Bahlil Sentil Orang Kaya: Pakai Mobil Mewah tapi Beli BBM Subsidi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia masih membahas soal pembatasan kendaraan yang dapat memakai BBM bersubsidi seperti Pertalite.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mewanti-wanti kelompok masyarakat mampu atau orang kaya untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Menyusul rencana penataan konsumsi BBM bersubsidi seperti Pertalite.

Bahlil mengatakan, akan ada pembatasan kendaraan yang bisa menggunakan BBM Pertalite. Namun, skema mengenai pembatasannya masih dalam pembahasan.

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti ada jenis kendaraan, ya. Jangan pakai BMW, pakai Mercy masa pakai minyak subsidi," tegas Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Meski ada pengaturan pada kendaraan roda empat, Bahlil menegaskan tidak ada pembatasan beli Pertalite bagi kendaraan roda dua. "Enggak, sepeda motor enggak dibatasi kok," ucapnya.

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut sementara ini pemerintah mengamati sistem yang dibangun PT Pertamina (Persero) untuk mengatur konsumsi BBM Subsidi. Harapannya, masyarakat mampu atau orang kaya pada desil 9 dan desil 10 tak lagi menggunakan BBM subsidi.

"Kita sedang uji sistem, Pertamina sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa aja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain, kira-kira begitu," beber Bendahara Negara tersebut.

Orang Kaya Bakal Dibatasi Beli BBM Subsidi

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengungkap rencana penataan konsumsi BBM Bersubsidi seperti Pertalite. Sistem pembatasa tengah dibahas agar BBM subsidi bisa disalurkan tepat sasaran.

Skema pembatasan itu telah dibahas Bahlil saat menyambangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keduanya membahas soal kemungkinan desil 9 dan desil 10 tak lagi konsimsi BBM subsidi.

"Selama ini kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam," kata Bahlil di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

 

 

BBM Subsidi Tepat Sasaran

Dia menjelaskan upaya tersebut dilakukan untuk membuat penyaluran BBM susidi lebih tepat sasaran ke kelompok masyarakat yang berhak. Mengingat lagi, ada angka ratusan triliun rupiah uang negara yang digunakan untuk subsidi energi, termasuk BBM.

"Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, dan ini sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden," tegas dia.

Kendati begitu, angka potensi penghematan hingga skema pengaturan konsumsinya masih dibahas dan diuji coba. "Semuanya lagi di-exercise, kita ingin semua subsidi dari sektor migas itu tepat sasaran," imbuh dia.

 

Batasi Subsidi Buat Orang Kaya

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan telah membahas pembatasan konsumsi Pertalite bagi orang kaya. Meski, dia memastikan pembatasan tidak dilakukan dalam waktu dekat.

"Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi membatasi subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9, 10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ucap dia.

"Sedang kita pelajari sistemnya. Saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan," imbuh Bendahara Negara ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6