Rupiah Melemah ke 18.149 per Dolar AS, Investor Menanti Data Inflasi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka turun tipis pada Senin, (2/11/2026). Berikut prediksi pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini

Diterbitkan 02 November 2026, 10:39 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin, (2/11/2026). Analis prediksi, investor menantikan data ekonomi domestik akan mempengaruhi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun dua poin atau 0,01% menjadi 18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 18.147 per dolar AS.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” ujar Analis Doo Financial Lukman Leong.

Inflasi diprediksi sedikit naik dari 3,28% ke 3,3%, sedangkan neraca perdagangan diprediksi surplus US$ 1,9 miliar.

Di samping itu, sentimen lain berasal dari harga minyak dunia yang turun seiring harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS dengan Iran.

Mengutip Sputnik, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Sabtu, 31 Oktober 2026 mengatakan, Iran dan Amerika Serikat (AS) hanya akan menggelar perundingan jika Washington menerima tujuh syarat yang diajukan Teheran. Syarat-syarat tersebut berbeda dari ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad.

Dia menambahkan, Iran harus "menghukum" AS. Menurut dia, jika hal itu tidak dilakukan, negara-negara lain mungkin akan beranggapan mereka juga dapat melancarkan serangan militer serupa terhadap Iran.

Kendati ada potensi perundingan, sentimen domestik umumnya disebut masih lemah karena sell off asing di pasar ekuitas. Mata uang Asia juga terpantau dibuka melemah. “Sepekan lalu, asing net sell Rp 3 triliun all market,” ujar dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp 18.100-Rp 18.200 per dolar AS.

Rupiah Berpotensi Melemah Pekan Depan, Simak Prediksinya

Sebelumnya, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.320 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan depan. Pergerakan rupiah masih akan menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika pasar mata uang.

"Rupiah diprediksi dalam perdagangan minggu depan direntang Rp 18.000 - Rp 18.320," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Indonesia, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang tersebut pada perdagangan minggu depan. Sementara itu, pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, nilai tukar rupiah ditutup melemah 10 poin ke level Rp 18.147 per dolar AS. Posisi ini berbalik dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 18.137 per dolar AS.

Sebelum akhirnya ditutup melemah, rupiah sempat menguat 35 poin. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir perdagangan. Dengan proyeksi pergerakan di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.320 per dolar AS, pelaku pasar akan mencermati arah pergerakan rupiah pada awal pekan depan.

"Pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026 mata uang rupiah ditutup melemah 10 poin sebelumnya sempat menguat 35 poin di level Rp 18.147 dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.137," ujarnya.

Faktor Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah pada Jumat, 30 Oktober 2026 dipengaruhi oleh pasar kembali bergejolak setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, memberikan penjelasan kepada Presiden AS Donald Trump mengenai sejumlah opsi militer terhadap Iran dalam pertemuan di Gedung Putih pada Kamis.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan sejumlah pejabat senior lainnya. Menurut laporan itu, pembahasan mencakup blokade yang masih dilakukan AS serta kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan serangan baru setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6