Menlu Iran: Pembicaraan soal Rencana Pembukaan Selat Hormuz Belum Capai Terobosan

Menu Iran menggarisbawahi bahwa hasil akhir pembicaraan dengan mediator bergantung pada respons AS.

Diterbitkan 02 November 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pembicaraan antara delegasi Iran dan para mediator Qatar di Doha mengenai usulan pembukaan kembali Selat Hormuz masih berlangsung. Usulan tersebut mencakup rencana pembukaan selat dalam dua tahap selama dua hari. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan akhir yang dicapai.

Berbicara di sela-sela pertemuan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Araghchi, seperti dilaporkan kantor berita IRNA, menegaskan bahwa keberhasilan pembicaraan di Doha bergantung pada jawaban AS atas sejumlah pertanyaan yang diajukan Iran terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan delegasi Iran, termasuk salah seorang asistennya, ke Doha bertujuan melanjutkan pembahasan usulan pembukaan kembali Selat Hormuz bersama para mediator. Araghchi memastikan tidak ada rencana untuk bertemu ataupun berunding dengan pihak AS dalam kunjungan tersebut.

Araghchi mengatakan bahwa Teheran terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan melalui jalur diplomasi dan cara-cara damai. Ia berharap pihak AS bersikap rasional dan memilih diplomasi ketimbang langkah lain, merujuk pada ancaman yang berulang kali dilontarkan Washington.

Di sisi lain, Araghchi kembali menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala kemungkinan. Menurutnya, arahan terbaru dari Panglima Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei kepada para komandan tinggi militer untuk memberikan respons cepat dan keras terhadap musuh tanpa batasan geografis menunjukkan tekad pemerintah dan rakyat Iran.

Araghchi menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah mendapat tugas-tugas yang sangat spesifik. Berbekal pengalaman dari dua perang sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran kini jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Ia pun menegaskan bahwa Iran tetap siap menghadapi ancaman militer sekaligus menempuh jalur diplomasi.