Pendiri Induk TikTok Zhang Yiming Menjadi Orang Terkaya di Asia

Pendiri induk usaha TikTok ByteDance Zhang Yiming telah melampaui Gautam Adani, sebagai orang terkaya di Asia. Kekayaan Yiming naik US$ 12 miliar.

Diterbitkan 18 September 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha di balik TikTok dan Douyin yakni Zhang Yiming kini menjadi orang terkaya di Asia. Ia menjadi orang terkaya Asia dan berada di posisi puncak berkat artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (18/9/2026), pendiri ByteDance (perusahaan induk TikTok) Zhang Yiming baru saja melampaui orang kaya India Gautam Adani sebagai orang terkaya di Asia. Kekayaan bersih Adani tercatat US$ 104,8 miliar atau Rp 1.860 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.750), menurut Bloomberg.

Terlepas dari hambatan regulasi yang nyaris menghentikan operasional salah satu aplikasi paling populernya di Amerika Serikat (AS) yakni TikTok. Kekayaan Zhang Yiming melonjak hingga mencapai US$ 105,5 miliar atau Rp 1.872 triliun.

Zhang, yang memiliki sekitar 21% saham perusahaannya, mencatat lonjakan kekayaan bersih sebesar US$ 12 miliar atau Rp 213 triliun hanya dalam bulan ini menyusul penilaian (valuasi) baru dari BlackRock dan Fidelity.

Kini, kekayaannya hampir delapan kali lipat lebih besar dibandingkan US$ 13 miliar yang dimilikinya pada tahun 2019, saat Bloomberg pertama kali mulai memantau kekayaan bersihnya. AI pun menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan kekayaan tersebut.

Bagaimana AI membantu pendiri TikTok menjadi semakin kaya: 'Dia mengambil langkah yang tepat'

Miliarder asal China ini berhasil meraih keuntungan dari tren pesat AI dengan mengambil langkah besar di saat yang tepat.

Zhang mengembangkan teknologi AI ByteDance di tengah ketegangan hubungan antara AS dan TikTok. Laporan Bloomberg menyebutkan perusahaan dapat memanfaatkan data dari aplikasi media sosialnya untuk melatih model AI mereka. Produk-produk teknologi canggih ini bisa jadi merupakan mesin pertumbuhan terbesar bagi bisnis tersebut, melampaui kesuksesan platform videonya yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif harian di TikTok serta ratusan juta pengguna di Douyin.

"Dia mengambil langkah yang tepat," ujar kepala analis di perusahaan riset Omdia, Lian Jye Su kepada Bloomberg dikutip dari Yahoo Finance.

"Dia tetap konsisten pada jalurnya dan terus meningkatkan investasi di bidang AI secara signifikan,” ia menambahkan.

 

 

AI Melahirkan Miliarder Baru

Kisah sukses Zhang merupakan salah satu contoh bagaimana AI mengubah peta jajaran miliarder dunia menciptakan kekayaan baru dan meningkatkan kekayaan orang-orang terkaya di dunia dengan pesat.

AI melahirkan miliarder baru dan membuat kekayaan bersih melonjak tajam

Para pengusaha terkaya di dunia telah menyaksikan kekayaan bersih mereka melonjak dan anjlok mengikuti fluktuasi pasar saham.

Sama halnya dengan Zhang, Michael Dell, pendiri sekaligus CEO perusahaan teknologi pelopor Dell Technologies berhasil melipatgandakan kekayaannya hampir dua kali lipat hanya dalam waktu satu tahun berkat tren pesat AI. Saat ini, ia merupakan orang terkaya kelima di dunia.

Pengusaha berusia 61 tahun yang memiliki 40% saham perusahaan teknologinya ini telah mencatatkan kenaikan kekayaan sekitar US$ 122 miliar sejak awal tahun 2025, yang hampir melipatgandakan total kekayaannya menjadi angka fantastis US$ 262 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

 

 

Kekayaan Pendiri Google Larry Page

Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang dirilis awal tahun ini, Dell mencatatkan laba kuartalan yang disesuaikan melampaui ekspektasi.

Angka laba tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh lonjakan pendapatan server yang dioptimalkan untuk AI sebesar 757% menjadi $16,1 miliar. Pencapaian ini membantu Dell melampaui posisi Zuckerberg dalam daftar miliarder dunia.

Hal serupa terjadi pada salah satu pendiri Google, Larry Page, yang kekayaan bersihnya melampaui Jeff Bezos tahun lalu setelah peluncuran produk AI baru.

Menyusul peluncuran model AI terbaru perusahaannya, Gemini 3, pada Desember 2025, kekayaan bersihnya melonjak sebesar US$ 6 miliar pada November 2025, sehingga total kekayaannya melesat menjadi US$ 252 miliar.

Inovasi tersebut, yang dianggap sebagai peningkatan dari Gemini 2.5 yang dirilis sekitar delapan bulan sebelumnya membangkitkan optimisme di kalangan investor dan analis, hingga memicu kenaikan harga saham Alphabet sebesar 3%. Sejak saat itu, investasinya terus membuahkan hasil positif, dengan kekayaan bersih Page yang kini membengkak menjadi US$ 293 miliar. Saat ini, ia menempati posisi orang terkaya kedua di dunia menurut estimasi Bloomberg.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6