Data Kapasitas Markas Madura United Sudah Dipalsukan?

Markas Madura United disebut memiliki kapasitas 35 ribu penonton, tapi saat dihitung manual hanya memuat 13.407 orang.

Diterbitkan 02 Juni 2018, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pemakasan - Fakta mengejutkan mencuat terkait pemalsuan data kapasitas markas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan. Disinyalir data kapasistan stadion sudah digelembungkan dan tidak sesuai fakta yang ada.

Menurut Sekretaris Perusahaan Madura United FC dari PT Polana Bola Madura Bersatu, Umar Wachdin, temuan itu didapatkan saat dilakukan penghitungan manual oleh tim gabungan, yakni dari pihak Madura United, LSM, dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan.

"Penghitungan manual itu kami lakukan saat Madura United menjamu Persebaya Surabaya pada 25 Mei 2018 kemarin," ujarnya seperti dikutip antara.

Penghitungan manual mengenai kapasitas tampung Stadion Gelora Ratu Pamelingan dengan mengambil sampel tribun paling padat suporter kala itu, yakni di curva utara yang ditempati suporter Persebaya Surabaya.

Pada saat yang sama, penghitungan juga dilakukan oleh aktivis LSM dan suporter Madura United dengan menggunakan checker dan berlangsung hingga sekira 70 menit pertandingan berjalan. Hasilnya diketahui bahwa kapasitas stadion itu hanya 13.407 orang.

 

 

 

Tidak Sesuai

Sebelumnya, Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengklaim, bahwa kapasitas tampung stadion yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan itu sebanyak 35.000 orang.

"Atas klaim bahwa kapasitas tampung Stadion Pamekasan sebanyak 35.000 orang itu, maka kami sangat dirugikan," kata Umar.

Kerugian tersebut, antara lain, adanya opini bahwa panitia pelaksana pertandingan Madura United telah melakukan penggelapan pajak hiburan, karena setiap pertandingan Stadion Gelora Ratu Pamelingan selalu terlihat penuh.Sedangkan jumlah penonton yang dilaporkan jauh dari kapasitas yang diklaim pihak Dispora Pemkab Pamekasan.

"Dalam pertandingan big match, kami selalu mengalami kesulitan memenuhi permintaan tiket penonton dan menyebabkan adanya ekstra pengamanan dan juga komplain dari para suporter yang tidak kebagian tiket," ucap Umar.

Selama menggunakan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Umar mengaku Madura United sudah tiga kali mengalami serangan-serangan, baik serangan fisik maupun psikis, atas beberapa kejadian.

Antara lain, terdapat penonton yang sudah memegang tiket, namun tidak bisa masuk ke arena stadion karena sudah penuh, dan itu terjadi saat Madura United menjamu Persija Jakarta pada ISC 2016.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kemudian, terdapat penonton yang tidak kebagian tiket karena sudah terjual habis, sementara calon penonton datang dari jauh, yakni dari Bandung karena mereka menduga, stadion Pamekasan bisa menampung mereka. "Kejadian ini pada Liga 1 Indonesia 2017, saat Madura United menjamu Persib Bandung," katanya, menjelaskan.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan