8 Ciri Orang Suka Gaya Maximalist, Berani Tampil Beda dan Penuh Kreativitas

Simak ciri orang suka gaya maximalist secara lengkap, dari keberanian tampil beda hingga kecintaan pada detail dan warna yang berlimpah.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 08:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gaya hidup penuh warna, motif, dan detail belakangan makin digemari banyak orang, terutama di kalangan pencinta desain interior dan fashion. Ciri orang suka gaya maximalist ternyata tidak sekadar soal selera dekorasi semata, tetapi juga mencerminkan sisi kepribadian yang lebih mendalam.

Berbeda dari gaya minimalist yang serba sederhana, penggemar gaya maximalist justru merasa hidup lebih bersemangat ketika dikelilingi banyak warna, pola, dan pernak-pernik. Kecenderungan ini disebut berkaitan erat dengan cara seseorang memandang dunia sekaligus mengekspresikan jati dirinya.

Sejumlah kajian psikologi kepribadian turut mengungkap alasan di balik ketertarikan pada gaya yang penuh warna dan detail tersebut. Memahami ciri-cirinya juga dapat membantu seseorang mengenali kecenderungan gaya pribadinya dengan lebih baik.

Berikut adalah ciri orang suka gaya maximalist yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (24/9/2026).

Apa Itu Gaya Maximalist?

Gaya maximalist adalah pendekatan berpakaian, mendekorasi ruangan, hingga menjalani gaya hidup yang mengusung prinsip "lebih banyak lebih baik", berkebalikan dengan gaya minimalist yang menganut "lebih sedikit lebih baik". Dalam gaya ini, warna-warna berani, pola yang beragam, tekstur berlapis, hingga koleksi benda bermakna sengaja ditonjolkan untuk menciptakan tampilan yang kaya secara visual.

Melansir dari Architizer Journal, gaya maximalist menekankan bentuk yang ekspresif, ornamen, serta keragaman material, warna, dan tekstur sebagai kebalikan dari filosofi "less is more" yang identik dengan gaya minimalist. Gaya ini bukan sekadar tren dekorasi musiman, sebab jejaknya bahkan bisa ditelusuri hingga era Barok dan Rokoko yang telah ada sejak ratusan tahun silam.

1. Percaya Diri dan Berani Tampil Beda

Ciri pertama yang paling mudah dikenali dari penggemar gaya maximalist adalah rasa percaya diri tinggi untuk tampil berbeda dari kebanyakan orang. Mereka tidak segan memadukan warna mencolok, motif ramai, atau aksesori berlapis meski berisiko dianggap berlebihan oleh sebagian orang.

Melansir dari Harper's Bazaar, gaya maximalist erat kaitannya dengan keberanian menunjukkan individualitas serta penolakan terhadap gaya yang seragam dan serba netral. Sikap ini menunjukkan bahwa orang dengan gaya maximalist umumnya memiliki kepercayaan diri kuat terhadap selera pribadinya, tanpa perlu validasi dari standar estetika arus utama.

2. Memiliki Keterbukaan Tinggi terhadap Hal Baru

Dalam kajian psikologi kepribadian, kecenderungan menyukai gaya yang ramai dan penuh warna banyak dikaitkan dengan sifat keterbukaan terhadap pengalaman baru atau dikenal dengan istilah "openness to experience", salah satu dari lima dimensi kepribadian utama manusia. Melansir dari Psychology Today, orang dengan tingkat keterbukaan tinggi cenderung lebih nyaman menghadapi hal baru, asing, atau tidak terduga, serta memiliki ketertarikan besar terhadap keindahan dan estetika.

Karakter semacam ini membuat mereka lebih mudah menyukai gaya maximalist yang penuh kejutan visual, dibandingkan gaya yang serba rapi dan mudah ditebak.

3. Kreatif dan Berimajinasi Tinggi

Orang yang menyukai gaya maximalist umumnya juga memiliki daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Penelitian McCrae dan John (1992) dalam Journal of Personality menyebutkan bahwa individu dengan tingkat keterbukaan tinggi memiliki kapasitas intelektual yang baik, menyukai kesan-kesan estetis, serta terbuka terhadap pemikiran yang tidak konvensional.

Kreativitas ini tampak dari cara mereka memadupadankan berbagai warna, pola, dan benda menjadi satu tampilan yang terasa harmonis, bukan sekadar tumpukan barang tanpa arah. Kemampuan melihat keindahan dari kombinasi yang tidak biasa inilah yang menjadi salah satu ciri orang suka gaya maximalist yang paling menonjol.

4. Menyukai Detail, Warna, dan Kompleksitas Visual

Berbeda dengan penggemar gaya minimalist yang nyaman dengan ruang kosong dan warna netral, orang bergaya maximalist justru lebih betah berada di tengah detail yang kaya dan warna-warni yang berlimpah. Mereka menikmati proses menata lapisan demi lapisan elemen, mulai dari warna dinding, motif kain, hingga pernak-pernik kecil yang saling melengkapi satu sama lain.

Tren maximalist menghadirkan perpaduan warna mencolok, pola, dan tekstur yang kontras dengan gaya minimalis yang selama ini identik dengan kesan rapi dan bersih. Ketertarikan pada kompleksitas semacam ini menunjukkan bahwa mereka justru mendapat kepuasan tersendiri saat memproses banyak informasi visual sekaligus.

5. Gemar Mengoleksi dan Menyimpan Barang Bermakna

Orang dengan gaya maximalist cenderung senang mengumpulkan barang-barang bernilai personal, seperti suvenir perjalanan, buku lama, karya seni, atau benda peninggalan keluarga. Berbeda dengan menimbun barang tanpa tujuan, kebiasaan ini lebih menyerupai upaya merawat kenangan dan cerita hidup melalui benda-benda di sekitar mereka.

Rumah atau ruang kerja mereka pun sering menjadi semacam galeri pribadi yang menampilkan perjalanan hidup dan minat penggunanya. Kebiasaan mengoleksi inilah yang turut mencerminkan sisi kepribadian mereka yang hangat, sentimental, dan menghargai proses hidup yang telah dilalui.

6. Ekspresif dan Menjadikan Ruang sebagai Media Bercerita

Bagi penggemar gaya maximalist, ruang dan penampilan bukan hanya soal fungsi, melainkan juga media untuk bercerita tentang siapa diri mereka. Setiap warna, pola, atau benda yang dipilih biasanya memiliki alasan personal, entah itu kenangan, kepribadian, atau suasana hati yang ingin ditampilkan.

Karakter ini membuat mereka cenderung lebih ekspresif dan terbuka menunjukkan emosi dibandingkan orang yang memilih tampilan serbapolos dan tertutup. Hasilnya, ruangan atau gaya berpakaian mereka terasa hidup dan sarat makna, alih-alih terkesan kosong meski sebenarnya tertata rapi.

7. Membutuhkan Stimulasi Visual agar Tidak Mudah Bosan

Sebagian orang merasa nyaman berada di ruang yang serbapolos, tetapi hal ini tidak berlaku bagi penggemar gaya maximalist. Mereka justru membutuhkan lebih banyak rangsangan visual agar tidak merasa hampa, bosan, atau kurang bersemangat ketika berada di suatu tempat.

Ruangan yang terlalu kosong atau seragam warnanya cenderung terasa "mati" dan kurang menstimulasi bagi mereka, sehingga kehadiran banyak warna dan tekstur justru membuat pikiran mereka lebih aktif dan bersemangat. Kebutuhan akan stimulasi tinggi ini turut menjelaskan mengapa mereka betah berlama-lama di ruang penuh detail, alih-alih merasa kewalahan seperti kebanyakan orang.

8. Menghargai Sejarah dan Menyukai Sentuhan Nostalgia

Ciri lain yang cukup khas dari orang bergaya maximalist adalah kecintaan mereka terhadap unsur sejarah, budaya, dan nuansa masa lalu. Barang antik, furnitur klasik, atau motif bergaya vintage sering menjadi bagian favorit dalam koleksi maupun gaya berpakaian mereka.

Buku "Maximalism: Bold, Bedazzled, Gold, and Tasseled Interiors" (2023) karya Phaidon Editors bahkan menelusuri jejak gaya ini hingga ratusan tahun ke belakang, mulai dari istana-istana megah hingga interior masa kini yang terinspirasi gaya klasik. Ketertarikan terhadap unsur nostalgia ini membuat gaya maximalist terasa lebih personal dan penuh cerita, alih-alih sekadar tren sesaat.

Cara Menyalurkan Gaya Maximalist secara Sehat dan Seimbang

Menyukai gaya maximalist bukan berarti harus menumpuk barang tanpa batas. Beberapa desainer menyarankan untuk tetap menentukan satu atau dua elemen fokus dalam ruangan agar tampilan tetap terasa harmonis, bukan sekadar ramai tanpa arah. Menyisakan sedikit ruang kosong di antara elemen-elemen dekoratif juga membantu mata tetap nyaman memandang meski dikelilingi banyak detail.

Selain itu, penting untuk memilih barang berdasarkan kenangan atau makna personal, bukan sekadar mengikuti tren agar koleksi tetap terasa autentik. Dengan begitu, gaya maximalist bisa dinikmati secara sehat tanpa berkembang menjadi kebiasaan menumpuk barang yang justru membebani, baik secara ruang maupun finansial.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang Suka Gaya Maximalist

1. Apakah gaya maximalist sama dengan menumpuk barang tanpa aturan?

Tidak selalu. Penggemar maximalist sejati biasanya mengoleksi dan menata barang secara sengaja dan bermakna, bukan sekadar menumpuk tanpa pertimbangan.

2. Apakah orang introvert juga bisa menyukai gaya maximalist?

Bisa. Ketertarikan pada gaya maximalist lebih berkaitan dengan keterbukaan terhadap pengalaman baru dan kebutuhan stimulasi visual, bukan semata soal kepribadian introvert atau ekstrovert.

3. Bagaimana cara mengetahui apakah diri sendiri termasuk penyuka gaya maximalist?

Perhatikan kecenderungan terhadap warna, pola, dan koleksi barang, serta rasa nyaman berada di ruang penuh detail dibandingkan ruang yang sangat polos dan kosong.