Liputan6.com, Jakarta - Social climber menjadi istilah yang kerap muncul ketika seseorang berusaha memperluas pergaulan sekaligus meningkatkan posisi sosialnya. Upaya tersebut dapat terlihat dari cara membangun relasi, mengikuti gaya hidup tertentu, hingga mendekatkan diri dengan orang-orang yang dianggap memiliki status lebih tinggi.
Fenomena ini semakin mudah ditemukan di kota besar, ketika lingkungan pertemanan juga dapat menjadi bagian dari cara seseorang membentuk citra diri dan menunjukkan posisi sosial. Melansir Psychology Today, Kamis (17/9/2026), perhatian besar terhadap status sosial dapat mendorong seseorang untuk mencari sekaligus mempertahankan posisi yang dianggap bernilai.
Mereka bisa mencurahkan banyak usaha untuk meningkatkan status, merasa tertekan ketika kedudukannya terancam, atau merasakan kepuasan ketika berhasil mencapai posisi yang diinginkan. Dorongan tersebut juga dapat memengaruhi cara seseorang memilih lingkungan dan membangun hubungan.
Advertisement
Keinginan untuk naik kelas dalam pergaulan tidak selalu berarti seseorang memiliki niat buruk. BBC melalui tulisan Alain de Botton pada 2011 menjelaskan bahwa social climbing juga dapat berangkat dari rasa ingin tahu terhadap dunia sosial yang lebih luas.
Memperluas jaringan, bertemu dengan lingkungan baru, hingga membuka peluang karier dapat menjadi bagian dari proses tersebut. Persoalan muncul ketika relasi mulai dipandang hanya berdasarkan manfaat sosial yang bisa diberikan.
Dalam kondisi itu, hubungan antarmanusia berisiko berubah menjadi sarana mencapai status tertentu, alih-alih menjadi ruang untuk membangun koneksi yang tulus dan saling menguntungkan.
Dorongan Mengejar Pengakuan Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350585/original/050120000_1789622877-vitaly-gariev-BlCgKHTRkFI-unsplash.jpg)
Keinginan untuk naik dalam hierarki sosial tidak muncul begitu saja. Bagi sebagian orang, status memang menjadi sesuatu yang sangat penting. Mereka ingin memperoleh pengakuan atau merasa tidak tertinggal. Perhatian besar terhadap status dapat mendorong seseorang berusaha meningkatkan atau mempertahankan posisi sosialnya.
Dorongan itu juga bisa muncul dari kecemasan. Seseorang yang sangat memikirkan status dapat merasa khawatir jika posisinya menurun atau direbut orang lain. Akibatnya, seseorang tersebut akan berusaha menjaga citra dan koneksi yang dianggap membantu.
Di sisi lain, membangun relasi dengan orang yang memiliki status lebih tinggi tidak otomatis berarti panjat sosial. Memperluas pergaulan dapat menjadi cara untuk mengenal dunia yang lebih luas, bahkan menunjang pekerjaan atau karier. Konteks dan tujuan hubungan tetap penting.
Advertisement
Mengenali Pola Social Climber di Sekitar Kita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350586/original/041011500_1789622878-brooke-cagle--uHVRvDr7pg-unsplash.jpg)
Social climber tidak selalu mudah dikenali. Mereka bisa tampil ramah dan mudah bergaul. Karena itu, satu perilaku saja belum cukup untuk menyimpulkan seseorang sebagai social climber.
Salah satu petunjuknya adalah perhatian yang sangat besar terhadap status. Mereka mungkin sering membicarakan siapa yang dikenal, lingkungan mana yang dianggap bergengsi, atau seberapa tinggi posisi seseorang.
Hal tersebut dapat terlihat dari perhatian terhadap status dengan usaha mempertahankan atau meningkatkan posisi sosial, termasuk melalui media sosial, penampilan, pekerjaan, dan konsumsi barang yang menunjukkan status.
Perhatikan juga pola relasinya. Jika kedekatan dengan seseorang berubah ketika orang tersebut tidak lagi dianggap berguna, hubungan itu patut dicermati. Jangan buru-buru memberi label. Lihat pola perilaku secara konsisten, bukan hanya pakaian, jumlah teman, pekerjaan, atau lingkungan pergaulannya.
Menjaga Relasi Tanpa Kehilangan Batas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350587/original/095715400_1789622879-nicolas-lobos-AqUp2AfDgu8-unsplash.jpg)
Berada di sekitar orang yang mengejar status bukan berarti kita harus langsung menjauh atau curiga. Langkah pertama adalah memahami pola hubungan. Apakah kedekatan terasa tulus, atau hanya muncul ketika ada sesuatu yang bisa diperoleh?
Tetapkan batas yang sehat jika mulai merasa dimanfaatkan. Tidak semua ajakan atau permintaan harus diikuti demi mempertahankan pergaulan. Jaga hubungan dengan orang yang menghargai diri kita, bukan hanya posisi atau koneksi.
Memperluas pergaulan bukanlah suatu hal yang salah. Mengenal orang baru, membangun koneksi, dan masuk ke lingkungan yang berbeda merupakan bagian dari kehidupan sosial.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika orang lain hanya dipandang sebagai jalan untuk mendapatkan status atau keuntungan tertentu. Hubungan sosial seharusnya tidak menjadi perlombaan untuk terus naik kelas, tetapi ruang untuk saling mengenal dan menghargai.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350584/original/092788600_1789622876-thriday-rjx4A724IuI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350681/original/078066000_1789627226-samuel-ramos-RXVfrhCswCQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2784386/original/062076700_1555904029-pablo-heimplatz-382459-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349800/original/078694200_1789544689-collage-1789544418447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349743/original/054165900_1789542390-MCM_Pina_Tambourine_Bag_in_Visetos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566337/original/051832000_1694053418-austin-distel-60caCHdOqH0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350117/original/034144200_1789562166-S__70795284_0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284390/original/010995500_1604302054-photo-1556228994-efb7c88fa0f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348543/original/079715200_1789448629-063_2295335075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296129/original/049333900_1784004822-pexels-polina-kovaleva-9095538.jpg)