Liputan6.com, Jakarta - Biaya hidup masyarakat Indonesia mencatatkan kenaikan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Indonesia pada Maret 2026 menyentuh angka Rp 1.657.281 per orang.
Mengutip katalog BPS dengan judul 'Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026', angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,62% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Maret 2025 lalu. Total pengeluaran ini mencakup kebutuhan konsumsi makanan maupun non-makanan.Â
Berdasarkan wilayahnya, BPS mencatat tiga provinsi dengan rata-rata pengeluaran bulanan per kapita tertinggi di Indonesia:
Advertisement
- DKI Jakarta: Rp 3.077.110 per bulan
- Kepulauan Riau: Rp 2.474.716 per bulan
- Kalimantan Timur: Rp 2.271.012 per bulan
Sesuai penjelasan teknis BPS, angka rata-rata ini diperoleh dari total konsumsi seluruh rumah tangga dibagi dengan jumlah penduduk. Pengeluaran makanan dihitung dari konsumsi sepekan terakhir, sedangkan kebutuhan non-makanan dihitung dari konsumsi sebulan hingga setahun terakhir yang kemudian dikonversikan ke dalam rata-rata bulanan.
Dalam pengumpulan datanya, pendekatan yang digunakan pada pencatatan untuk konsumsi dan pengeluaran bahan makanan, bahan minuman, dan rokok menggunakan consumption approach, artinya banyaknya dan nilai bahan makanan, bahan minuman, dan rokok seminggu terakhir yang dicatatkan adalah yang benar-benar dikonsumsi anggota rumah tangga selama seminggu terakhir.
Sementara itu pencatatan untuk nilai barang-barang bukan makanan dan tahan lama, menggunakan delivery approach. Artinya, nilai barang dicatat ketika barang tersebut telah diterima rumah tangga.
Pengeluaran di Bawah Rp 3,09 Juta Masuk Kategori Miskin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat batas garis kemiskinan per rumah tangga di Indonesia naik menjadi Rp 3,09 juta per bulan pada Maret 2026. Angka ini mengalami kenaikan 1,26% dibandingkan periode September 2025.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa rata-rata garis kemiskinan per rumah tangga miskin pada Maret 2026 mencapai Rp 3.091.866 per bulan. Jumlah tersebut meningkat dari kondisi September 2025 yang tercatat sebesar Rp 3.053.269 per bulan.
"Pada Maret 2026 secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia itu memiliki 4,62 anggota rumah tangga sehingga garis kemiskinan per rumah tangga miskin adalah Rp 3.091.866 per bulan per rumah tangga," ungkap Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).
Sebagai informasi, garis kemiskinan per rumah tangga merupakan pengeluaran minimum rata-rata yang harus dipenuhi oleh suatu keluarga setiap bulannya agar tidak masuk dalam kategori miskin.
Sementara itu, jika dihitung per individu (per kapita), BPS mencatat garis kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp 669.235 per kapita per bulan. Angka ini naik 4,33% dibandingkan September 2025, atau melonjak 9,86% jika dibandingkan dengan Maret 2025.
"Garis kemiskinan perkotaan pada bulan Maret 2026 naik sebesar 4,50% dari September 2026. Sementara garis kemiskinan perdesaan juga naik 4,08% pada periode yang sama," ucap dia.
Kebutuhan pangan masih menjadi pemicu utama garis kemiskinan. BPS mencatat peran Garis Kemiskinan Makanan (GKM) jauh lebih dominan ketimbang non-makanan. Pada Maret 2026, sumbangan kelompok makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 73,91% di wilayah perkotaan dan 76,06% di perdesaan.
Advertisement
Penduduk Miskin RI Turun
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 430 ribu menjadi 22,93 juta orang pada Maret 2026, dibandingkan September 2025 yang mencapai 23,36 juta orang.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud menyampaikan penurunan jumlah penduduk miskin tersebut sejalan dengan turunnya tingkat kemiskinan nasional menjadi 8,07% pada Maret 2026 dari sebelumnya 8,25% pada September tahun sebelumnya.
"Berdasarkan tren pada grafik sejak Maret 2023 sampai dengan Maret 2026 jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," katanya dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
BPS juga mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 mencapai Rp 669.235 per kapita per bulan. Angka tersebut meningkat 4,33 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan.
Namun, BPS mengingatkan bahwa garis kemiskinan perlu dilihat dalam konteks rumah tangga karena sebagian besar pengeluaran masyarakat dilakukan secara bersama, seperti biaya sewa rumah, listrik, hingga konsumsi pangan.
Pada Maret 2026, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota rumah tangga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365462/original/088186900_1791179107-HOAX__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521723/original/093449500_1690878545-20230801-BPS-Inflasi-Juli-Angga-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7674053/original/072525200_1780468810-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493389/original/065219100_1770208627-5.jpg)