Liputan6.com, Jakarta - Menanam tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah tanpa disadari sering dilakukan banyak orang demi mempercantik halaman. Menanam tanaman di sekitar rumah memang bisa membuat tampilan halaman menjadi lebih asri dan menarik. Namun, penempatan tanaman juga perlu diperhatikan karena beberapa jenis tanaman justru dapat menimbulkan masalah jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan.
Tanaman tertentu memiliki sistem akar yang kuat dan menyebar luas sehingga berpotensi mengganggu fondasi rumah. Selain itu, buah, serbuk sari, sulur, atau pertumbuhan tanaman yang terlalu lebat juga dapat memengaruhi dinding, jalan setapak, hingga area di sekitar rumah.
Karena itu, penting untuk mengetahui jenis tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah. Berikut informasi selengkapnya dilansir Liputan6.com dari laman The Spruce pada Kamis (17/9/2026).Â
Advertisement
1. Wisteria
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350673/original/025755400_1789626966-1a00862f-503f-438b-a216-dd35780214dd.jpg)
Wisteria merupakan tanaman merambat yang dikenal karena rangkaian bunganya yang indah dan aromanya yang harum. Pertumbuhannya yang cepat membuat tanaman ini kerap dipilih untuk menghiasi pergola atau sudut taman.
Namun, wisteria dapat tumbuh sangat agresif dan menempel kuat pada permukaan seperti batu bata maupun batu alam. Jika tidak dirawat dan dipangkas secara rutin, pertumbuhannya dapat mengganggu bahkan mempercepat kerusakan pada bagian luar rumah.
Karena sifatnya yang liar ini, wisteria termasuk salah satu tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah kecuali pemiliknya berpengalaman merawat tanaman merambat atau memiliki bantuan untuk melakukan pemangkasan rutin.
Advertisement
2. Ivy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350674/original/029875600_1789626966-68c2ee8b-0e0e-45d7-8eb6-d6d47c706112.jpg)
Ivy sering dipilih karena mampu memberikan kesan hijau dan rimbun pada dinding rumah. Sayangnya, tanaman ini juga terkenal sulit diberantas begitu tumbuh terlalu lebat dan menutupi permukaan bangunan.
Sulurnya dapat menempel kuat pada batu bata dan bagian sambungan dinding. Pertumbuhannya bahkan bisa menyusup ke celah atau retakan kecil sehingga berpotensi memperburuk kondisi permukaan bangunan seiring waktu.
Pertumbuhan ivy yang terlalu lebat juga dapat menjadi tempat berlindung bagi berbagai hama dan hewan pengerat. Karena itu, sebaiknya jangan membiarkan tanaman ini tumbuh tanpa pengawasan terlalu dekat dengan rumah.
3. Rhododendron
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350675/original/034182900_1789626966-c0205bce-56c8-4d1a-a0fc-3a8a466d735b.jpg)
Rhododendron dikenal luas karena bunganya yang lebat dan berwarna cerah, sehingga sering dijadikan tanaman hias di sekitar teras atau pinggir rumah. Bentuknya yang rimbun memang mampu mempercantik tampilan halaman dengan cepat.
Meski tampak menawan, akar rhododendron cenderung dangkal namun menyebar luas ke segala arah untuk mencari kelembapan. Jika ditanam terlalu dekat dengan fondasi, akar ini dapat bersaing memperebutkan air dan unsur hara dengan bangunan di sekitarnya, sekaligus menjaga kelembapan tanah di dekat dinding dalam waktu lama.
Kelembapan yang terperangkap di dekat dinding akibat rimbunnya daun rhododendron berisiko memicu munculnya jamur maupun kerusakan pada material bangunan. Oleh sebab itu, sebaiknya beri jarak yang cukup saat menanamnya agar sirkulasi udara di sekitar rumah tetap terjaga.
Advertisement
4. Redbud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350676/original/038478600_1789626966-790d22a9-cc31-4ebf-843d-3622dc7936dc.jpg)
Redbud atau pohon kekabu adalah pohon hias yang menarik perhatian berkat bunga berwarna merah muda keunguan yang mekar serentak pada musim semi. Banyak orang menanamnya di dekat rumah karena tampilannya yang memikat sepanjang tahun.
Namun, pohon ini memiliki sistem perakaran yang cukup agresif dan cenderung tumbuh mendekati permukaan tanah. Akar yang menyebar ini berpotensi merambah fondasi rumah, saluran pipa bawah tanah, hingga jalan setapak di halaman.
Selain masalah akar, kanopi redbud yang lebar juga dapat menaungi dinding rumah secara berlebihan sehingga area tersebut sulit kering dan lebih rentan lembap. Menanamnya dengan jarak aman dari bangunan akan membantu mengurangi risiko kerusakan di kemudian hari.
5. Pohon Maple
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350677/original/042842600_1789626966-cd72e474-c0b6-4fa9-9ebc-c069cbf854e7.jpg)
Pohon maple, terutama jenis silver maple, populer sebagai peneduh karena tumbuh cepat dan memiliki kanopi lebar yang rimbun. Banyak pemilik rumah menanamnya untuk mendapatkan keteduhan dalam waktu singkat.
Sayangnya, kecepatan pertumbuhan ini sejalan dengan agresivitas akarnya. Akar pohon maple dikenal kuat menerobos tanah, bahkan mampu mengangkat trotoar, merusak saluran drainase, hingga mendekati fondasi rumah jika ditanam terlalu dekat.
Dahan-dahannya yang mudah patah saat cuaca ekstrem juga menambah risiko kerusakan pada atap maupun dinding rumah. Karena alasan itulah, pohon maple sebaiknya ditanam dengan jarak yang cukup jauh dari bangunan utama.
Advertisement
6. Sumac
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350678/original/047245600_1789626966-suma.jpg)
Sumac dikenal sebagai tanaman perdu dengan daun yang berubah warna cantik menjelang musim gugur, menjadikannya pilihan populer untuk mempercantik sudut halaman. Bentuknya yang rimbun memberi kesan alami pada taman rumah.
Di balik tampilannya yang menarik, sumac dikenal sangat mudah menyebar melalui tunas akar yang tumbuh di bawah permukaan tanah. Tunas-tunas baru ini bisa muncul jauh dari induknya, termasuk di celah dekat fondasi atau jalan setapak, dan sulit dikendalikan bila dibiarkan tanpa pemangkasan rutin.
Sifat invasif inilah yang membuat sumac masuk dalam daftar tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah, karena penyebarannya bisa mengganggu struktur keras di sekitar bangunan dalam jangka panjang.
7. Bambu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350679/original/051805000_1789626966-bamb.jpg)
Bambu sering digunakan sebagai pagar alami atau elemen dekoratif karena tumbuh cepat, rapat, dan memberi privasi tambahan bagi rumah. Tampilannya yang hijau sepanjang tahun juga menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, terutama pada jenis bambu berjenis running (menjalar), sistem rimpangnya dapat menyebar sangat jauh dan cepat di bawah tanah. Rimpang ini mampu menerobos celah kecil pada fondasi, saluran pipa, bahkan muncul kembali di sisi lain rumah setelah dipotong.
Karena daya tumbuhnya yang sulit dikendalikan, bambu sebaiknya ditanam dengan penghalang akar yang kuat atau diberi jarak aman dari bangunan agar tidak menimbulkan kerusakan struktural di kemudian hari.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman yang Sebaiknya Tidak Ditanam di Dekat Rumah
1. Mengapa ada tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah?
Karena beberapa tanaman memiliki akar kuat dan menyebar luas, atau pertumbuhan sulur dan cabang yang lebat, sehingga berisiko merusak fondasi, dinding, dan jalan setapak di sekitar rumah.
2. Tanaman apa saja yang termasuk sebaiknya dihindari dekat bangunan?
Tujuh tanaman yang dibahas adalah wisteria, ivy, rhododendron, redbud, pohon maple, sumac, dan bambu, yang masing-masing punya potensi masalah berbeda bagi struktur rumah.
3. Apa risiko utama dari akar tanaman yang agresif?
Akar agresif seperti pada redbud, maple, sumac, dan bambu dapat menerobos fondasi, mengangkat trotoar, merusak saluran pipa, hingga mengganggu kestabilan bangunan.
4. Apakah tanaman merambat seperti wisteria dan ivy selalu berbahaya?
Tidak selalu, asalkan rutin dipangkas dan dikendalikan pertumbuhannya. Tanpa perawatan, sulurnya bisa menempel dan merusak permukaan dinding rumah.
5. Berapa jarak aman menanam tanaman berisiko dari rumah?
Jarak aman bervariasi tergantung jenis tanaman, namun secara umum tanaman berakar agresif atau berkanopi lebar sebaiknya ditanam beberapa meter dari fondasi agar tidak mengganggu struktur bangunan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350672/original/021204900_1789626966-bamb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350837/original/007990800_1789632106-616e0fe7-f035-44ec-8c65-498551292315.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462380/original/039113100_1767574476-Ternak_Puyuh_di_Teras_Rumah__2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350641/original/007766700_1789626190-bf58f43e-8406-4538-878c-b9fbbb6de04c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300260/original/053695900_1784343982-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345895/original/047370900_1789097487-01M262SDVN7XHGTQ8E3X2PWAYY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350628/original/016817900_1789625157-Gemini_Generated_Image_ovkzdqovkzdqovkz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350864/original/085210400_1789632917-Gemini_Generated_Image_bviqtdbviqtdbviq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340457/original/072106200_1788506882-Pakan_lele_dari_bekatul.jpg)