Asam Lambung Naik, Waspada 7 Ancaman Penyakit yang Mengintai

Asam lambung merupakan senyawa disinfektan atau pembunuh kuman. Senyawa ini terdiri dari asam klorida, natrium krolida, dan kalium klorida.

Diperbarui 09 Februari 2021, 12:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

- Nyeri dada seperti terbakar (heartburn).

- Radang tenggorokan.

- Nafsu makan menurun.

Kanker Kerongkongan (Esofagus)

Kanker kerongkongan atau esofagus adalah jenis kanker yang menyerang kerongkongan. Kemunculannya berawal dari sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan. Bahkan, bisa terjadi di seluruh bagian kerongkongan mana pun.

Penyebab kuat kanker kerongkongan, yakni refluks asam lambung kronis. Terutama jika peningkatan asam lambung sudah berkembang menjadi barret esophagus. Jika sudah mengalaminya, maka risiko kanker kerongkongan akan semakin meningkat. Gejalanya akan sulit menelan, berat bada turun, nyeri dada, sensasi terbakar pada dada, batuk, dan suara serak.

Awalnya memang tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Maka penting untuk melakukan konsultasi kepada dokter. Terutama mengenai tanda dan gejala, jika refluks asam lambung sudah kronis.

Barret Esophagus

Barret esophagus adalah kondisi ketika sel pada lapisan kerongkongan rusak karena kenaikan asam lambung. Terutama karena kenaikan asam lambung yang terjadi terus-menerus. Hal ini menyebabkan lapisan kerongkongan rusak. Bahkan, berubah menyerupai serangkaian sel yang melapisi dinding usus pada pencernaan.

Komplikasi ini muncul jika sudah mengalami keluhan asam lambung dalam jangka waktu lama. Semua orang memiliki risiko dan bahaya yang sama. Namun, kebanyakan kasusnya biasa terjadi pada kelompok lansia dan pria.

Pada kasus tertentu, barrret esophagus bisa berkembang menjadi kanker esofagus (kerongkongan). Di sini pentingnya melakukan pemeriksaan dan tes rutin mendeteksi sel prakanker. Lesi prakanker ini lebih jarang terjadi. Namun, tetap lakukan pemeriksaan lebih dini untuk mencegah perkembangan kanker kerongkongan.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gejala utama GERD meliputi nyeri ulu hati atau heartburn dan regurgitasi. Hal ini disebabkan asam lambung naik ke tenggorokan. Namun, tidak semua penderita mengalami nyeri ulu hati.

Gejala lain bisa berupa nyeri dada, sulit menelan, batuk kering, suara serak, mual, muntah, dan banyak lagi. GERD juga sulit dikenali. Gejala GERD dapat dicegah dan diatasi dengan perubahan gaya hidup. Termasuk pola makan dan konsumsi obat-obatan. Terkadang operasi diperlukan untuk menangani kondisi ini.

Iritasi Pernapasan

Asam lambung naik/GERD bisa menimbulkan masalah pernapasan. Hal ini disebabkan asam lambung yang terhirup oleh paru. Hingga dapat memicu iritasi pada paru-paru sekaligus tenggorokan. Akibatnya, menimbulkan masalah pernapasan.

Gangguan pernapasan menimbulkan gejala asma, penumpukan lendir di dada, batuk kering, laringitis, dan pneumonia. Lebih baik segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganannya. Dokter akan memberikan pengobatan berdasarkan jenis penyakit pernapasan yang diderita.

Dispepsia

Ketika mengalami dispepsia, orang bisa merasakan nyeri pada ulu hati, kembung, mual, dan muntah. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan makan maupun gangguan pencernaan kronis seperti GERD.

Segera konsultasikan dokter jika mengalaminya disertai muntah parah atau muntah darah. Kemudian penurunan berat tanpa sebab, tinja berwarna hitam, dan sulit menelan.

Dispepsia dapat diatasi dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Seperti makan dalam porsi sedikit dan lebih sering, menghindari makanan pedas, dan berhenti merokok.

Penulis: Laudia Tysara/Tyas Titi Kinapti, Hot Liputan6, published 22/5/2020

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan