Harga Oli Mesin Ikut Sumbang Inflasi Oktober 2026, Ini Catatan BPS

BPS mencatat inflasi pada kelompok transportasi terutama dipicu bensin hingga oli mesin.

Diterbitkan 02 November 2026, 11:44 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga pelumas atau oli mesin menjadi salah satu komoditas pendorong inflasi Indonesia pada Oktober 2026. Komoditas ini masuk dalam penyumbang inflasi kelompok transportasi secara tahunan yang mencapai 4,87% dengan andil sebesar 0,59%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga oli mesin turut berkontribusi terhadap inflasi bersama bensin, tarif angkutan udara, sepeda motor, serta biaya pemeliharaan kendaraan.

“Inflasi pada kelompok transportasi terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor dan juga pemeliharaan atau servis serta mobil,” ujar Ateng dalam konferensi pers rilis BPS di Kantor BPS, Senin (2/11/2026).

Secara tahunan (year on year), kelompok transportasi mengalami inflasi 4,87% pada Oktober 2026. Kelompok ini memberikan andil 0,59% terhadap inflasi nasional yang mencapai 3,23%.

Selain kelompok transportasi, kenaikan harga sejumlah komoditas juga mendorong inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 4,82% dengan andil 1,40%.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 4,52% dengan andil 0,32%. Emas perhiasan menjadi salah satu komoditas utama yang mendorong kenaikan harga pada kelompok tersebut.

BPS mencatat inflasi bulanan Oktober 2026 mencapai 0,22%. Angka tersebut meningkatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,31 pada September 2026 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

Ateng juga menyebut pelumas atau oli mesin sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi pada komponen inti secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi 2,56% dengan andil 1,64% terhadap inflasi nasional.

“Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop, notebook, dan juga pelumas atau oli mesin,” kata Ateng.

Secara keseluruhan, inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23%, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 2,40%.

Inflasi Oktober 2026

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,23% pada Oktober 2026. Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, tomat, serta sejumlah komoditas pangan lainnya mendorong inflasi bulanan sebesar 0,22%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan andil 0,15%. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,51%.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini terutama cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,13%, berikutnya cabai rawit sebesar 0,05%, serta tomat sebesar 0,04%,” ujar Ateng dalam konferensi pers rilis BPS di Kantor BPS, Senin (2/11/2026).

Secara bulanan (month to month), inflasi Oktober 2026 mencapai 0,22%. Angka tersebut membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 112,31 pada September 2026 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. Secara tahunan (year on year), inflasi mencapai 3,23%, sedangkan secara tahun kalender (year to date) sebesar 2,40%.

Ateng menjelaskan, komponen harga bergejolak (volatile food) menjadi pendorong utama inflasi bulanan. Komponen ini mengalami inflasi 0,77% dengan andil sebesar 0,13%.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi 0,12% dengan andil 0,07%. Komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi 0,09% dengan andil 0,02%, terutama akibat kenaikan tarif angkutan udara.

“Inflasi Oktober 2026 yang sudah saya sebutkan yaitu sebesar 0,22% utamanya didorong oleh inflasi kelompok bergejolak,” kata Ateng.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 4,82% dengan andil terbesar mencapai 1,40%. Komoditas penyumbangnya meliputi cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6