Bulog Pede Serapan Beras Lokal Tembus 4 Juta Ton di September 2026

Bulog optimistis penyerapan beras lokal tembus 4 juta ton pada September 2026 sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pengusaha penggilingan demi jaga kualitas.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menargetkan penyerapan beras lokal menembus 4 juta ton pada September 2026. Angka tersebut memberikan kepastian penyerapan bagi hasil produksi petani lokal.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa Bulog mendapat mandat untuk menyerap 4 juta ton sesuai Instruksi Presiden (Inpres) untuk masa panen 2026. Ia meyakini target tersebut dapat dicapai dalam waktu dekat.

"Estimasi sudah kami hitung dengan Direktur Pengadaan. Pada akhir September, insyaAllah target 4 juta ton bisa kita capai," kata Rizal saat ditemui di Jakarta, dikutip Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, per 31 Juli 2026, jumlah serapan beras lokal Bulog telah mencapai 3,507 juta ton. Angka ini berkontribusi pada total Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 5,25 juta ton.

"Ini adalah capaian tertinggi yang lahir dari kerja keras, sekaligus wujud dari swasembada pangan yang berkelanjutan. Saya optimistis capaian ini membuktikan bahwa swasembada pangan berkelanjutan terwujud pada tahun 2026," bebernya.

Stok CBP tersebut disalurkan Bulog melalui berbagai program, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga pemenuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami akan menyalurkan stok ini melalui program rutin seperti SPHP, bantuan pangan, dan pasokan beras premium untuk MBG, termasuk pengalihan cadangan beras pemerintah menjadi beras berkualitas premium," jelasnya.

 

Perkuat Sinergi demi Kualitas Beras

Selain mengejar target penyerapan, Perum Bulog memperkuat kerja sama dengan pengusaha penggilingan padi untuk menjaga kualitas beras nasional. Langkah ini dilakukan seiring melonjaknya stok CBP yang kini menyentuh 5,4 juta ton, sehingga perhatian tidak hanya tertuju pada besaran pengadaan, melainkan juga mutu produk hingga sampai ke tangan masyarakat.

Ahmad Rizal Ramdhani berdialog langsung dengan para pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan keberhasilan pengelolaan CBP diukur dari kemampuan menjaga mutu beras sejak proses penggilingan, penyimpanan, hingga distribusi.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kita bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan Bulog agar masyarakat menerima beras terbaik," ujar Ahmad Rizal, dikutip Minggu (2/8/2026).

 

Pantau Langsung Proses Produksi dan Gudang

Sinergi antara Bulog dan pelaku usaha penggilingan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kualitas beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Barat, Rizal turut meninjau mitra penggilingan CV Sarana Putra 2 di Kabupaten Sumedang.

Ia melihat langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari penerimaan gabah, proses penggilingan, hingga hasil akhir beras untuk memastikan seluruhnya memenuhi standar mutu Bulog. Selain itu, Rizal melakukan inspeksi ke Gudang Filial Kordon untuk mengecek kesiapan fasilitas penyimpanan CBP.

Pemeriksaan mencakup kualitas fisik beras, kebersihan gudang, sistem penyimpanan, sirkulasi stok, hingga kesiapan sarana pendukung. Langkah ini menegaskan pentingnya tata kelola gudang yang optimal sebelum beras disalurkan kepada masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6