Ciri Orang yang Selalu Mengatur Volume HP di Mode Hening (Silent) Menurut Psikologi, Bukan Berarti Anti-Sosial

Kebiasaan mengaktifkan mode hening pada HP bisa berkaitan dengan fokus, kenyamanan, kontrol notifikasi, dan preferensi pribadi.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Bagi sebagian orang, HP yang terus berbunyi ketika ada pesan, notifikasi media sosial, atau panggilan terasa mengganggu. Karena itu, mode hening atau silent menjadi pengaturan yang hampir selalu dipilih, bahkan ketika sedang beraktivitas biasa. Kebiasaan tersebut sekilas memang terlihat sederhana, tetapi bisa berkaitan dengan cara seseorang mengelola perhatian, rangsangan dari lingkungan, hingga kebutuhan untuk mengatur kapan dirinya ingin merespons.

Liputan6.com, Jakarta - Namun, kebiasaan selalu menggunakan mode hening tidak bisa langsung dijadikan tanda bahwa seseorang tertutup, tidak suka berkomunikasi, atau antisosial. Preferensi terhadap suasana yang lebih tenang dapat muncul karena banyak alasan, termasuk keinginan mengurangi interupsi, menjaga fokus, atau merasa lebih nyaman ketika komunikasi tidak selalu hadir dalam bentuk suara dan getaran. Berikut penjelasan selengkapnya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (1/10).

 

1. Cenderung Menyukai Lingkungan yang Minim Gangguan

Salah satu kemungkinan yang cukup masuk akal adalah seseorang merasa lebih nyaman ketika jumlah rangsangan yang masuk berkurang. Bunyi notifikasi memang bukan sekadar suara biasa karena kehadirannya dapat mengalihkan perhatian dari kegiatan yang sedang dilakukan. Penelitian yang dipublikasikan di Computers in Human Behavior menemukan bahwa pengelompokan notifikasi dalam waktu tertentu dapat membuat pengguna merasa lebih perhatian, produktif, memiliki kontrol lebih besar terhadap ponsel, serta mengalami lebih sedikit gangguan.

Karena itu, orang yang memilih mode hening mungkin sedang menciptakan lingkungan yang lebih mudah dikendalikan. Misalnya, ketika sedang bekerja, membaca, belajar, menonton film, atau mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi, ia tidak ingin suara dari HP menentukan kapan perhatiannya harus berpindah.

Kebiasaan tersebut juga tidak selalu berarti orang tersebut tidak peduli dengan pesan yang masuk. Bisa jadi ia tetap memeriksa HP secara berkala, tetapi ingin menentukan sendiri kapan waktunya berinteraksi dengan perangkat, bukan langsung merespons setiap bunyi notifikasi.

 

2. Lebih Sadar terhadap Kebutuhan untuk Menjaga Fokus

Mode hening juga dapat menjadi cara sederhana untuk mempertahankan perhatian. Sebuah penelitian dalam Scientific Reports menunjukkan bahwa bahkan keberadaan smartphone saja dapat berkaitan dengan penurunan kinerja perhatian dalam kondisi tertentu, sehingga hubungan manusia dengan perangkat digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aktif.

Dari sudut pandang kebiasaan sehari-hari, mematikan suara notifikasi bisa dipahami sebagai bentuk pengaturan lingkungan agar gangguan yang tidak diperlukan berkurang. Seseorang mungkin menyadari bahwa satu bunyi kecil saja dapat membuatnya ingin melihat layar, memeriksa pesan, atau membuka aplikasi lain.

Ciri tersebut dapat terlihat pada orang yang sengaja menyusun rutinitas agar aktivitasnya tidak terlalu sering terputus. Ia mungkin tetap menggunakan HP untuk komunikasi dan pekerjaan, tetapi memilih menentukan sendiri kapan perangkat tersebut mendapatkan perhatian.

 

3. Memiliki Preferensi terhadap Suasana yang Lebih Tenang

Sebagian orang memang lebih menikmati lingkungan yang tenang dibanding situasi yang penuh rangsangan. Dalam psikologi, terdapat konsep sensory processing sensitivity atau sensitivitas pemrosesan sensorik, yaitu perbedaan antarindividu dalam merespons berbagai rangsangan lingkungan. Kajian mengenai konsep tersebut menggambarkan sensitivitas ini sebagai kecenderungan seseorang untuk lebih peka dan responsif terhadap stimulus serta memproses informasi secara lebih mendalam.

Meski begitu, menggunakan mode hening saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang memiliki sensitivitas sensorik yang tinggi. Kebiasaan tersebut bisa muncul karena faktor yang jauh lebih sederhana, seperti tidak menyukai suara dering, merasa getaran mengganggu, atau sekadar terbiasa dengan HP tanpa suara.

Jadi, apabila seseorang selalu menggunakan silent mode, hal itu lebih tepat dilihat sebagai salah satu preferensi perilaku daripada label kepribadian. Perbedaan kecil dalam kenyamanan terhadap suara dan gangguan digital memang bisa membuat setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengatur ponselnya.

 

4. Ingin Memiliki Kendali Lebih Besar atas Kapan Harus Merespons

Orang yang selalu menggunakan mode hening juga mungkin menyukai pola komunikasi yang lebih terkontrol. Alih-alih membiarkan setiap pesan masuk menentukan kapan harus membuka HP, mereka memilih memeriksa notifikasi ketika memang sudah siap atau memiliki waktu untuk melakukannya.

Kebiasaan tersebut bisa berkaitan dengan kebutuhan akan batas pribadi dalam penggunaan teknologi. HP tetap menjadi alat komunikasi, tetapi tidak harus selalu menjadi pusat perhatian. Seseorang bisa saja membaca pesan beberapa menit kemudian tanpa merasa perlu memberikan respons seketika hanya karena terdengar suara notifikasi.

Menariknya, penelitian tentang mode hening justru menunjukkan bahwa efeknya tidak selalu sama pada semua orang. Studi terhadap pengguna iPhone menemukan bahwa sebagian pengguna malah lebih sering memeriksa ponsel ketika notifikasi disenyapkan, terutama mereka yang memiliki tingkat fear of missing out atau FoMO dan kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orang lain yang lebih tinggi.

5. Bisa Lebih Nyaman dengan Komunikasi yang Tidak Terlalu Spontan

Tidak semua orang menyukai bentuk komunikasi yang terasa mendadak. Telepon masuk, pesan baru, suara aplikasi, dan pemberitahuan lainnya dapat menciptakan kesan bahwa seseorang harus segera memberikan perhatian, padahal belum tentu sedang siap.

Mode hening memungkinkan komunikasi tetap berlangsung tanpa tekanan untuk langsung bereaksi. Orang tersebut masih dapat membuka layar dan memeriksa pesan, tetapi keputusan mengenai waktu merespons berada di tangannya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bisa terasa lebih nyaman terutama ketika sedang menjalankan pekerjaan atau membutuhkan waktu pribadi.

Preferensi seperti ini juga tidak otomatis menggambarkan seseorang sebagai pemalu. Seorang yang aktif bersosialisasi pun dapat memilih HP tanpa suara karena lebih menyukai komunikasi yang terjadwal atau tidak ingin aktivitasnya terus-menerus terpotong oleh notifikasi.

 

6. Bisa Memiliki Kecenderungan Introvert, tetapi Tidak Selalu

Ada kemungkinan mode hening lebih menarik bagi orang yang menyukai suasana tenang atau waktu untuk diri sendiri, tetapi menghubungkan kebiasaan tersebut secara langsung dengan introversi juga terlalu sederhana. Introversi berkaitan dengan bagaimana seseorang memperoleh energi dan menikmati lingkungan yang lebih tenang, bukan berarti seseorang tidak mampu bersosialisasi atau bersikap antisosial.

Artinya, seseorang yang menggunakan silent mode sepanjang hari tetap bisa memiliki banyak teman, aktif bekerja dalam tim, senang berbicara, dan menikmati acara sosial. Pengaturan suara HP tidak dapat digunakan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan apakah seseorang introvert atau ekstrovert.

Begitu pula istilah “antisosial” sering digunakan secara keliru untuk menggambarkan orang yang pendiam atau suka menyendiri. Dalam konteks klinis, antisocial personality disorder merujuk pada pola perilaku yang jauh lebih kompleks dan tidak dapat ditentukan hanya dari kebiasaan menggunakan mode hening.

 

Apakah Selalu Memakai Mode Hening Berarti Seseorang Punya Masalah Psikologis?

Tidak. Kebiasaan menggunakan mode hening pada dasarnya merupakan preferensi atau strategi penggunaan perangkat yang bisa dimiliki siapa saja. Tidak ada dasar yang cukup untuk menjadikan satu kebiasaan tersebut sebagai tanda gangguan psikologis tertentu.

Hal yang lebih relevan justru adalah alasan di balik kebiasaan tersebut. Seseorang mungkin ingin berkonsentrasi, menghindari gangguan, menjaga privasi, tidak menyukai suara notifikasi, atau sekadar sudah terbiasa menggunakan HP tanpa suara. Faktor-faktor tersebut dapat memiliki makna yang berbeda pada setiap individu.

Mode hening baru layak diperhatikan apabila berkaitan dengan masalah lain yang benar-benar mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya seseorang sengaja menghindari seluruh komunikasi penting karena rasa takut yang intens, mengalami kecemasan berat ketika harus menerima panggilan, atau kesulitan menjalankan pekerjaan dan hubungan sosial. Dalam situasi seperti itu, yang perlu dilihat bukan pengaturan suara HP-nya, melainkan kondisi yang menyertai perilaku tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Selalu Mengatur Mode Hening

Apakah orang yang selalu memakai mode hening berarti introvert?

Belum tentu. Mode hening dapat menunjukkan preferensi terhadap suasana yang lebih tenang, tetapi tidak cukup untuk menentukan tipe kepribadian seseorang.

Apakah menggunakan silent mode berarti tidak suka bersosialisasi?

Tidak. Seseorang dapat tetap aktif berkomunikasi dan bersosialisasi meskipun HP-nya hampir selalu berada dalam mode hening.

Mengapa orang memilih HP dalam mode hening?

Alasannya bisa berupa keinginan mengurangi gangguan, menjaga fokus, mengatur waktu respons, menghindari suara yang mengganggu, atau sekadar kebiasaan pribadi.

Apakah mode hening bisa membuat seseorang lebih fokus?

Mengurangi notifikasi yang masuk dapat membantu sebagian orang mengurangi interupsi, tetapi dampaknya tidak sama untuk setiap individu.

Kapan kebiasaan menggunakan mode hening perlu diperhatikan?

Bukan mode heningnya yang perlu dikhawatirkan, melainkan kondisi yang mendasarinya apabila kebiasaan tersebut disertai kecemasan, penghindaran komunikasi, atau gangguan nyata terhadap kehidupan sehari-hari.