dengan orang-orang dewasa di sekitarnya yang justru resah dan gelisah. Mereka khawatir jalan yang mereka pijak amblas seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Awalnya jalan di pinggir kali itu hanya retak, penggunaan alat berat (beko) berukuran besar untuk pengerukan kali memicu kondisi jalan yang semakin parah. Lama kelamaan jalan di tepi kali itu tak lagi mampu menahan beban alat berat tersebut. Hingga akhirnya setelah Lebaran sekitar Maret atau April 2026 lalu, jalan itu pun benar-benar amblas. Diawali dengan suara gemuruh, lalu terdengar suara seperti terjatuh.
Advertisement
"Bruuukkk."
Begitu kira-kira suaranya menurut Arif, Bendahara Jalan Kayu Mas Utara RT 011/RW 03 Pulo Gadung. Siang hari usai Lebaran itu pun menjadi dimulainya muncul kegelisahan dan keresahan warga.
Mereka takut akan adanya ambles susulan, mengingat belum adanya perbaikan berarti dari dinas terkait. Bagian bawah jalan kini hanya ditopang dolken (kayu penyangga) untuk mencegah ambles susulan.
Namun, lama kelamaan kayu itu bisa tergerus, apalagi jika nantinya hujan turun mengguyur. Air bisa mengalir deras dan ambles susulan pun bisa kapan saja terjadi.
Â
Tak Ada Perhatian
Menurut Arif, peristiwa jalan ambles sudah berlangsung sejak Lebaran lalu atau sekitar Maret 2026. Dia menceritakan, jalan amblas diduga karena alat berat (beko) untuk pengerukan kali yang ukurannya terlalu besar.
"Rusaknya pas Lebaran, pas Lebaran satu hari. Jadi kan udah kelihatan retak, saya bilang stop ke Pak RW, tolong stop Pak itu udah dampaknya berasa kayaknya bekonya kebesaran," ujar Arif kepada awak Liputan6.com, Senin (6/7/2026).
"Ternyata, pas Pak RW ngecek, oh iya bener Pak. Akhirnya dia ngomong ke kelurahan terus digantilah bekonya sama beko kecil, ditarik, tapi beko kecilnya di kali aja. Tadinya kan ada dua beko, di kali sama di atas. Nah yang di atas ini melebihi tonase, gede," katanya.
Arif menceritakan, jalan yang semula tak ada masalah, menjadi amblas diduga karena pengerukan kali yang terus dilakukan.
Beruntung, saat jalan amblas tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Sebab, kata Arif, kejadiannya saat Lebaran dan banyak warga yang sedang mudik. Termasuk alat berat yang memang sudah ditarik karena laporan warga tersebut.
Ingin Jalan Segera Diperbaiki
Arif mengatakan, warga berharap agar segera ada perbaikan yang dilakukan oleh dinas terkait. Sebab, menurut Arif, usai jalan amblas sejak sekitar setelah Lebaran Maret atau April 2026 lalu, belum pernah dilakukan perbaikan yang signifikan.
Senada, Risky, warga setempat yang memiliki usaha penjualan ayam di rumah juga berharap jalan ambles segera diperbaiki.
"Harapannya segera diperbaiki. Soalnya akses jalan juga susah, ayam mau lewat juga susah. Angkutan ayam kan biasanya dari sana nih langsung ke sini. Jadi harus putar lagi kalau mau menempatkan ayam," jelas Risky.
Hal serupa juga disampaikan Amir, warga setempat yang memiliki usaha rumah makan.
"Harapannya ya cepat diperbaiki, biar lancar lagi jalan ke Pasar Pulo Gadung, ke Bekasi, kan lewat sini bisa tuh. Terus usaha UMKM-nya bisa berjalan lagi," ucap dia.
"Ini kan omzetnya nurun. Gara-gara jalan. Biasanya kan mobil lewat. Odong-kodong lewat itu penumpangnya pada mampir. Sekarang mobil gak bisa lewat. Kepengennya itu saya sebagai warga pengen dibetulin cepat-cepat gitu. Biar normal kembali," tutup Amir.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288945/original/076618200_1783349669-Jalan_Pulo_Gadung.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8919467/original/008733300_1782953589-AP26183024263579.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288944/original/064195400_1783349669-Depan_Jalan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289080/original/078636300_1783391245-Amblas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289060/original/001025100_1783390474-1001436633.jpg)