Liputan6.com, Jakarta - Pola perjalanan sampai jadwal kereta api jarak jauh akan berubah mulai Desember 2026. Perubahan ini merupakan pemberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026.
Gapeka 2026 yang berlaku nanti akan melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan KA dan pola perjalanan. Termasuk beberapa tambahan stasiun pemberhentian pada relasi perjalanan tertentu.
"Melalui GAPEKA 2026, KAI menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah layanan," kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/11/2026).
Advertisement
Menjelang pemberlakuan jadwal baru, KAI sudah membuka pemesanan tiket perjalanan KA untuk keberangkatan 1 Desember 2026. Dengan rencana Gapeka 2026, calon penumpang akan mendapatkan jadwal baru.
Anne memandang penambahan titik stasiun mempermudah pengguna KA. "Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan untuk naik dan turun di stasiun yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau tujuan perjalanannya,” ujar Anne.
Penambahan stasiun pemberhentian tersebut juga diharapkan dapat mendukung mobilitas antarkota dan kawasan aglomerasi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan aktivitas perdagangan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat di sekitar stasiun.
"Kami mengimbau pelanggan untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan, tanggal perjalanan, serta stasiun asal dan tujuan melalui Access by KAI. Pastikan seluruh informasi pada tiket sudah sesuai sebelum berangkat,” ujar Anne.
Atasi Perlintasan Sebidang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336866/original/043456600_1788188523-1000426169.jpg)
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pemasangan portal otomatis di 1.404 jalan perlintasan langsung (JPL) hingga 2027. Program dengan anggaran mencapai Rp 1,1 triliun tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pemasangan portal otomatis terus dilakukan di sejumlah titik perlintasan.
"Target kami itu di tahun 2027 itu 1.404 JPL ( jalan perlintasan langsung) ini akan dipasang portal otomatis semua," kata Bobby Rasyidin dikutip dari Antara, Kamis (24/9/2026).
Anggaran Rp 1,1 Triliun
Menurut Bobby, program tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan keamanan masyarakat serta mendukung kelancaran perjalanan kereta api.
KAI juga telah menyiapkan anggaran Rp 1,1 triliun untuk pemasangan portal otomatis di seluruh 1.404 JPL.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah, di mana ini sudah dianggarkan nilainya Rp1,1 triliun untuk pemasangan portal otomatis di 1.404 JPL," ujarnya.
Bobby mengatakan pemasangan portal otomatis saat ini masih berlangsung di berbagai titik. Dalam waktu dekat, terdapat 190 JPL yang akan mulai dioperasikan setelah proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar selesai dilakukan.
Advertisement
Pendekatan ke Masyarakat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3310717/original/095570000_1606708001-20201130-Penutupan-Perlintasan-Sebidang-di-Palmerah-FANANI-8.jpg)
Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya terkait keberadaan masyarakat sekitar yang selama ini menjaga perlintasan sebidang secara swadaya.
Bobby mengatakan KAI terus melakukan pendekatan dan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya pembenahan perlintasan demi keselamatan bersama.
"Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut (uang) ketika ada yang melintas dan ini terus kami sosialisasikan," katanya menambahkan.
KAI berharap pemasangan portal otomatis dapat meningkatkan keamanan di perlintasan sebidang. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4338081/original/018552100_1677394824-e973a880-e0da-46e9-a8d5-02726a3d968c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382418/original/037776300_1792995208-israel-andrade-YI_9SivVt_s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383383/original/000583600_1793084072-e00598d4-653c-4c66-abe1-87d0ec0a0150.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387851/original/031864700_1793579352-DER06436.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)